Menginap di Apache, The Highland Park Resort Bogor

Saat liburan akhir tahun atau di akhir pekan, gak perlu bingung lagi mencari tempat Tour & traveling yang asyik dan beda dari yang lainnya. Di kawasan Bogor ada banyak pilihan menarik yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah The Highland Park Resort Bogor.

Tour Traveling The Highland Park Resort Bogor

 

The Highland Park Resort Bogor punya banyak area glamping dengan tema yang berbeda, dan Apache Camp adalah salah satu kompleks yang paling menarik perhatian. Tempat ini menggabungkan suasana tenda ala suku Apache dengan kenyamanan modern khas resort. Saya sendiri berkesempatan menginap di sana selama tiga hari tiga malam untuk kegiatan Pertemuan Sebaya Relima 2025, dan pengalaman itu cukup meninggalkan kesan yang mendalam.

Selama berada di sana, rasanya seperti berada di tengah alam, tapi tetap menikmati fasilitas lengkap yang membuat kegiatan berjalan nyaman. Tulisan Blog Coretan Dari Desa kali ini merangkum pengalaman saat menginap di Apache – The Highland Park Resort Bogor itu. Siapa tahu bisa jadi bahan pertimbangan untuk perjalananmu berikutnya.

Suasana, Konsep, dan Pemandangan di Apache Camp

Dari luar, tenda-tenda Apache berbentuk seperti rumah kerucut khas suku Indian. Namun saat masuk, suasananya berubah menjadi kamar kecil yang hangat dan rapi. Seluruh kamar tertutup kelambu yang membuat suasana eksotis. Yang membuatnya terasa istimewa adalah pemandangannya, begitu membuka pintu atau jendela, Gunung Salak langsung berdiri megah di depan mata. Kabut tipis di pagi hari sering membuat pemandangan ini terasa seperti lukisan.

Udaranya sejuk khas kaki gunung, dan suasananya tenang. Walaupun konsep utamanya glamping, kenyamanannya tetap terjaga. Pada kegiatan Relima, satu kamar ditempati empat orang: dua tidur di kasur utama dan dua lainnya menggunakan kasur tambahan. Saya pilih yang dibawah, di kasur tambahan.

Sambil mempersiapkan diri untuk kegiatan, saya sempat beberapa kali melihat-lihat referensi tambahan mengenai destinasi dan lingkungan. Sesekali aku membaca update dari berbagai laman berita, termasuk halaman ini: https://dlhpesawaran.org/berita/. Rasanya menyenangkan ketika pengalaman perjalanan dan informasi seputar alam bisa saling melengkapi.

Fasilitas Kamar di Apache Camp

Kamar hotel

Untuk ukuran glamping, fasilitas kamarnya cukup lengkap dan tidak membuat tamu merasa “bertahan hidup”. Selain AC, kamar mandi dalam, dan air panas yang stabil, ada juga:

  • TV
  • Handuk dan amenities standar
  • Colokan listrik di beberapa sudut
  • Lampu tidur
  • Rak gantungan pakaian + Hanger
  • Meja kecil untuk menaruh barang pribadi

Meskipun pencahayaannya sedikit redup—sesuai konsep glamping, kamar tetap terasa nyaman untuk beristirahat. Dan tentu saja, air panas jadi fitur favorit mengingat udara Bogor bisa sangat dingin di malam hari. Minusnya adalah kamar mandi yang sangat sempit. Meskipun area buang air besar dan area mandi biliknya berbeda, namun kurang nyaman dan lega menurutku. Gak ada tempat untuk menaruh pakaian saat mandi. Taruhnya di area wastafel. Jadi mandi ya benar-benar harus bergantian untuk 4 orang.

Akses & Mobilitas di Kawasan Resort

Kompleks The Highland Park Resort Bogor ini cukup luas, dan Apache Camp letaknya paling jauh dari area utama. Kalau jalan kaki, membutuhkan waktu 15-20 menit. Untungnya ada fasilitas antar-jemput menggunakan kendaraan seperti kereta kelinci atau mobil golf. Tamu bisa meminta dijemput atau diantar kapan saja, asalkan menghubungi petugas terlebih dahulu karena kendaraan ini tidak berkeliling otomatis.

Untuk kegiatan besar seperti Pertemuan Relima, fasilitas ini sangat membantu menjaga alur acara tetap rapi. Untuk kepulangan ke kamar, saya selaku diantar oleh drive yang siap siaga. Namun saat keberangkatan menuju lokasi acara, menunggunya lumayan lama. Saya dua kali jalan kaki dari area kamar menuju ruang sarapan. Untungnya itu masih pagi hari, tidak ada panas dan juga hari terang benderang. Anggap saja sekalian olahraga pagi.

Saat malam hari saya dan teman-teman cewek lainnya gak ada yang berani jalan kaki. Pasti nungguin kendaraannya untuk mengantarkan.

Pembagian Kamar Berdasarkan Peserta

Pada kegiatan Relima, peserta perempuan ditempatkan di Apache Camp, sementara peserta laki-laki berada di Mongolian Camp. Lokasinya tidak terlalu jauh dan masing-masing punya konsep berbeda, tetapi keduanya tetap berada dalam satu kawasan resort yang sama sehingga cukup mudah menjangkau satu sama lain.

Kelebihan Apache Camp

Berikut kelebihan Apache Camp versi saya :

  • Konsep kamar unik, hampir mirip perkemahan asli
  • Pemandangan Gunung Salak yang luar biasa indah
  • Udara sejuk dan suasana alami yang menenangkan
  • Nyaman dan aman
  • Fasilitas kamar cukup lengkap
Bentuk bangunan kamar
Bentuk kamar Apache Camp

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

  • Lokasinya sedikit jauh dari area utama resort
  • Antar-jemput harus dipesan, tidak otomatis lewat
  • Pencahayaan kamar cenderung redup
  • Kunci masih manual dan hanya dapat satu tiap kamar
  • Imformasi harga tidak selalu tercantum jelas di website resmi

Estimasi Harga

Dari berbagai sumber, harga menginap di Apache Camp berada pada kisaran ± Rp 300.000 – 1.000.000 per malam, tergantung jumlah tamu, tipe kamar, dan musim. Untuk rombongan, biasanya menggunakan sistem paket kegiatan. Pengecekan langsung ke pihak resort atau OTA seperti Traveloka/Agoda adalah cara paling akurat.

Menginap di Apache Camp menghadirkan sensasi camping versi mewah dengan pemandangan Gunung Salak yang tak pernah bosan dilihat. Suasananya tenang, fasilitasnya cukup lengkap, dan konsepnya memberi pengalaman berbeda dari penginapan biasa. Bagi kegiatan komunitas, gathering, atau liburan santai yang ingin lebih dekat dengan alam tanpa mengorbankan kenyamanan, Apache Camp bisa jadi pilihan yang tepat.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher Contact Person : email : sy4r0h@gmail.com Twitter : @Munasyaroh_fadh IG. : @Muns_Fadh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas
error: Content is protected !!