MEMBUKA JENDELA DUNIA DENGAN MEMBACA

Jika berbicara tentang buku, maka tidak terlepas dari namanya membaca dan menulis. Kedua aktifitas ini saling bertautan dan tidak dapat dipisahkan. Buku tidak bisa dibaca jika tidak ada yang menulis, sebaliknya buku tidaklah berguna jika ditulis saja tanpa ada yang membaca.

Kemampuan membaca dan menulis berjalan seiringan. Orang yang suka membaca adalah orang yang suka menulis. Orang yang suka menulis pastilah orang yang suka membaca. Itu sudah hukum alam. Kita bisa membuka Jendela dunia dengan membaca. Baca juga : Metode Belajar Paling Efektif

Dari beberapa pengamatan dan tanya jawab dengan beberapa teman yang menyukai dunia kepenulisan, saya mendapat sebuah pemahaman bahwa para penulis tersebut tergerak hatinya untuk menulis karena adanya buku-buku yang dibacanya. Para penulis tersebut sebelumnya mempunyai kesukaan yang besar untuk membaca buku.

Jendela dunia dengan membaca
dengan membaca dapat membuka jendela dunia

Sebelum mempropagandakan kegemaran menulis buku dan membuat setiap orang Indonesia mempunyai karya 1 buku, maka yang perlu ditekankan dan dibahas lebih dulu adalah kegiatan membaca buku.

Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Membaca rambu-rambu jalan mengarahkan orang yang bepergian sampai pada tujuannya, menginformasikan bahaya-bahaya di jalan dan menunjukkan tempat-tempat yang diinginkan atau dihindari.

Kemampuan seseorang membaca merupakan realitas kehidupan sehari-hari. Membaca adalah kegiatan sarat manfaat dan sangat penting dalam kehidupan kita. Banyak orang sukses dan cerdas karena kecintaan mereka membaca buku dan tentunya dengan belajar.

Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya. Adalah sebuah kata-kata bijak yang sudah sering kali kita dengar dan tentunya sudah turun temurun diwariskan dari generasi kegenerasi. Kata kata-bijak tersebut mengandung sebuah pengertian bahwa dengan membaca buku kita bisa mendapat informasi dan pengetahuan yang tersebar di segala penjuru dunia. Membuka jendela dunia dengan membaca perlu di kampanyekan secara luas.

Dunia yang begitu luas dapat kita nikmati lewat buku, karena itu buku sering disebut sebagai jendela dunia. Kita dapat mengetahui apa saja yang ada di Amerika, bagaimana gedung-gedung yang disana, bagaimana keadaan alamnya sampai bagaimana kebiasaan penduduknya, walaupun kita tidak pernah sekalipun kesana dengan hanya membaca buku tentang Amerika.

Kita juga bisa mengetahui apa yang terjadi saat-saat perjuangan nenek moyang kita melawan penjajah Belanda walaupun kita belum lahir ke dunia, dengan membaca buku-buku sejarah. Kita jadi tahu di seberang bumi lain ada gempa, juga dari membaca. Masih banyak contoh-contoh lainnya. Buku merupakan hal penting bagi kita.

Dengan buku kita bisa mempelajari banyak hal yang tidak kita ketahui sebelumnya. Buku memberikan pencerahan bagi siapa saja yang dapat mengeksplorasinya dengan baik sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kadang kita menemui orang-orang yang merasa hidupnya paling benar dan paling pintar. Kadang tidak sedikit menghina ciptaan Tuhan dan meremehkan sesama. Bisa jadi orang tersebut adalah orang yang kurang baca buku atau buku yang dibaca masih sedikit.

 

Semakin banyak kita membaca buku, semakin banyak pengetahuan yang kita serap sehingga semakin jauh kita dari kesombongan. Ilmu padi adalah filsafatnya, semakin berisi maka semakin merunduk. Namun jika kelakuan tidak berubah juga setelah banyak membaca buku maka perlu dilihat pula, jangan-jangan salah baca buku atau salah mengartikan isi didalamnya. Seseorang dapat menentukan sendiri berbagai manfaat yang dapat dirasakan ketika membaca buku dan mengapresiasikannya didunia nyata.

20160415_083115.jpgBegitu banyak pengetahuan yang kita dapat hanya dengan membaca buku saja. Buku tidak akan pernah habis jika dibaca. Semenjak anak-anak hingga dewasa buku selalu berada di sekitar kita. Meskipun pada era teknologi canggih masa kini, buku dikemas dalam bentuk file yang dapat dibaca melalui layar monitor atau alat khusus untuk buku digital, namun kehadiran buku secara fisik tetaplah dibutuhkan. Buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita akan bisa melihatnya

Buku digital yang lebih dikenal dengan e-book dapat dibeli melalui internet atau dibaca melalui berbagai macam situs dan telah menjadi gaya hidup manusia modern saat ini. Namun buku digital tersebut tentunya banya kekurangan karena bisa saja hilang karena terkena terhapus atau terkena virus. Buku digital tidaklah bisa dinikmati oleh semua kalangan, masyarakat pedesaan dan pinggiran menengah kebawah bahkan banyak yang tidak mengenal teknologi buku digital ini.

Apapun bentuknya, baik digital maupun dalam arti sebenarnya, buku tidaklah berguna dan bermanfaat jika tidak dibaca. Membaca buku merupakan satu keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua generasi dan kalangan terutama para generasi muda dalam mendapatkan segala bentuk informasi. Informasi tersebut tentunya bisa yang berhubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan masa kini, pengetahuan masa lalu, maupun konten buku yang sifatnya menghibur. Buku merupakan informasi segala kebutuhan yang diperlukan, dimulai dari Iptek, seni budaya, ekonomi, politik, sosial dan pertahanan keamanan dan lain-lain

jendela dunia dengan membaca
Buku-buku jendela dunia

Upaya membaca buku membuka wawasan dunia intelek sehingga dapat mengubah masa depan serta mencerdaskan akal, pikiran dan iman. Tanpa membaca buku, tanpa ada buku, dunia akan bodoh, dan buta huruf semakin banyak. Sudah pasti, orang yang rajin membaca adalah orang yang tahu banyak hal. Buku menjadi solusi memecahkan misteri dunia dan membaca adalah kuncinya.

Bersiaplah melihat dunia lewat jendelanya dengan membaca !!. Buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa tahu segala isinya.
Sudahkah anda membaca buku hari ini ??? Tinggalkan komentarnya zaaa…….

2 Comments

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!