8 MOMEN BERKESAN SAAT SMA

Semua orang pasti setuju bahwa masa-masa di SMA adalah masa yang paling indah. Banyak hal berkesan dan ngangenin terjadi semasa duduk di bangku SMA. Mulai kejadian-kejadian waktu MOS (Masa Orientasi Sekolah) di awal masuk sekolah hingga menjelang akhir di detik-detik perpisahan sekolah. Semua pasti ada yang meninggalkan kesan mendalam di sanubari.

Dulu, saat saya melangkah di hari-hari sekolah mulai dari awal hingga akhir, tak pernah terpikirkan bahwa tiap detik tiap menit yang saya lalui akan menjadi kenangan yang berkesan suatu saat nanti. Setiap jengkal kejadian, baik itu kejadian sedih, menyenangkan, menjengkelkan, memalukan ataupun kejadian biasa menjadi hal yang menarik untuk diceritakan dan dikenang bersama dengan teman-teman lainnya.

Momen berkesan saat SMA
teman-teman masa SMA (Madrasah Aliyah)

Masa SMA memang tak akan bisa terlupakan. Di SMA, seorang remaja sedang dalam masa emasnya, dimana pola pikir dan bentuk fisik berkembang dengan pesatnya. Di masa itulah seseorang bisa melakukan berbagai hal yang tidak pernah di lakukan di jenjang sekolah lainnya. Mulai dari merasakan indahnya cinta, mempunyai rasa persahabatan yang luar biasa, berorganisasi dengan sungguh-sungguh, kenal dengan banyak orang, mengeluarkan karya dan berani melakukan hal-hal unik serta konyol yang tidak pernah terpikir sebelumnya.

Momen berkesan saat SMA
sebagian teman putra saat SMA (Madrasah Aliyah)

Berikut ini adalah 8 momen berkesan yang saya alami di saat SMA. Bagi teman-teman yang juga mengalaminya, mari bernostalgia bersama.

 1. MOS ke Kantor Polisi 

Saat memasuki SMA, kegiatan pertama yang harus diikuti oleh siswa baru adalah MOS (Masa Orientasi Siswa). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Osis dan bertujuan untuk mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolahnya. Jika pada umumnya saat memasuki sekolah baru identik dengan perploncooan dan sejenisnya pada siswa baru, hal itu tidak ada dalam sekolah saya. Di sekolah saya dulu yang berbasis pondok pesantren dan bernama Madrasah Aliyah, MOS dilakukan selama 6 hari dan kesemuanya diisi dengan kegiatan-kegiatan positif.

Pada hari pertama, kami para siswa baru diajak MOS ke kantor polisi. Kakak-kakak OSIS yang menjadi panitia MOS mengatakan bahwa kami akan di ajak demo dengan isu pelegalan penggunaan jilbab dalam ijazah dan SIM. Sebagai siswa baru yang mempunyai semangat tinggi dalam melakukan hal-hal baru, kami menyambut kegiatan ini dengan antusias. Berbagai poster dan baliho dibuat, naskah orasipun disiapkan dengan rapi. Lagaknya seperti mahasiswa yang siap beraksi, padahal hanya anak-anak muda yang sedang mencari jati diri.

Baca juga : Along Polong Netizen Bersama Kepolisian Jawa Timur

Saat di kantor polisi (Mapolres Lamongan) kami disambut dengan ramah oleh bapak-bapak Polisi. Alih-alih berdemo, kami dipersilahkan masuk ke dalam satu ruangan dan dipersilahkan duduk di sana. Tak beberapa lama Bapak Komandan Polisinya masuk dengan Bapak Kepala Sekolah dan duduk di depan. Kegiatan yang awalnya saya kira benar-benar demo, ternyata hanyalah berisi tentang penyuluhan dan pengarahan Bapak Komandan polisi tentang Bahaya Narkoba dan juga pergaulan remaja masa kini. Meskipun demikian kegiatan MOS di kantor polisi ini menjadi salah satu moment berkesan saat SMA.

Foto Bersama Komandan Polisi di hari pertama MOS
 2. Mengikuti Upacara 17 Agustus

Sudah umum diketahui bahwa setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Untuk memperingatinya tiap institusi diharuskan mengikuti upacara bendera. Saat SMA (Madrasah Aliyah) saya juga mengikutinya dan pelaksanaannya berada di Kantor Kecamatan.

Baca juga : Lomba Agustusan Brilliant Menyambut Hari Kemerdekaan

Berhubung ukuran badan saya termasuk pendek, dalam beberapa pelaksanaan upacara bendera saya hanya datang sebagai peserta saja. Tak pernah jadi petugasnya. Meski demikian saya tetap penuh semangat untuk datang dan mengikuti upacara bendera 17 Agustus. Ada rasa bangga dan jiwa patriotisme yang menguar kala melihat teman-teman yang di dapuk sebagai paskibraka membawa dan mengibarkan bendera merah putih.

Momen berkesan saat SMA
Foto bersama usai pengibaran bendera

Setelah upacara biasanya saya dan teman-teman berebutan foto dengan Paskibraka. Walaupun hanya setingkat Kecamatan, tapi posisi Paskibraka dimanapun berada sangatlah istimewa. Setelah lulus SMA, saya sudah tidak pernah lagi mengikuti upacara bendera 17 Agustus secara langsung. Biasanya hanya melihat dari televisi saja. Jadi kegiatan mengikuti upacara bendera 17 Agustus ini menjadi salah satu moment berkesan dan tak terlupakan saat SMA.

3. Mengerjai Teman Yang Ultah

Momen ulang tahun saat SMA bukanlah hanya sekedar tiup lilin atau pesta saja karena itu hal biasa. Saat salah seorang teman ultah mengerjai dan menyiramnya menjadi salah satu momen yang berkesan saat SMA. Saya sendiri punya daftar hari ulang tahun teman-teman sekelas, jadinya punya banyak waktu untuk merencanakan dan mengerjai teman yang ultah. Memang tidak semua teman bisa saya kerjai, tapi hanya teman-teman yang dekat saja. (alasannya karena tidak cukup anggaran buat beli kadonya. Kalau siap ngerjai, juga harus disiapkan kado juga buat yang ultah).

Aksi mengerjai teman yang saya lakukan bersama teman-teman lainnya termasuk santun dan tidak berlebihan seperti anak-anak zaman sekarang. Biasanya saat teman ultah, kami hanya menyiramnya dengan air dan racikan dedaunan hijau saja. Tidak pernah sekalipun pakai telur, tepung apalagi  air raksa, karena menganggap itu berlebihan dan mubadzir.

Momen berkesan saat SMA
Momen saat selesai ngerjain teman yang ultah

Penyiraman dilakukan selesai pulang sekolah atau dilakukan di luar jam sekolah jadinya tidak mengotori baju dan merusak buku, hanya kebasahan saja. Kebanyakan teman yang Ultah gak nyangka kalau bakal di kerjai, mereka hanya terkejut saja. Tidak ada yang marah atau dendam saat dikerjain, malah keesokkan harinya sebagai balasan yang ultah membelikan jajan/cemilan sebagai traktiran. Yang pernah saya kerjai, pasti senyum-senyum sendiri baca ini.

 4. Jadi Makcomblang dan Obat Nyamuk

Masa SMA adalah masa yang paling indah menurut kebanyakan siswa. Ada sisipan-sisipan cinta yang menyertainya. Seperti lagunya Chrisye ‘tiada masa paling indah, kisah kasih disekolah’ yang liriknya menggambarkan haru birunya kisah cinta di sekolah. Kisah cinta dan pacaran saat SMA memang tidak pernah saya alami karena gak tau kenapa saya gak bisa merasakan jatuh cinta. Fokus saya dahulu adalah pengin selalu jadi nomer satu dalam hal pelajaran dan nilai. Gak pengen ngejar yang lainnya, Alhamdulillah hal itu bisa terwujudkan.

Baca juga : Pencapaian Blog Munasya Tahun 2016

Berbeda dengan beberapa teman sekelas saya, mereka ada yang merasakan indahnya jatuh cinta dan taksir-taksiran dengan lawan jenis. Lucunya, walau mereka diam-diam naksir dan mengagumi salah seorang teman, tapi kalau bertemu mereka malu-malu dan membuang muka. Di depan saya selalu ngomongin gebetannya, tapi saat ketemu diam seribu bahasa. Bukan hanya satu teman lho yang ngelakuin hal ini tapi ada beberapa teman yang kelakuannya sama. Alhasil sayapun gregetan jadinya. Jadilah saya jadi perantara di antara mereka, ada yang cuma nitipin salam/omongan, ada yang nitipin surat, nitipin foto, bahkan tak jarang meminta ditemani saat ketemuan sama gebetan.

Mungkin karena pembawaan saya yang berani di depan semua orang dan tidak ada beban sehingga membuat banyak teman meminta tolong pada saya. Berhubung saya orangnya gak tegaan jadilah saya beberapa kali jadi makcomblang dan obat nyamuk teman yang pacaran masa SMA.

 5. Keseruan Nyontek

Nyontek adalah hal biasa yang terjadi saat ujian sekolah. Dimanapun dan kapanpun, tradisi nyontek susah dibasmi saat duduk di bangku sekolah. Saat SMApun saya sering contek-contekan antar teman. Dulu saya lemah dalam hal pelajaran Bahasa Inggris, alhasil saat pelajaran tersebut saya selalu nyontek teman. Kadang-kadang intip buku juga jika gak ada pengawas. Teman sayapun dengan senang hati memberi contekan. Sebagai balasannya, saya memberi contekan di pelajaran lainnya. Kebetulan saya jago di pelajaran-pelajaran lainnya terutama Matematika dan Bahasa Arab. Jadinya banyak teman yang mencontek hasil pekerjaan saya.

Aksi saling contek yang tidak sengaja terekam kamera

Terhadap teman yang mencontek saya juga gak pelit. Saya persilahkan mereka mencontek sebisanya dengan syarat tidak menganggu saya saat berfikir atau menghitung rumus. Saya kadang juga membutuhkan contekan dari mereka.

Tanpa memanggil atau bersuara, biasanya teman-teman saya melakukan berbagai cara untuk saling mencontek. Ada yang melirik-lirik, ada yang pura-pura pinjam penghapus, ada yang berdiri sambil meregangkan badan dan berbagai cara lainnya. Saat tidak ada guru pengawas, datang ke bangku teman menjadi cara yang paling sering dilakukan untuk mencontek.

Aksi contek menyontek ini kebetulan pernah terekam oleh petugas TU dalam jepretan kamera. Gambarnya bisa di lihat di atas. Kalau gak ada gambar tersebut, saya sendiripun tidak akan ingat dengan keseruan nyontek yang jadi salah satu momen berkesan saat SMA.

6. Kebersamaan Dengan Teman 

Keberadaan teman/sahabat yang telah dikenal dan bersama selama dua hingga tiga tahun membuat kebersamaan saat SMA sangat akrab, erat dan kuat. Bahkan hubungan pertemanan tidak bisa dipisahkan oleh apapun. Memang menurut para ahli, ikatan komunal usia SMA termasuk yang paling kuat di banding sebelum atau setelah usia SMA.

Kebersamaan bersama teman (abaikan kerusakan di albumnya)

Saat saya SMA (Madrasah Aliyah), ada beberapa kelompok yang terbentuk secara tidak sengaja di antara teman sekelas. Meskipun antar kelompok tidak ada gesekan atau permusuhan, namun keberadaan tiap kelompok memberi warna tersendiri dalam kelas. Ada kelompok yang isinya adalah orang-orang yang alim dan pendiam, ada kelompok yang plin-plan (ikut-ikutan trend), ada pula kelompok yang usil dan biang rame. Kebetulan saya masuknya di kelompok terakhir, jadinya sedikit rese dan selalu bikin ulah.

Apapun bentuknya, kebersamaan dengan teman ini sangat saya nikmati. Acara jalan-jalan bareng, nongkrong bareng, bolos bareng sampai di hukum bareng merupakan momen yang berkesan saat SMA. Saat senang, susah, bahagia dan tidak punya uangpun selalu bersama-sama dengan teman.

 

7. Belajar Di Sawah

Saat menjelang kelulusan di kelas 3, beban psikologi anak SMA sangatlah berat. Berbagai jenis ujian harus di jalani agar lulus dan mendapatkan nilai memuaskan. Waktu saya kelas 3, saya juga harus menjalani berbagai ujian. Ada ujian praktek dan ujian tulisnya juga. Alhasil tiap hari harus belajar dan melahap semua materi pelajaran.

Baca juga : Metode Belajar Paling Efektif

Karena merasa bosan selalu belajar dalam ruangan, saya mengajak beberapa orang teman untuk belajar di sawah. Berbekal beberapa buku pelajaran dan juga cemilan, kamipun pergi ke sawah dan mencoba belajar materi pelajaran di sebuah gubuk milik kerabat saya. Hasilnya sama sekali tidak sesuai harapan. Di sana kami malah terlena dengan semilirnya angin dan pemandangan hijau yang membentang. Acara belajar bersama berakhir dengan aksi selfie dan foto-foto. Ada aksi panjat pohon segala dalam fotonya, cuma tidak ditampilkan disini karena cukup bikin malu diri sendiri kala mengingatnya.

Acara belajar yang berakhir dengan foto bersama
8. Praktek Olahraga

Saat duduk di bangku kelas 3, para siswa-siswi di haruskan mengikuti praktek olahraga sebagai salah satu syarat kelulusan. Pada praktek olahraga tersebut, guru olahraga hanya menyuruh untuk lomba lari saja dengan jarak sekitar 2 km. Lombanya khusus untuk siswa putri saja karena sekolah saya antara yang putra dan putri terpisah. Penilaiannya di dapat dari siapa yang tercepat. 5 orang pertama yang mencapai garis finis dapat nilai 9, 5 orang berikutnya dapat nilai 8, lalu berturut turut 5 orang berikutnya dapat nilai 7 dan 5 orang berikutnya lagi dpat nilai 6. Begitu seterusnya sampai habis.

Foto bersama sebelum ujian praktek olahraga

Sebagai orang yang jarang olahraga, kegiatan lomba lari ini tentunya sangat menguras energi saya. Baru separuh jalan saja sudah ngos-ngosan dan susah berlari. Jadinya separuh perjalanan berikutnya saya lakukan sambil jalan. Gak peduli deh dapat nilai jelek, toh saya bisa dapat nilai bagus dari pelajaran lainnya.

Baca juga : Cerdas Bidang Apakah Kamu?

Saat beberapa teman berlari dengan kencangnya dan sudah sampai ke garis finis. Saya dengan santainya melenggang berjalan kaki karena sudah tidak kuat berlari. Beruntung ternyata saya gak sendirian. Ada sekitar 9 orang teman lain yang juga tidak kuat berlari lagi. Demi kebersamaan dan rasa sepenanggungan, kami bersembilan orang akhirnya berjajar dan berjalan bergandengan tangan sampai ke garis finis. Karena bingung dengan sikap kami, akhirnya guru penguji memberi nilai 6 pada ke-9 orang terakhir yang sampai ke garis tersebut. Salah satunya adalah saya.

Ekspresi kecapekan sehabis lomba lari

Itulah 8 moment berkesan saat SMA yang saya alami dan amat berkesan sampai sekarang. Disamping momen di atas, saat ujian akhir sekolah saya juga mengalami kejadian yang berkesan. Kejadian tersebut sudah saya tulis dalam blog lain yang berjudul : Sekelumit Kenangan di Akhir Masa Aliyah. Jika anda punya pengalaman yang sama atau mungkin pengalaman lain yang juga sangat berkesan saat SMA, anda bisa berbagi dan menuliskannya di kolom komentar. Terus pantau twitter @Munasyaroh_Fadh untuk mendapatkan update terbaru blog ini. Salam manis buat semuanya.

6 Comments

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!