Menyimak Sejarah Kereta Api di Indonesia, Kini Makin Berkembang

Sejarah kereta api di Indonesia
Sumber gambar :Investigasi.tempo.co

Mengulik sejarah mengenai perkeretaapian di Indonesia tentunya selalu menarik dan tidak ada habisnya. Dahulu, sebelum berubah menjadi PT KAI, perjalanan perusahaan kereta api di Indonesia mengalami pasang surut serta kisah yang panjang. Mulai dari pengajuan proposal yang dilakukan oleh Kolonel J.H.R Van Der Wijck hingga akhirnya jalur kereta api dapat dibangun di Indonesia seperti saat ini.

Dimulai Pada Tahun 1864

Sejarah Kereta Api di Indonesia dimulai tahun 1864. Saat itu jalur jalan raya sudah tidak lagi optimal mengangkut hasil tanam paksa yang dilakukan oleh Van Den Bosch pada era 1825 – 1830. Kemudian terdapat sebuah ide untuk membangun jalur kereta api sebagai alternatif dan mulai terus dikembangkan. Akhirnya Van Der Wicjk mengajukan proposal pembuatan jalur kereta api ke Kerajaan Belanda dan disetujui.

Pencangkulan pertama pembangunan jalur kereta api di Jawa dilakukan pada tahun 1864. Lokasinya tepat di Desa Kemijen, Semarang dan dibangun oleh Nederlans – Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Sejarah kereta api zaman dulu
Sumber gambar: digitalcollections.universiteitleiden.nl

Setelah itu investor lain mulai bermunculan dan pembangunan rel kereta api di Jawa pun meningkat pesat. Total, jalur kereta api sepanjang 3.338 kilometer dibangun sejak tahun 1864 hingga 1900.

Baca juga : Informasi Seputar Jalan Kereta Api di Indonesia

Setelah Belanda meninggalkan kaki dari Indonesia, Jepang melanjutkan pembangunan rel kereta api dan menambah jumlah jalurnya menjadi 6.811 di seluruh Indonesia. Pembangunan tidak lagi hanya di Pulau Jawa, tapi juga di Pulau Sumatra dan Sulawesi.

Dioperasikan Oleh Pemerintah dan Swasta

Ketika masa penjajahan Belanda, pengoperasian kereta api dipegang oleh perusahaan swasta dan pemerintah. Swasta melalui NIS, sementara swasta melalui SS. Keduanya memiliki stasiun yang berbeda di masing-masing kota.

Pernah Ditarik Kuda dan Lembu

Pada awal pengoperasian kereta api barang di Pulau Jawa, lokomotif rute Boyolali ke Purwosari pernah ditarik oleh Lembu dan Kuda. Ketika jalan turun, lokomotif berjalan sendiri dan kuda serta lembunya naik ke gerbong. Namun ketika jalan menanjak, lembu dan kuda menarik lokomotif agar bisa menempuh jalan menanjak. Hal ini terjadi pada tahun 1900-an, sebelum kemudian lokomotif digerakkan oleh uap.

Kereta api lama
Sumber gambar : gahetna.nl
Awal Indonesia Merdeka, Rel Kereta Api Banyak Yang Hilang

Sejarah Kereta Api di Indonesia tidak lepas dari sejarah pemerintahan di Indonesia. Ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945, penguasaan perusahaan kereta api beralih ke tangan pemerintah. Kala itu, banyak rel kereta api yang hilang, jumlahnya sekitar 901 kilometer. Diduga, rel ini diambil oleh Jepang dan dibawa ke Burma.

Pembangunan rel kereta api di Sumatra dan Sulawesi pun terhenti. Demikian pula dengan rencana pembangunan rel kereta di Kalimantan, Bali dan Lombok yang sudah dirancang sebelumnya.

Berdiri Sendiri Menjadi PT

Sejak masa kemerdekaan hingga tahun 1950, pengoperasian kereta api di Indonesia berada di bawah Djawatan Kereta Api (DKA). Kemudian namanya berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada tahun 1963.

Nama perusahaan kembali berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta API (PJKA) pada tahun 1971. Lalu tahun 1990 berubah lagi menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka).

Kereta api Indonesia
Sumber gambar : @MinangOfficial

Ketika masa reformasi berlangsung, perubahan pun turut terjadi pada Perumka. Melalui keputusan pemerintah, perusahaan ini berubah menjadi PT KAI dan berubah status dari perusahaan milik pemerintah sepenuhnya. PT KAI menjadi perusahaan umum yang pengawasannya masih berada di bawah BUMN.

Penjualan Tiket PT KAI Berubah

Sejarah Kereta Api di Indonesia terus berlanjut hingga saat ini. Dengan status barunya, PT KAI terus berbenah. Mulai dari pembaruan gerbong dan peremajaan lokomotif, hingga metode penjualan PT KAI tiket.

Ketika awal-awal perubahan menjadi perusahaan umum, penjualan PT KAI tiket masih menggunakan cara lama yang rawan pemalsuan dan mudah dijual ulang oleh calo. Namun seiring dengan perkembangan waktu, sistem tiket sudah dikomputerisasi dan mengadopsi beragam teknologi baru.

Sumber gambar : intifocus.com

Kini, penjualan PT KAI tiket sudah jauh berubah dan dirancang untuk meminimalisir calo dan tindakan kejahatan penipuan tiket palsu. Pelayanan penumpang selama di stasiun dan di dalam gerbong pun sudah banyak berubah menjadi lebih baik.

Dan sejak beberapa tahun belakangan, penjualan PT KAI tiket tidak hanya lewat loket di stasiun saja. Namun kini tiket PT KAI juga bisa dibeli secara online dengan mudah dan bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. Demikian sejarah Kereta Api di Indonesia, semoga bermanfaat untuk anda.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!