7 Amalan Sunnah Yang Mengiringi Puasa Ramadhan

Ramadahan menjadi bulan yang penuh hikmah dan keutamaan. Disamping ada puasa yang menjadi ibadah wajib saat Ramadhan, di dalam bulan suci tersebut terdapat berbagai macam amalan sunnah yang pahalanya berlipat ganda. Saat Malam Lailatul Qadar, pahalanya malah setara dengan ibadah selama seribu bulan.

Amalan Sunnah

Di antara amalan yang disunnahkan dan mendapatkan pahala besar di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Makan Sahur

Makan sahur merupakan amalan Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Pada sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

عَنْ اَنَسٍ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَسَحَّرُوْا فَإِ نَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Artinya:
“Dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Makan sahurlah kamu, sesungguhnya pada makan sahur itu berkah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Makan sesudah tengah malam saat puasa Ramadhan atau yang disebut makan sahur memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Diantaranya : badan jadi lebih kuat dan dapat memberi energi selama puasa. Dalam hal kesehatan, makan sahur menghindarkan diri dari diabetes serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Mengakhirkan Waktu Makan Sahur

Mengakhirkan waktu makan sahur menjadi amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Didalamnya terdapat keberkahan dan keutamaan yang nyata.
Makan sahur dapat dilakukan beberapa saat sebelum fajar shadiq tiba. Kita dapat memperkirakan sendiri sekiranya waktunya cukup untuk menghabiskan makanan. Di Indonesia, batas makan sahurnya adalah Imsak.

3. Menyegerakan berbuka puasa,

Jika saat sahur kita dianjurkan untuk mengakhirkan waktunya. Saat berbuka justru kita disunnahkan untuk menyegerakannya. Ketika sudah nyata waktu maghrib tiba, kita disuruh cepat-cepat membatalkan puasa.

Hal tersebut sesuai dengan Hadits :

عَنْ اَبِي ذَرٍّ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَ.مَ : لاَ تَزَالُ اُمَّتِيْ بِخَيْرٍ مَا اَخَّرُوا السَّحُوْرَ وَ عَجَّلُوْا الْفِطْرَ

Artinya: “Dari Abi Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka.’” (HR. Ahmad)

Berbuka puasa dengan kurma atau sesuatu yang manis, atau dengan air juga dianjurkan bagi kaum Muslim. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

عَنْ سُلَيْمَا نَ ابْنِ عَامِرٍ الضَّبِيِّ عَنِ النبي ص.م. قَالَ : إِذَا اَفْطَرَ اَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُوْرٌ

Artinya:

“Dari Sulaiman bin Amir Adh-Dhabbiy, Nabi SAW bersabda, ‘ketika salah satu kamu sekalian puasa, maka berbukalah dengan tamar/kurma, jika tidak menemukan kurma, maka dengan air. Sesungguhnya air itu suci mensucikan.” (HR. Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain).

4. Tadarus Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur'an

Tadarus membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang sayang dilewatkan selama bulan Ramadhan. Pahala yang didapatkan berlipat ganda. Walaupun bisanya cuma satu huruf saja, namun ada ridho Allah didalamnya. Semakin banyak membaca ayat suci, semakin banyak pahala yang didapatkan. Insyaallah Allah juga akan memudahkan segala urusan kita, sekaligus membuat pikiran dan hati menjadi lebih tenang.

Baca juga : Wakaf Al-Qur’an Untuk Negeri

5. Sholat Malam

Sholat malam pada Bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan merupakan amalan Sunnah yang dianjurkan. Sholat malam pada bulan Ramadhan bukan hanya Sholat Tarawih dan Witir saja. Namun ada Sholat Hajat, Tahajud dan Sholat Tasbih. Salat malam yang dilaksanakan hanya pada bulan Ramadan ini memiliki keutamaan, yakni rahmat, maghfirah atau pengampunan dosa, serta pembebasan dari api neraka.

6. Sedekah

Rasulullah Muhammad SAW selalu menganjurkan kita bersedekah atau beramal jariyah, terutama saat bulan Ramadhan. Keutamaan Sedekah di bulan Ramadhan sudah pernah saya tulis sebelumnya di artikel berjudul : Dahsyatnya Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Bulan Ramadhan

Rasulullah bersabda:
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ اَجْرُ صَائِمٍ وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّا ئِمِ شَيْئٌ

Artinya : “Barang siapa yang memberi berbuka orang yang berpuasa maka ia mendapat pahala, sebanyak orang yang puasa dan tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR. Tirmudzi)

7. I’tikaf.

I’tikaf atau berdiam diri di masjid dengan maksud mendekatkan diri pada Allah merupakan salah satu amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. i’tikaf dapat dilakukan setiap harinya di bulan Ramadhan. Namun waktu paling utama untuk mengerjakannya yaitu 10 hari terkahir di bulan Ramadhan agar mendapati keagungan malam lailatul qadar.

Dalam sebuah hadist disebutkan:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَان.

Artinya : “Dari Ibnu Umar RA (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.” (HR. al-Bukhari 

I’tikaf dimasjid dapat diisi dengan memperbanyak dzikir, tadarus Al-Qur’an, Sholat dan memanjatkan doa pada Allah SWT.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!