DIBALIK DERITA ADA BAHAGIA

Semua yang hidup ini ada siklus dan pasangannya. Ada siang, ada malam. Ada gelap, ada terang. Ada tawa juga ada duka. Ada kelahiran ada juga kematian. Ada yang jatuh hati, namun ada juga yang patah hati. 
Allah SWT tidak hanya memberikan kesenangan hidup buat umat manusia, tapi juga memberi sesuatu yang bisa bikin manusia terhenyak lalu bercucuran air mata duka. Dibalik derita ada bahagia. Segalanya berjalan, sesuai dengan qadha’ dan ketentuanNya. Apa yang selama ini ditakutkan, malah menyenangkan Apa yang selama ini didambakan, malah justru menyedihkan. 

Musibah penderitaan itu macam-macam bentuknya; mulai dari yang kecil sampe yang gede. Mulai hati yang resah, patah hati, badan yang capek pegel-pegel, sampai musibah besar seperti yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah. Termasuk serangan si biadab Israel ke Palestina dan Libanon adalah derita dari Allah untuk umatNya. 
Allah menguji kita dengan berbagai derita dan cobaan karena Allah lebih tahu kebaikan bagi kita. Jadi, derita dan derita yang diberikan oleh Allah kepada kita, agar kita tercegah dari kehancuran dan azab yang jauh lebih besar.

Acapkali kita melihat dan mendengar manusia ketika ditimpa derita sakit dan musibah merasa galau, berkeluh kesah meratapi nasib di facebook, twitter dll. Tanpa disadari justru berburuk sangka dengan takdir Allah bahkan yang lebih parah mencaci maki. Nauzubillah, kita berlindung kepada Allah dari perbuatan semacam itu. 

Padahal jika mengetahui hikmah dibalik semua itu, maka Insyaallah derita sakit dan musibah terasa ringan disebabkan banyaknya rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT. Tahu gak sih, sebenarnya Allah berbuat baik kepada kita dengan derita, sakit dan cobaan tersebut. 

Baca juga : Mesir Negara Impian

Pemberian derita dan cobaan pada manusia adalah cara cerdas dari Allah untuk bikin manusia menikmati hidup. Maksudnya, kalo tidak pernah mengalami yang namanya musibah, tidak akan tahu cara bersyukur nikmat. Contohnya, kalo kita nggak pernah sakit gigi, kita mungkin suka lupa betapa nikmatnya punya gigi sehat yang bisa ngunyah makanan kesukaan kita. Kalau kita tidak pernah sakit karena patah hati, kita tidak akan pernah merasa bahagianya jatuh cinta dan jadian lagi. 

Baca juga : Filosofi Dunia Akhirat Dari Buah Pepaya

Selain itu, dengan adanya derita dan musibah yang menimpa manusia, kita diajarkan untuk bisa berempati pada penderitaan orang lain. Turut merasakan derita orang lain, karena kita juga pernah mengalami penderitaan yang serupa.

Bahagia dan derita ibarat dua sisi dari koin yang sama. Dalam hidup kita akan selalu menemukan keduanya berdampingan. Hal ini harusnya membuat kita sadar dan lebih mawas diri. Bahwa disetiap kesedihan yang kita alami pasti akan menemukan kebahagiaan. Dan jangan terlena dengan kebahagiaan yang kita dapat, karena kita harus siap menghadapi kesedihan dan masalah yang muncul. Masihkah enggan melepas masa lalu dan terus bersedih karenanya? Ingatlah, kebahagiaan ada didepan, bukan dibelakang. Tiap orang diberi kebahagiaan dalam dirinya, tapi semua tergantung pilihan mereka untuk menggunakannya atau tidak.

Jika sedang galau, gundah gulana dan sedih jangan melulu ngingetin masa lalu, tataplah ke depan. Kita emang pantes bersedih, tapi jauh lebih penting mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Allah sengaja menyelamatkan kita supaya jadi orang yang makin tegar dengan cobaan dan derita yang diberikan. 

Kebahagiaan adalah milik mereka yang mempunyai impian, dan punya keberanian untuk berusaha mewujudkannya jadi kenyataan. Hidup bukan hanya tentang menemukan hal yang bisa membuatmu bahagia, tapi juga tentang menyadari apa yang membuatmu bersedih, dan berani menjauh darinya. Kebahagiaan akan diperoleh jika kamu dapat membebaskan diri dari kekhawatiran akan derita yang berlebihan.

Orang yang tahu cara bersyukur adalah orang yang bisa menikmati keindahan dunia dan arti kebahagiaan hidup meski sedang mengalami penderitaan. Yakini bahwa dengan bersyukur, kebahagiaan akan terus bertambah, kesakitan dan derita pasti berlalu. Dan ketika sakit itu hilang, kamu akan merasa lebih kuat, lebih bahagia, dan lebih dewasa. Dibalik sebuah penderitaan tersimpan sebuah kebahagiaan. 
Tulisan ini pernah diikutsertakan dalam lomba menulis “Berguru Pada Hadist” yang diselenggarakan oleh penerbit DIVA Press” 

#ODOPOKT18

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!