Pembangunan Jembatan Penghubung Persembahan Korindo Bagi Masyarakat Papua

Pembangunan infrastuktur diprovinsi Papua dan Papua Barat dewasa ini terus digalakkan. Bukan rahasia umum lagi walaupun memiliki sumberdaya alam disana melimpah, wilayah ini jauh tertinggal dengan provinsi-provinsi lain. Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan membludak, angka putus sekolah tinggi dan adanya berbagai masalah sosial lainnya yang memprihatinkan menjadi ancaman memprihatinkan disana. Susahnya sarana perhubungan dan transportasi ditengarai menjadi penyebab utamanya.

Untuk memperbaiki sarana perhubungan, transportasi dan mengangkat perekonomian di wilayah Papua tersebut butuh dukungan dari semua pihak, tidak hanya menggantungkan pada pemerintah saja. Walaupun Presiden Jokowi sudah memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Papua sebagai salah satu programnya, namun masih dibutuhkan pihak-pihak lain untuk membantu.

Korindo Papua
Peta Provinsi Papua dan Papua Barat (sumber : Google Earth)

Kabar menggembirakan datang dari salah satu Perusahaan bernama Korindo yang ikut sumbangsih dalam percepatan pembangunan Perekonomian Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Papua. Melalui PT Korindo Abadi yang beroperasi di Kabupaten Boven Digoel Papua, KORINDO Group ikut serta dalam membangun infrastruktur di Papua. Wujud nyatanya adalah dengan membangun Jembatan Sungai Totora yang berlokasi di Desa Asiki Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel – Papua. Pembangunan jembatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sekilas Tentang Korindo

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pembangunan jembatan penghubung pedesaan di Papua ini,  alangkah baiknya jika berkenalan dulu dengan perusahaan yang berpartisipasi didalamnya, yakni Korindo.

Korindo sendiri adalah nama sebuah perusahaan swasta yang berada di Indonesia dan didirikan sejak tahun 1969. Jika dihitung dengan seksama, usia Korindo sekarang ini sudah mencapai 50 tahun. Dalam perjalanan yang tak sebentar tersebut, Korindo telah memberikan kontribusi positif pada pengembangan industri hardwood di Indonesia. Tahun 1979, Korindo beralih haluan ke industri plywood/veneer. Kemudian tahun 1984, merambah ke industri kertas koran, lalu ke perkebunan kayu di tahun 1993, dan terakhir mengelola perkebunan kelapa sawit mulai tahun 1995.

Sebagai sumbangsih terhadap masyarakat dan negara, Korindo telah menelurkan berbagai program Corporate Social Contribution (CSC/CSR) yang dapat dinikmati masyarakat. Melalui 5 pilar program utama yang meliputi Pendidikan,
Ekonomi, Kesehatan, Lingkungan dan Infrastruktur, Korindo membangun hubungan yang harmonis, menguntungkan, dan berkelanjutan antara masyarakat dan para pemangku kepentingan demi mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Kiprah CSR Sinar Mas Dalam Program Wakaf Al-Qur’an

Pembangunan Jembatan Penghubung Pedesaan di Papua Oleh Korindo

Dalam rangka percepatan pembangunan Perekonomian di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) khususnya di wilayah Papua. Korindo Grup berinisiatif sekaligus mendanai proyek pembangunan jembatan penghubung di salah satu desa di Kabupaten Boven Digoel provinsi Papua. Pembangunan Jembatan sepanjang 15 meter ini merupakan program CSC/CSR yang diberikan Korindo pada masyarakat Desa Asiki Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel – Papua tepatnya di atas Sungai Totora.

Pembangunan Jembatan Penghubung pedesaan
Peresmian Jembatan Sungai Totora (sumber gambar : korindonews.com)

Para pemangku kebijakan dan masyarakat sekitar jembatan sungai Totora antusias menyambut peresmian jembatan baru tersebut. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang hadir saat peresmiannya. Mulai dari Wakil Bupati Boven Digoel, Kepala Kepolisian Resort Kabupaten Boven Digoel, Komandan Distrik Militer 1711 Boven Digoel, Komandan Batalyon 143 Satuan Tugas Keamanan Perbatasan RI-PNG, Kepala Polisi Sektor Jair, Distrik Boven Digoel, Wakil DPRD Boven Digoel, hingga Muspika Kecamatan dari Jair District Boven Digoel Regency ikut hadir dalam peresmiannya.

Jembatan yang melintasi Sungai Totora tersebut telah resmi beroperasi sejak akhir September tahun 2018 yang lalu. Jembatan yang dulunya berupa kayu dan sudah mengalami kerusakan disana-sini, sekarang ini berganti menjadi jembatan permanen yang dibuat dengan kontruksi modern. Masyarakat sekitar Sungai Totora tidak perlu khawatir lagi saat menyeberang sungai karena jembatannya sudah kuat dan kokoh. Pembangunan Jembatan Penghubung Pedesaan yang dilakukan oleh Korindo tentunya dapat menunjang sarana perhubungan dan transportasi di daerah pelosok Papua. Diharapkan nantinya dapat meningkatkan laju roda perekonomian masyarakat Papua seperti halnya Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Tidak dapat dipungkiri, pembangunan jembatan penghubung pedesaan pastinya  berdampak pada peningkatan roda perekonomian, pendidikan dan kesehatan warga masyarakat. Dengan adanya jembatan tersebut tentunya perjalanan ke luar desa jadi lebih mudah dan cepat, distribusi logistik untuk barang dan orang meningkat dan yang paling penting ada rasa aman dan nyaman saat melintas disana.

Semoga kedepannya makin banyak perusahaan yang peduli terhadap percepatan pembangunan Perekonomian di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) seperti Korindo ini. Sehingga nantinya seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke bisa sejahtera tanpa ada jurang kemiskinan didalamnya.

Sumber informasi :

  • https://korindonews.com/korindo-papua-bangun-jembatan-untuk-masyarakat
  • https://www.korindo.co.id/group-profile/?lang=id#sekilas

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!