Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Canva Untuk PPT?

Dalam seminggu ini saya tiga kali membuat PPT untuk presentasi. Dua slide saya buat di Canva, dan satu lagi saya buat dengan aplikasi bawaan laptop. Dari tiga pengalaman itu, saya jadi sadar bahwa membuat presentasi di Canva dan membuatnya langsung di aplikasi laptop itu rasanya berbeda sekali. Mulai dari prosesnya, kenyamanannya, sampai hasil akhirnya.

Canva aplikasi Ppt

Artikel ini saya tulis sebagai catatan pengalaman pribadi, barangkali bisa bermanfaat buat teman-teman blog Coretan Dari Desa yang sedang bingung mau membuat presentasi.

Kelebihan Canva: bikin slide jadi cepat dan cantik

1. Mudah dipakai, tidak bikin pusing

Hal pertama yang saya suka dari Canva adalah tampilannya yang sederhana. Saya tinggal klik, tarik, dan ganti tulisan. Tidak perlu belajar desain, tidak perlu lihat tutorial panjang. Pokoknya saya buka Canva, pilih template, dan langsung bisa mulai kerja.

Untuk orang yang sering bingung dan banyak organisasi seperti saya, fitur ini sangat membantu.

2. Banyak template yang tinggal pakai

Kadang ide saya buntu. Mau mulai dari slide kosong rasanya berat. Nah, Canva sangat membantu karena menyediakan banyak template, dari yang formal sampai yang lucu-lucu. Tinggal pilih mana yang sesuai tema kegiatan.

Buat kegiatan literasi, rapat komunitas, atau kerja sosial, saya sering pilih template yang warnanya cerah dan bersahabat. Hasilnya langsung enak dilihat.

3. Semua aset visual sudah tersedia

Di Canva saya tidak perlu buka tab lain untuk cari gambar, ikon, atau ilustrasi. Semuanya sudah ada di dalam. Tinggal klik yang saya mau, pasang, dan selesai.

Kadang saya cuma menambah ilustrasi kecil atau mengganti fotonya saja, tapi slide langsung terlihat lebih hidup.

4. Bisa dikerjakan bareng-bareng

Kalau kerja tim, Canva jauh lebih enak. Kita bisa buka file yang sama, edit dari tempat berbeda, dan kasih komentar langsung di dalam desain. Tidak perlu kirim file satu per satu.

Fitur seperti ini sangat membantu kalau waktunya mepet atau timnya banyak.

5. Bisa Menggunakan Banyak perangkat

Satu hal lagi yang membuat saya betah memakai Canva adalah karena aplikasinya bisa dibuka dari berbagai perangkat. Di laptop bisa, di HP bisa, di tablet juga bisa. Yang paling menyenangkan, satu pekerjaan bisa saya lanjutkan di mana saja tanpa harus mulai dari awal. Misalnya pagi saya ngedit di laptop, lalu siang-siang sambil rebahan saya tinggal buka aplikasi Canva di HP dan lanjutkan bagian yang belum selesai. Semuanya otomatis tersinkronisasi, jadi betul-betul memudahkan orang seperti saya yang sering berpindah tempat dan mengejar waktu.

Kekurangan Canva: ada indahnya, ada repotnya juga

Walaupun Canva memudahkan, tetap ada hal-hal yang menurut saya kurang cocok.

1. Harus internet stabil

Pengalaman saya, Canva itu paling nyaman dipakai ketika internet lancar. Kalau sinyal mulai lambat, semuanya ikut lambat. Geser gambar terasa berat, menyimpan desain lama, bahkan buka template pun butuh waktu.

Untuk daerah atau situasi yang internetnya sering naik turun, ini bisa jadi tantangan. Bahkan ketika saya sedang membuka laman resmi seperti https://dlhserdangbedagai.org/struktur/ untuk mencari referensi, Canva kadang ikutan lemot karena koneksi kurang stabil.

2. File PPT hasil ekspor kadang berubah

Ini bagian yang paling saya rasakan minggu ini.

Karena salah satu presentasi harus dibuka di komputer panitia, saya mengekspor file dari Canva ke format PPT. Tapi begitu dibuka di aplikasi bawaan laptop, ternyata tampilannya berubah:

  • Teks bergeser,
  • Ukuran font tidak sama,
  • Beberapa elemen pecah,
  • Animasi menghilang.

Waktu melihat itu, saya langsung lemas. Soalnya desain yang sudah saya buat rapi berubah jadi tidak karuan.

3. Animasi tidak selengkap PowerPoint

Untuk presentasi sederhana, animasi Canva cukup. Tapi kalau butuh animasi yang lebih halus, lebih detail, atau gerakan khusus, Canva belum bisa menyaingi aplikasi desktop.

4. Banyak elemen yang terkunci Pro

Walaupun Canva menyediakan banyak elemen gratis, tetap saja ada banyak ilustrasi, foto, atau ikon bagus yang hanya bisa dipakai pengguna Pro. Kadang sudah cocok banget, tapi ternyata berbayar.

Cerita singkat dari pengalaman saya

Waktu bekerja di Canva, saya merasa prosesnya cepat dan ringan. Ide lebih mengalir, mata juga lebih nyaman melihat tampilan slide yang bersih. Tapi ketika masuk ke tahap akhir dan harus mempersiapkan file untuk presentasi, di situlah mulai terasa kelemahannya.

Presentasi ketiga minggu ini benar-benar membuka mata saya. File dari Canva yang saya ekspor ke PPT tidak tampil seperti yang saya buat. Saya akhirnya harus membetulkan satu per satu di aplikasi laptop. Lumayan makan waktu, padahal harus segera tampil.

Dari pengalaman dan review canva ini saya belajar beberapa hal kecil tapi penting:

  • Selalu simpan versi PDF sebagai cadangan.
  • Kalau harus ekspor PPT, cek ulang satu per satu.
  • Gunakan font yang umum saja.
  • Jangan mengandalkan satu format, siapkan cadangan.

Canva itu bagus. Sangat membantu untuk pembuatan slide yang cepat, rapi, dan cantik. Cocok untuk orang yang tidak terlalu suka utak-atik detail tapi ingin hasil menarik.

Tapi Canva juga punya kekurangan, terutama ketika slide harus dibuka di perangkat lain. Di bagian itulah Canva kadang membuat kita bekerja dua kali.

Menurut saya, pilih Canva atau aplikasi laptop kembali ke tujuan presentasi: Untuk desain cepat dan estetis: Canva cocok. Untuk presentasi formal atau dengan animasi banyak: aplikasi laptop lebih aman.

Yang paling penting tetap pesannya, bukan alatnya. Canva hanya membantu mempercantik, tapi isi dan ceritanya tetap datang dari kita.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher Contact Person : email : sy4r0h@gmail.com Twitter : @Munasyaroh_fadh IG. : @Muns_Fadh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas
error: Content is protected !!