KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI DASAR KETAHANAN NASIONAL

Terbentuknya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang bahu membahu mewujudkan kemerdekaan Negara Indonesia. Setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun luar masih sering kali terjadi, dari yang bersifat kegiatan fisik sampai yang ideologis.

Di era globalisasi ini, mulai bangkit isu dan radikalisme yang dapat menjadi ancaman bagi nasionalisme masyarakat Indonesia. Untuk menghadapi segala bentuk ancaman tersebut diperlukan sebuah ketahanan yang kokoh dari segenap unsur Negara/bangsa.

Ketahanan bangsa merupakan kemampuan suatu bangsa untuk mempertahankan persatuan dan kesatuannya serta memperkuat daya dukung kehidupannya. Tujuan nasional bangsa menjadi pokok pikiran bagi perlunya ketahanan nasional di Indonesia.

Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Kekuatan bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Indonesia tentu saja harus selalu didasari oleh segenap landasan baik landasan ideal, konstitusional dan juga wawasan nusantara. Landasan ini akan memberikan kekuatan konseptual filosofis untuk merangkum, mengarahkan, dan mewarnai segenap kegiatan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Seluruh elemen bangsa seperti pemerintah, masyarakat, generasi tua, wanita, pemuda dan sebagainya, memiliki peranan vital di masing-masing bidangnya untuk bersinergi dalam katahanan nasional.

Sebagai unit sosial terkecil dalam negara, keluarga memiliki peran amat penting sebagai sumber ketahanan sosial dalam masyarakat. Kekuatan dan ketahanan keluarga akan menciptakan masyarakat yang kokoh terhadap tantangan perubahan sosial yang ada. Upaya menuju masyarakat yang kuat bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil tercipta.

Kehidupan keluarga tidak terlepas dari sistem nilai yang ada dalam masyarakat yaitu agama, adat istiadat, nilai-nilai sosial, dan nilai-nilai kesakralan keluarga. Pada era modernisasi dan industrialisasi sekarang ini transfer teknologi dan informasi sudah sangat cepat dan mudah diperoleh siapa saja. Pengaruh nilai-nilai positif dan negatif serta nilai baru dan lama akan terus berkembang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan seiring perkembangan zaman. Posisi keluarga tentunya menjadi sangat strategis dalam kerangka menyaring nilai-nilai tersebut.

Keberadaan keluarga ditempatkan sebagai lini pertama yang berperan dalam pemenuhan hak anak dan menjamin tumbuh kembang anak. Keluarga merupakan institusi terkecil dalam suatu bangsa dan keberadaan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan. Keluarga menjadi pilar utama bangsa yang memiliki peran sentral bagi pembentukan karakter bangsa, peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan peningkatan tingkat kesejahteraan.

Kepribadian dan karakter anak-anak secara esensial terbangun dalam keluarga sebagai unit pendidikan pertama yang memberikan dasar-dasar kepribadian seperti kejujuran, solidaritas, kecerdasan, kerjasama dan karakter positif lainya. Keberadaan keluarga sangat memengaruhi kecerdasan intelektual, ketangguhan emosional dan kemampuan sosial anak yang nanti berkontribusi pada kualitas sumberdaya manusia.

Keluarga sebagai basis pembinaan awal diharapkan dapat berperan memberikan perlindungan dan pembinaan terhadap anggota keluarganya sehingga pada nantinya dapat terjun ke lingkungan yang lebih besar yakni masyarakat dan bangsa. Pembinaan dalam keluarga dapat memainkan peranan penting untuk membentengi anak dari pengaruh negatif globalisasi. Orang tua mempunyai kewajiban untuk mendidik dan membimbing anak anaknya. Model keluarga yang menerapkan sikap saling terbuka dan komunikatif di antara anggota keluarga dinilai efektif dalam membantu anak untuk menyaring informasi yang diperolehnya.

Komunikasi merupakan modal pokok dalam mengelola keluarga. Komunikasi yang baik antar anggota keluarga akan menimbulkan koordinasi yang positif. Kalau kita sudah bisa menjadikan anggota keluarga sebagai bentuk organisasi yang saling bersinergi (bekerja sama) maka keluarga yang berkualitas dan mempunyai ketahanan yang tinggi akan kita dapatkan.

Ketahanan keluarga dibangun berdasarkan pandangan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kualitas keluarga dengan kualitas suatu bangsa. Bangsa yang cerdas terhimpun dari kumpulan keluarga yang juga cerdas. Bangsa yang maju pasti bermula dari keluarga yang juga maju. Ketahanan nasional dapat terwujud jika tercipta ketahanan keluarga.

Untuk mewujudkan ketahanan keluarga ini, instansi terkait dan masyarakat perlu melakukan berbagai kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga. kegiatan melaksanakan koordinasi dan kerjasama diantara instansi pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga, akan berkontribusi pada terwujudnya keluarga yang berkualitas.

Dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk berpartisipasi dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Urusan perlindungan anak dan pembangunan keluarga merupakan urusan wajib yang dibagi kewenangannnya antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya di daerah diharapkan semakin memperkuat kualitas keluarga dan mendorong peningkatan ketahanan keluarga. Untuk itu, setiap pemangku kepetingan di tingkat kabupaten dan kota dapat mengembangkan program, dan anggaran dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Selanjutnya dilaksanakan dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak di semua tingkatan.

 

(Makalah ini disusun dalam rangka mengikuti karya tulis ilmiah “Ketahanan Nasional) 

One Comment

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!