Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Era modern saat ini perkembangan teknologi dan pengetahuan sudah semakin cepat menyebar melalui berbagai media-media informasi yang menjadi penghubung antar masyarakat dunia saat ini. Persaingan dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya sangat ketat baik didalam satu negara itu sendiri maupun antar bangsa/negara. 

Pada masa ini agar terus bisa maju melangkah menuju perkembangan yang lebih baik, dibutuhkan banyak perubahan-perubahan dalam segala aspek kehidupan. Aspek kehidupan yang paling penting untuk mencapai perkembangan yang lebih baik dan maju adalah aspek sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi. Karena hal ini bisa dijadikan kunci sebagai sarana mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Baca juga : Cara Mengetahui & Mengembangkan Potensi diri

Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Dukungan atas kualitas sumber daya manusia yang tinggi sangat mempengaruhi kemajuan pembangunan dan teknologi yang berkembang di setiap Negara. Melalui pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia yang unggul setiap negara bisa mulai berani untuk merangkak menuju singgasana kemajuan global dunia.

Peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia menekankan manusia sebagai alat (means) dan sebagai tujuan akhir pembangunan. Peningkatan sumber daya manusia dapat diperoleh melalui : perbaikan kesehatan dan gizi, kesempatan kerja, lingkungan hidup yang sehat, pengembangan karir ditempat kerja dan kehidupan politik yang bebas serta pendidikan dan pelatihan.

Diantara unsur-unsur tersebut pendidikan dan pelatihan merupakan unsur terpenting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena dapat dilakukan dalam jangka pendek dan merupakan inti dari peningkatan kualitas hidup. Jika pendidikan sudah meningkat maka secara berlahan unsur yang lainnya akan ikut meningkat juga.

Di Indonesia pendidikan merupakan salah satu jalur yang digalakkan saat ini untuk meningkatkan kualitas hidup sumber daya manusia Indonesia agar lebih baik, terarah dan tidak tertinggal dengan negara-negara lain yang telah maju dan modern.

Di dalam tujuan pendidikan nasional menurut UU No. 20 th 2003 tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sebuah Implementasi dari Undang-undang tersebut, pemerintah mulai mengasah kreativitas mereka guna menemukan kebijakan-kebijakan untuk membantu menuju pendidikan masyarakat yang lebih maju. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yang dikenal dengan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Konsekuensi dari hal tersebut maka pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/Mts serta satuan pendidikan yang sederajat).

Pendidikan merupakan salah satu kunci penanggulangan kemiskinan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Namun, sampai dengan saat ini masih banyak orang miskin yang memiliki keterbatasan akses untuk memperoleh pendidikan bermutu, hal ini disebabkan antara lain karena mahalnya biaya pendidikan. Kenaikan harga BBM beberapa tahun belakangan dikhawatirkan akan menurunkan kemampuan daya beli penduduk miskin. Hal tersebut dapat menghambat upaya penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, karena penduduk miskin akan semakin sulit memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.

Seiring meningkatnya beban subsidi BBM yang harus dibayar pemerintah karena semakin meningkatnya harga minyak dunia, pada bulan Maret dan Oktober 2005 Pemerintah melakukan pengurangan subsidi BBM secara drastis. Hal ini membuat biaya hidup seluruh lapisan masyarakat naik karena seiring naiknya biaya transportasi dengan naiknya harga BBM maka biaya kebutuhan pokok, kesehatan, maupun pendidikan dan kebutuhan lainnya juga akan naik. Kenaikan harga BBM berakibat merambat naiknya berbagai komoditas pokok masyarakat, termasuk di dalamnya biaya pendidikan. Masyarakat miskin semakin menjerit dan terjepit, sedangkan masyarakat menengah dan pas-pasan semakin miskin.

Pada masyarakat yang tingkat ekonominya tergolong tinggi seperti para pengusaha kaya dan pejabat kenaikan harga BBM dan biaya hidup lainnya tentunya tidak berpengaruh apa-apa terhadap kehidupan meraka karena pendapatan mereka berlebih. Namun bagi masyarakat yang ekonominya pas-pasan bahkan kekurangan (orang miskin) kenaikan harga BBM ini tentu saja sangat mempengaruhi tingkat kehidupan mereka disegala bidang.

Pada sektor kesehatan ditandai dengan semakin rendahnya daya tawar masyarakat untuk melakukan pengobatan atas penyakit yang dideritanya, pada sektor pendidikan ditandai antara lain dengan banyaknya siswa putus sekolah karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah serta ketidakmampuan siswa membeli alat tulis dan buku pelajaran dalam rangka mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Dalam rangka mengatasi dampak kenaikan harga BBM yang dirasakan oleh masyarakat menegah ke bawah tersebut, Pemerintah merealokasikan sebagian besar anggarannya ke empat program besar bagi masyarakat miskin, yaitu program pendidikan, kesehatan, infrastruktur pedesaan, dan subsidi langsung tunai (SLT). Kebijakan pengurangan subsidi BBM diambil oleh pemerintah Indonesia tersebut disertai pemberian kompensasi kepada masyarakat miskin. Dari pengurangan subsidi BBM masyarakat miskin mendapat kompensasi dalam bentuk dana pembangunan infrastruktur desa sebesar 250 juta per desa, kartu berobat gratis, bantuan operasional sekolah (BOS) dll.

Salah satu program di bidang pendidikan adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menyediakan bantuan bagi sekolah dengan tujuan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan beban bagi siswa yang lain dalam rangka mendukung pencapaian Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Melalui program ini, pemerintah pusat memberikan dana kepada sekolah-sekolah setingkat SD dan SMP untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua siswa.

Tujuan utama pemerintah memberikan dana BOS adalah untuk membantu meringankan beban orang tua siswa yang kurang mampu membiayai anaknya, supaya anak mereka tetap bisa mengenyam bangku pendidikan dan mengejar cita-cita dalam angan-angan anak mereka tanpa pusing memikirkan biayanya. Dari pihak orang tua pun diharapkan mulai berkomitmen untuk lebih dalam memikirkan kemajuan pendidikan anak mereka. Orang tua tidak hanya cukup dengan memberi uang saku pada anak namun perlu menuntun jalannya arah kemajuan anak.

Pada umumnya anak yang berasal dari keluarga menengah keatas lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Bahkan orang tua dengan keadaan seperti itu, tidak pusing-pusing untuk mengeluarkan isi dompetnya guna mendukung anak mereka supaya jadi generasi yang mereka inginkan. Namun berbeda dengan anak-anak yang mempunyai orang tua dengan latar belakang ekonomi rendah, keadaan mereka kurang mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka, karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karenanya dengan adanya BOS tentunya sangat berarti bagi orang tua miskin dalam meringankan biaya hidup sehari-hari sehingga orang tua bisa meluangkan sedikit waktu untuk memperhatikan anaknya.

BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Besarnya dana untuk tiap sekolah ditetapkan berdasarkan jumlah murid. Dalam penjelasan dari Buku Panduan BOS 2009, dinyatakan sebagai berikut : Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan dalam percepatan pencapaian program Wajib Belajar 9 tahun. Oleh karena itu, mulai tahun 2009, pemerintah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi BOS. Program BOS ke depan bukan hanya berperan untuk mempertahankan APK (Angka Partisipasi Kasar), namun harus juga berkontribusi penting untuk peningkatan mutu pendidikan dasar. Selain itu, dengan biaya satuan BOS yang telah dinaikkan secara signifikan, program ini akan menjadi pilar utama untuk mewujudkan pendidikan gratis di pendidikan dasar.

Bantuan Operasional Sekolah atau BOS datang bagai angin segar yang menyejukkan sebagian beban dan kekawatiran orangtua siswa. Umumnya orangtua siswa memahami dengan adanya BOS, mereka tidak perlu lagi merogoh saku guna mengeluarkan biaya apapun untuk pendidikan anak mereka. Namun kenyataannya tidak demikian, meski BOS telah bergulir, bahkan tahun 2009 nominalnya lebih besar sampai sekarang, tapi kenyataan yang berlangsung di lapangan tidak demikian. Orangtua siswa masih harus mengeluarkan beberapa lembar uang untuk biaya membeli buku non paket, seragam olahraga, serta kegiatan lain seperti ekstra kulikuler sekolah dan les tambahan bagi siswa kelas III.

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!