Berbagai Hal Tentang Orang Lanjut Usia (LANSIA)

Proses menua merupakan proses alamiah yang dialami manusia setelah tiga tahap kehidupan, yaitu masa anak-anak, masa dewasa dan masa tua. Masa-masa tersebut tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Pertambahan usia akan menimbulkan perubahan perubahan pada struktur dan fisiologis dari berbagai sel/jaringan/organ dan system yangada pada tubuh manusia. Berikut ini akan dibahas mengenai teori lanjut usia yang diambil dari berbagai sumber.

Menua atau lanjut usia merupakan proses biologis yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Menua adalah suatu proses menghilangnya secara berlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti serta mempertahankan struktur dan fungsi secara normal, ketahanan terhadap ceder dan infeksi.

Teori Lanjut usia
proses menua

Menurut Undang Undang no 13 tahun 1998 tentang Kependudukan, yang dimaksud daengan lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, lanjut usia dikelompokkan menjadi:

  • Usia pertengahan (middle age), ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun.
  •  Lanjut usia (elderly) : antara 60 dan 74 tahun.
  • Lanjut usia tua (old) : antara 75 dan 90 tahun.
  • Usia sangat tua (very old) : diatas 90 tahun.

Sebagai sebuah individu seorang lansia tidak terlepas dari erbagai permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraannya. Permasalahan itu antara lain :

Permasalahan Umum
  1. Makin besarnya jumlah lansia yang berada di bawah garis kemiskinan.
  2. Makin melemahnya nilai kekerabatan sehingga anggota keluarga yang berusia lanjut kurang diperhatikan, dihargai dan dihormati.
  3. Lahirnya kelompok masyarakat industri.
  4. Masih rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga profesional pelayanan lanjut usia.
  5. Belum membudaya dan melembaganya kegiatan pembinaan kesejahteraan lansia
Permasalahan khusus :
  1. Berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah baik fisik, mental maupun sosial.
  2. Berkurangnya integrasi sosial lanjut usia.
  3. Rendahnya produktivitas kerja lansia.
  4. Banyaknya lansia yang miskin, telantar dan cacat.
  5. Berubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah pada tatanan masyarakat individualistik.
  6. Adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu kesehatan fisik lansia.

Proses terjadinya penuaan dijelaskan dalam beberapa teori penuaan antara lain :

 Teori Genetik dan Mutasi (Somatic Mutatie Theory)

Menurut teori ini, menua telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul-molekul/DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari sel-sel kelamin. (terjadi penurunan kemampuan fungsional sel).

Teori Eror

Menurut teori ini menua diakibatkan oleh menumpuknya berbagai macam kesalahan sepanjang kehidupan manusia sehingga stres dan menyebabkan sel-sel tubuh lelah (terpakai).

Baca : Cara Mengetahui dan Mengembangkan Potensi Diri

Teori Autoimun

Reaksi dari kekebalan sendiri (Auto Immune Theory) Di dalam proses metabolisme tubuh, suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit.

Teori “Immunologi Slow Virus”

Sistem immun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Teori Stres

Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang bisa digunakan tubuh. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal, kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai.

Teori Radikal Bebas

Radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti karbohidrat dan protein. Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi.

Teori Rantai Silang

Sel-sel yang tua atau usang, reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis, kekacauan, dan hilangnya fungsi.

Teori Program

Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati.

 

Teori Kejiwaan Sosial (Sosiologi)
  • Aktivitas atau Kegiatan (Activity Theory), ketuaan akan menyebabkan penurunan jumlah kegiatan secara langsung.
  • Kepribadian berlanjut (Continuity Theory). Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini merupakan gabungan dari teori di atas. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya.
  • Teori Pembebasan (Disengagement Theory) Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjadi kehilangan ganda (Triple Loos), yakni : Kehilangan peran (Loos of Role), Hambatan kontak sosial (Restraction of Contact and Relation Ships)  dan berkurangnya komitmen (Reduced commitment to Sosial Mores and Values) (Setiabudhi,1999).

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan adalah  : Hereditas (ketuaan genetic), Nutrisi (makanan, Status kesehatan, Pengalaman hidup, dan Lingkungan  serta Stres).

Perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada lansia meliputi perubahan dari tingkat sel sampai ke semua sistem organ tubuh diantaranya sistem pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardio vaskuler, sistem pengaturan temperatur tubuh, sistem respirasi, muskuloskletal, gastrointestinal, genitourinaria, endokrin dan integument.

Sementara perubahan-perubahan mental juga pastinya terjadi pada lansia. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah Pertama-tama karena perubahan fisik khususnya organ perasa, Kesehatan umum, Tingkat pendidikan, Keturunan (Hereditas), Lingkungan, Gangguan saraf panca indera, timbul kebutaan dan ketulian. Selain itu juga karena Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan, Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan teman-teman dan family, Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri, perubahan konsep diri. Perkembangan Spiritual, Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya.

Demikian teori lanjut usia yang bisa sedikit kami jabarkan. jika ada pertanyaan atau seuatu yang kurang silahkan tulis di kolom komentar.

One Comment

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!