Persiapan Fisik dan Hati Menyambut Lebaran

Lebaran sudah didepan mata. Untuk menyambut lebaran perlu dipersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari persiapan fisik hingga persiapan hati. Meski Lebaran hanya sehari saja, namun masih ada 29 hari di Bulan Syawal yang digunakan untuk tradisi lebaran salah satunya adalah silaturahmi.

Menyambut lebaran

 

Sebelum sibuk dengan segala sesuatu di hari lebaran, izinkanlah saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H bagi semua saudaraku sesama umat Islam. Taqoballaahu Waminna Waminkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Menyambut Lebaran Dengan Persiapan Fisik

Persiapan menyambut hari lebaran, sebenarnya hampir sama dari tahun ke tahun. Saat lebaran tiba akan ada banyak tamu yang datang kerumah, oleh karena itu perlu persiapan fisik yang ekstra. Dimulai dari bersih-bersih rumah kemudian menyiapkan jajanan lebaran berserta tetek bengkelnya hingga mencuci dan menyetrika baju untuk hari raya.

Bersih-bersih rumah memang sudah dilakukan tiap hari, namun demi menyambut tamu di moment lebaran kondisi rumah harus bersih dan beda dari sebelumnya. Lantai, atap dan dinding dibersihkan hingga kinclong. Kalau perlu diganti catnya supaya tampak fress. Rumput di halaman juga dipangkas dan dicabut. Ini tentunya membutuhkan tenaga ekstra dan perlu kerjasama seluruh anggota keluarga.

Jajanan Lebaran yang disuguhkan ke meja juga harus oke. Untuk menyuguhkan juga perlu persiapan sebelumnya. Seperti beli atau bikin jajanannya, membersihkan toples dan
memasukkan jajanannya ke dalam toples. Hal itu belum persiapan menggosok baju untuk dipakai besok hari. Pokoknya tenaga dan fisik harus ekstra untuk mempersiapkannya.

Menyambut lebaran Dengan Persiapan Hati

Tradisi Lebaran adalah saling unjung-unjung dan silaturahmi. Selain persiapan fisiknya juga persiapan hatinya. Saat bertemu dengan teman, saudara, tetangga maupun handai tolan, siap-siap ajah dapat pertanyaan yang menusuk di hati. Yang gak punya pasangan pasti ditanya mana calonnya, yang belum punya anak pasti ditanya kapan punya anak. Yang cuma punya 1 anak ditanya kapan nambah dan seterusnya.

Orang yang bertanya tentu sekedar tanya tanpa memikirkan efeknya, namun yang ditanya, efeknya sedikit banyak pasti ada. Hal itu sepele tapi menyakitkan. Mau bagaimana lagi, begitulah tradisi kala bertemu dengan orang yang jarang ketemu. Makanya persiapan hati perlu untuk dilakukan.

 

 

2 thoughts on “Persiapan Fisik dan Hati Menyambut Lebaran

  1. betul mba Munasya, tradisi lebaran di tempat kita tuh kalo pas lg ngumpul selalu saja ada pertanyaan yg ssh buat dijawab, kapan nikah, kapan tambah anak, sudah kerja yg mapan blom dsb, kdg kesel tapi kok yg nanya gak mikirin gitu yaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RELATED POST

Review Perjalanan Blog Munasya.com Tahun 2019

Hari ini kalender telah berganti, saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2020 kepada para sahabat semuanya. Seperti di 3 tahun sebelumnya,…

Fenomena Ikan Mabuk di Sungai Bengawan Solo

Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo pada tanggal 18-20 Desember kemarin. Mulai dari bentaran sungai Wilayah Bojonegoro,…

Serba Serbi Belanja di Warung Dekat Rumah

Tepat di depan rumahku ada sebuah warung atau masyarakat sini menyebutnya sebagai toko kelontong. Warung atau toko kelontong tersebut menjual…

Menuju Puncak Lembah Menumbuhkan Asa Dalam Kelas Inspirasi Blora 3

"Apa cita-cita kalian??" tanya saya" Cita cita itu apa?" tanya balik dari seorang anak  "Cita-cita itu adalah sesuatu pekerjaan yang…

error: Content is protected !!