Penyiapan Dana Darurat Dengan Investasi Reksa Dana

Secara garis besar ada 4 impian yang biasanya ingin diwujudkan oleh banyak orang di masa depannya. 4 impian tersebut adalah menikah, punya rumah sendiri, traveling dan menunaikan perintah Agama (seperti umroh atau haji). Untuk mewujudkan impian tersebut biasanya yang dilakukan adalah dengan merencanakan pengelolaan keuangan secara seksama. Namun terkadang dalam perencanaan keuangan, penyiapan dana darurat kerap diabaikan. Padahal hal  itu teramat penting.

Dalam hidup, penyiapan dana darurat itu wajib dimiliki sama tiap orang. Ada kalanya kita dihadapkan pada situasi mendesak atau darurat, yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Seperti adanya bencana, ada bagian rumah yang rusak, ada undangan kondangan dan lain sebagainya. Dengan adanya simpanan dana darurat, kita jadi bisa memenuhi kebutuhan darurat tersebut tanpa mengurangi penggunaan dana lain untuk kebutuhan sehari-hari maupun yang dipersiapkan untuk menggapai impian.

Penyiapan Dana Darurat

Berkaitan dengan penyiapan dana darurat, pada Sabtu 29 September 2018 yang lalu, saya berkesempatan menghadiri Kopdar Investarian MAMI sesi 2 bersama Reksa Dana Manulife di Gedung Graha Bukopin Surabaya. Setelah pada sesi pertama yang lalu diperkenalkan tentang investasi yang bernama Reksa Dana, pada sesi kedua ini lebih ditekankan pada tujuan investasi Reksa Dana yang dapat digunakan untuk penyiapan dana darurat.

Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen pada Kopdar Investarian Sesi 2 tersebut mengatakan, tidak ada patokan khusus tentang besarnya dana darurat yang harus disiapkan oleh setiap orang. Namun idealnya dana darurat dapat di hitung dari jumlah pengeluaran kebutuhan pokok selama sebulan dan di kalikan selama 6 bulan. Misalnya dalam sebulan menghabiskan dana 3 juta, maka dana darurat yang harus dipersiapkan seharusnya adalah 18 juta rupiah.

Presiden Direktur PT Manulife Indonesia
Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen pada Kopdar Investarian Sesi 2

Kebanyakan orang termasuk saya sendiri beranggapan, kalau penyiapan dana darurat hanya dapat dilakukan melalui simpanan tabungan. Alasannya karena tabungan itu aman dan mudah di akses di mana saja dan kapan saja. Ternyata anggapan saya tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasca mengikuti kopdar Investarian MAMI Sesi 2 saya jadi tahu kalau penyiapan dana darurat dapat dilakukan dengan sebuah investasi yang bernama Reksa Dana.

Menurut Pak Legowo pada pemaparannya di Kopdar Investarian Sesi 2, menabung itu penting. Tetapi untuk kebutuhan masa depan, menabung saja tidak cukup, harus dibarengi dengan investasi. Sebab pada hakekatnya menabung itu menyisihkan dan menyimpan uang untuk kebutuhan jangka pendek, sedang berinvestasi itu menyimpan uang sekaligus mengharapkan buahnya untuk keperluan jangka panjang di masa depan.

Laju inflasi yang tinggi tiap tahunnya tidak akan bisa terkejar oleh suku bunga dalam tabungan saja. Sebaliknya lawan yang sebanding dengan inflasi dalam keuangan adalah investasi. Salah satu jenis investasi yang mudah, murah dan terpercaya adalah investasi Reksa Dana. Apalagi dengan tidak adanya biaya pajak yang mengiringi, investasi Reksa Dana bisa menjadi pilihan bijak dalam pengelolaan keuangan di masa depan.

Menabung vs investasi
Perbedaan menabung dengan investasi

Pembahasan mengenai Investasi Reksa Dana sudah sering saya tulis disini, diantaranya artikel yang berjudul Investasi Reksa Dana Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik   dan Mari Berinvestasi Dengan Reksa dana.  Pada postingan Kopdar Investarian Sesi pertama juga sudah sedikit dibahas, judulnya Kopdar Investarian Dari Blog Ke Investasi

Ada 4 jenis investasi Reksa Dana. Yakni : Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran dan Reksa Dana Saham. Tiap jenis investasi tersebut memiliki keunggulan dan tantangan yang berbeda. Bagi yang baru belajar dan takut dengan resiko dalam investasi, dapat memilih investasi Reksa Dana yang paling kecil resikonya yakni Reksa Dana Pasar Uang. Bagi yang suka dengan tantangan dan ingin mendapatkan hasil yang besar, bisa memilih jenis investasi lainnya. Yang paling besar keuntungan sekaligus resikonya adalah Reksa Dana Saham.

Investasi Reksa Dana
Jenis-jenis Investasi Reksa Dana

Berhubung pembahasan Reksa Dana Pasar Uang sudah pernah disinggung dalam Kopdar Investarian Sesi pertama, maka pada sesi kedua ini lebih dijabarkan mengenai jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap. Untuk jenis Reksa Dana lainnya mungkin akan dibahas dalam Kopdar Investarian Sesi selanjutnya.

Apa itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Reksa Dana Pendapatan Tetap merupakan jenis Reksa Dana yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan dengan Reksa Dana Pasar Uang. Baik dari segi resiko maupun keuntungannya, Reksa Dana Pendapatan Tetap setingkat lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana Pasar Uang. Dalam Reksa dana pendapatan tetap, dana yang kita setorkan 80% digunakan untuk obligasi dan sisanya digunakan untuk pasar uang.

Reksa dana pendapatan tetap
Keuntungan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Meskipun Reksa Dana Pendapatan Tetap sedikit berfluktuasi atau suku bunganya naik turun dan lebih menegangkan dibandingkan dari Reksa Dana Pasar Uang, namun potensi hasilnya di atas deposito lho. Jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap ini cocok untuk digunakan dalam berinvestasi dengan jangka waktu lebih dari 3 tahun.

Sama seperti jenis Reksa Dana lainnya, Reksa Dana Pendapatan Tetap bisa dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan kita. Jenis Reksa Dana ini juga bisa kapan saja dialihkan ke Reksa Dana lainnya seperti Pasar Uang. Begitu juga sebaliknya, Jenis Reksa Dana lain bisa dialihkan kapan saja ke jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap. Minimal Investasinya cukup murah, hanya 10 ribu saja.

Untuk penyiapan dana darurat, semua jenis Investasi Reksa Dana bisa dijadikan alternatif dan pilihan. Tinggal keberanian dan ketetapan hati kita dalam melaksanakannya.

Bagi yang masih bingung dan ragu untuk memulai investasi Reksa Dana, bisa langsung membuka www.klikmami.com. atau kepoin fansPage : Reksa Dana Manulife, Instagram : @reksa.dana.manulife, dan Twitter : @ManulifeRD. Disana akan ada banyak pengetahuan dan pemahaman tentang Investasi Reksa Dana. Kita juga bisa langsung daftar Reksa Dana juga lho….. Kalau pengen tanya-tanya juga bisa. Ada LANI alias Layanan Investasi Mami yang bisa kita hubungi untuk konsultasi serta menanyakan berbagai hal mengenai Investasi Reksa Dana.

(Visited 24 times, 1 visits today)
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!