PROPOSAL PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI DI PEMUKIMAN

Proposal Pengelolaan sampah di Pemukiman ini Diajukan Dalam Rangka Mengikuti Sayembara Prakarsa Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang di Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

PENDAHULUAN
Di era globalisasi ini persoalan lingkungan menjadi isu global (mendunia), setelah hampir semua elemen masyarakat menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh menumpuknya limbah yang dihasilkan oleh manusia.

Limbah adalah segala sesuatu yang sudah tidak terpakai lagi sebagai barang produksi maupun konsumsi, yang jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi beban bagi lingkungan.

Sampah rumah tangga yang menumpuk

Limbah atau sampah dihasilkan oleh masyarakat setiap hari. Aktivitas dapur setiap harinya turut menyumbang sampah yang cukup signifikan disamping sampah-sampah lainnya. Sampah dapur tersebut bisa berupa sisa-sisa makanan dan sayuran, plastik kemasan, sisa minyak goreng dan lain-lain. Sampah lainnya yang setiap hari ada misalnya sampah daun atau tanaman kering, barang-barang bekas, besi/logam tak terpakai dan lain sebagainya.

Sampah-sampah yang muncul setiap harinya jika tidak dikelola dengan benar akan menjadi suatu masalah di lingkungan tempat tinggal, dampak buruk yang ditimbulkannya sangat komplek di antaranya adalah dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan, menurunnya nilai estetika suatu daerah/lingkungan dan menimbulkan ketidaknyamanan. Adanya kepedulian dari ibu rumah tangga yang biasanya aktivitasnya dibantu oleh anggota keluarganya, untuk meminimalkan sampah tentunya akan sangat membantu meminimalkan timbunan sampah keseluruhan yang masuk ke lingkungan.

 

B. Manfaat Proposal
Manfaat dar proposal yang diusulkan adalah sebagai berikut :

  1. Merubah paradigma masyarakat dalam hal menyikapi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga
  2. Terwujudnya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah,
  3. Membiasakan masyarakat memilah-milah sampah di rumah tangga dan mengolah/mendaur ulang sampah yang dihasilkan.
  4. Bertambahnya pendapatan masyarakat yang mengelola sampah menjadi bahan pupuk organik dan mengolah sampah plastik serta dari penjualan barang bekas yang masih bermanfaat,
  5. Penghematan pengeluaran masyarakat untuk pembelian kompos dan media tanam (metan) bagi tanaman bunga, sayur dll dalam pot karena sudah memproduksi sendiri.
  6. Berkurangnya timbulan volume sampah harian, terutama dari sumber rumah tangga (domestik)
  7. Terciptanya kondisi lingkungan yang bersih, sehat dan teratur

C. PRODUK AKHIR YANG DIHARAPKAN
1. Masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan
2. Sampah tidak tercampur dan terpilah pilah menurut jenisnya
3. Adanya bank sampah tiap RT
4. Terbentuknya Kelompok Kader Lingkungan di masing-masing RT
5. Adanya produk unggulan dari sampah yang bisa dipasarkan
6. Lingkungan menjadi bersih, sehat dan teratur

kerajinan dari sampah
Aneka produk olahan sampah yang bisa dijual

D. KARAKTERISTIK KAWASAN DAN KELOMPOK MASYARAKAT
Desa Pucangro merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan kalitengah kabupaten Lamongan yang secara geografis berada di dataran rendah yang terletak di ketinggian laut 1,25 m. Terletak di sebelah selatan pusat kecamatan Kalitengan dengan jarak tempuh 8 km dan berada di sebelah utara pusat kota Kabupaten Lamongan dengan jarak tempuh 17 km.

Wilayah Desa Pucangro terdiri dari wilayah pemukiman, sawah, lapangan, pasar dll yang memiliki luas keseluruhan 218,42 ha. 28 Ha diantaranya berupa pemukiman padat penduduk. Jumlah peduduk secara keseluruhan adalah 3.063 jiwa, yang tinggal dan menyebar di 4 RW (Rukun Warga dan di 14 RT (Rukun Tetangga). Sumber mata pecaharian utama penduduk adalah sebagai petani.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan luas yang terbatas membuat Desa Pucangro menjadi desa yang pemukimannya padat. Salah satu efek negatif dari pemukiman padat penduduk adalah menumpuknya limbah rumah tangga (sampah). Kebanyakan penduduk Desa Pucangro masih membuang sampah sembarangan, mereka membuang sampah-sampahnya di sungai dan lahan kosong. Akibatnya sampah menumpuk dan bau. Ketika musim hujan aliran air mampet dan terjadi banjir kecil di sekitar rumah

E. RENCANA DAN METODE PENINGKATAN KAPASITAS (PEMBERDAYAAN) MASYARAKAT
Pengelolaan sampah mandiri di Lingkungan Rumah Tangga wilayah Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan yang diusulkan oleh Lembaga Bintang Brilliant diharapkan akan meningkatkan secara lebih optimal peranan masyarakat dalam mereduksi sampah dari sumbernya. Dimana pengelolaannya adalah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
Lingkup Kegiatan mencakup;
1. Pengadaan sarana pengelolaan sampah rumah tangga yang berupa :

  • Pengadaan bak sampah untuk 3 jenis sampah (sampah basah, sampah kering dan sampah B3)
  • Pengadaan alat komposter,
  • Pengadaan Gerobak sampah

2. Sosialisasi/kampanye rencana program pengelolaan dan manajemen sektor persampahan bagi masyarakat,
3. Peningkatan SDM masyarakat pengolah sampah
4. Pembentukan kelompok Pengurus Bank Sampah dan Kader Lingkungan
5. Pendanaan pembangunan sarana fisik Tempat Pembuangan Akhir
6. Pengadaan fasilitas pendukung dan peralatan kegiatan Bank sampah
7. Biaya operasional, monitoring & pemeliharaan fasilitas pendukung lainnya

Metodologi dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah dengan peningkatan kapasitas (pemberdayaan) masyarakat yang dilakukan adalah dengan cara :
1. Mengadakan kegiatan kordinasi, sosialisasi dan kampanye ke pemerintahan desa, organisasi desa, tokoh masyarakat dan masyarakat desa.
2. Pelatihan pembuatan kompos dan kerajinan tangan dari sampah
3. Pembentukan Bank Sampah dilingkungan tiap RT
4. Pembentukan kelompok kader lingkungan tiap RT
5. Penyuluhan/sosialisasi pemilahan sampah ke warga masyarakat
6. Pengadaan sarana pengelolaan sampah
7. Pengadaan tempat dan alat-alat operasional bank sampah
8. Pengadaan dan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Input (keluaran) yang diharapkan adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat memilah-milah sendiri sampah yang ada/dihasilkan oleh rumahnya menurut jenisnya dan ditempatkan dalam tempat masing-masing yang sesuai.

Sampah basah (organik) misalnya sisa makanan, daun dan sebagainya diolah menjadi kompos yang dikordinir oleh kader lingkungan masing-masing RT. Sampah kering dikumpulkan menurut jenisnya misalnya plastik, kertas, botol minuman dll disetor dan dijual ke bank sampah di lingkungan kelompok/RT masing-masing.

2. Masyarakat yang mempunyai waktu senggang dapat mendaur ulang sampah plastik untuk dijadikan bahan kerajinan seperti kantong, tas, topi, hiasan dinding dll.

Demikian proposal ini dibuat semoga bermanfaat bagi pembaca .

Catatan : Proposal ini sudah diajukan ke Bapemas Jatim dalam rangka lomba prakarsa masyarakat dalam bidang lingkungan hidup. Proposal masuk dalam 10 besar

One Comment

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!