Cara Menyusun Proposal Kegiatan Sederhana tapi Efektif

Bagi sebagian orang, mendengar kata proposal langsung terasa ribet. Padahal, proposal kegiatan itu sebenarnya hanya alat bantu untuk menjelaskan rencana kegiatan secara tertulis agar mudah dipahami oleh pihak lain, terutama calon pendukung, sponsor, atau instansi terkait.i

Draf Proposal

Proposal tidak harus penuh bahasa formal yang kaku. Yang terpenting adalah jelas, runtut, dan masuk akal. Artikel ini akan membahas langkah demi langkah cara menyusun proposal kegiatan sederhana tapi efektif, sehingga bisa langsung kamu tiru tanpa bingung.

1. Pahami Tujuan Proposal Terlebih Dahulu

Sebelum menulis apa pun, pembaca Coretan Dari Desa perlu tanyakan pada diri sendiri:

  • Proposal ini ditujukan untuk siapa?
  • Apakah untuk izin kegiatan?
  • Untuk mencari dana?
  • Atau sekadar laporan rencana kegiatan?

Dengan memahami tujuan, akan lebih mudah menentukan gaya bahasa, detail isi, dan penekanan di setiap bagian. Proposal untuk sekolah tentu saja berbeda dengan proposal untuk sponsor atau instansi pemerintah.

2. Tentukan Struktur Proposal yang Jelas

Proposal yang baik itu tidak bertele-tele, tapi juga tidak lompat-lompat. Struktur dasar proposal kegiatan sederhana biasanya terdiri dari:

  1. Sampul (Cover)
  2. Latar Belakang
  3. Tujuan Kegiatan
  4. Nama dan Tema Kegiatan
  5. Bentuk dan Jenis Kegiatan
  6. Waktu dan Tempat
  7. Susunan Panitia
  8. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  9. Penutup

Struktur ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tapi sebaiknya urutannya tetap logis. Jika proposalnya ditujukan untuk program tertentu, struktur dari proposal tentunya mengacu pada Juklak Juknis dari program tersebut. Namun konsepnya tidak jauh berbeda dari struktur diatas. Hanya perlu penambahan sedikit di sana sini.

3. Buat Sampul yang Rapi dan Informatif

Sampul tidak perlu desain mewah. Yang penting memuat informasi dasar, seperti:

  • Judul kegiatan
  • Nama organisasi atau panitia pengusung
  • Logo (jika ada)
  • Tahun pelaksanaan

Judul kegiatan sebaiknya singkat, jelas, dan mencerminkan isi kegiatan.

Contoh:

PROPOSAL KEGIATAN

“Literasi Ceria Bersama Anak Kampung”

KOMUNITAS ASSALAMU’ALAIKUM

2026

4. Tulis Latar Belakang dengan Alasan yang Masuk Akal

Latar belakang adalah bagian yang menjelaskan mengapa kegiatan ini perlu dilakukan. Jangan terlalu panjang, tapi juga jangan terlalu dangkal.

Gunakan pola sederhana:

  • kondisi saat ini
  • masalah yang ada
  • alasan kegiatan diadakan

Contoh alur:

Minat baca anak-anak di lingkungan sekitar masih perlu ditingkatkan. Selain itu, keterbatasan akses bacaan dan kegiatan literasi membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang mendorong anak-anak untuk kembali mengenal buku melalui kegiatan literasi yang menyenangkan.

Gunakan bahasa yang wajar dan realistis, tidak perlu berlebihan.

5. Jelaskan Tujuan Kegiatan Secara Spesifik

Tujuan kegiatan harus jelas dan terukur, bukan sekadar formalitas.

Gunakan poin-poin agar mudah dibaca, misalnya:

  • Meningkatkan minat baca anak-anak
  • Menumbuhkan kebiasaan belajar melalui kegiatan kreatif
  • Membangun ruang interaksi positif antar anak dan relawan

Jika memungkinkan, pisahkan antara tujuan umum dan tujuan khusus.

6. Cantumkan Nama dan Tema Kegiatan

Bagian ini sering dianggap sepele, padahal penting. Tema membantu pembaca memahami arah dan nuansa kegiatan.

Contoh:

Nama Kegiatan: Literasi Ceria Anak Nusantara

Tema: Membaca, Bermain, dan Belajar Bersama

Tema tidak harus panjang, tapi relevan dengan kegiatan.

7. Jelaskan Bentuk dan Jenis Kegiatan

Di bagian ini, jelaskan apa saja yang akan dilakukan selama kegiatan berlangsung. Jangan terlalu global.

Contoh:

  • Membaca buku cerita bersama
  • Diskusi ringan isi cerita
  • Kegiatan menggambar atau menulis singkat
  • Permainan edukatif

Jika kegiatan lebih dari satu, susun dalam poin agar mudah dipahami.

8. Tentukan Waktu dan Tempat dengan Jelas

Informasi waktu dan tempat harus spesifik, mencakup:

  • Hari dan tanggal
  • Jam pelaksanaan
  • Lokasi kegiatan

Bagian ini penting agar pihak yang membaca bisa mempertimbangkan kesiapan dan dukungan.

9. Susun Struktur Panitia Secara Sederhana

Tidak perlu terlalu banyak jabatan. Cukup yang penting saja, seperti:

  • Penanggung jawab
  • Ketua pelaksana
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Sie acara (jika ada)

Tuliskan nama dan jabatan dengan rapi. Ini menunjukkan bahwa kegiatan dikelola dengan serius.

10. Buat Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang Masuk Akal

RAB sering jadi bagian yang paling diperhatikan. Buatlah anggaran yang realistis dan transparan. RAB ini adalah jantungnya proposal.

Buat tabel sederhana: yang berisi :

  • No
  • Uraian
  • Jumlah
  • harga satuan
  • total

Hindari angka yang terlalu dibulatkan tanpa alasan.

11. Akhiri dengan Penutup yang Sopan dan Singkat

Penutup berisi harapan dan ucapan terima kasih. Tidak perlu panjang.

Contoh:

> Demikian proposal kegiatan ini kami susun. Besar harapan kami kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Atas perhatian dan dukungan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

Tambahkan tempat, tanggal, dan tanda tangan panitia jika diperlukan.

Penutup

Menyusun proposal kegiatan sederhana sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya adalah jelas, runtut, dan jujur dengan kondisi yang ada. Proposal yang efektif bukan yang paling tebal, tetapi yang paling mudah dipahami dan masuk akal untuk dilaksanakan.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa membuat proposal kegiatan yang rapi, profesional, dan siap digunakan untuk berbagai keperluan.

Berikut contoh proposal yang bisa di edit dan disesuaikan dengan kebutuhan :

1. Proposal Kegiatan Hari Sumpah Pemuda

2. Proposal Pengelolaan Sampah Mandiri

3. Proposal Pengajuan UMKM

4. Proposal Kelompok Peternak Ayam

Munasya

Blogger, Writer and Teacher Contact Person : email : sy4r0h@gmail.com Twitter : @Munasyaroh_fadh IG. : @Muns_Fadh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas
error: Content is protected !!