Kamis, 27 Agustus 2026, saya berkesempatan hadir dalam gathering peluncuran ASUS ExpertBook P5 G2 yang berlangsung di Hotel Morazen, daerah Gubeng Kota Surabaya. Pertemuan ini terasa menyenangkan karena selain bisa bertemu dengan teman-teman, saya juga mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mencoba lebih dekat sebuah laptop yang membawa teknologi AI untuk mendukung pekerjaan.

Ternyata, sudah cukup lama saya tidak menghadiri gathering seperti ini. Bukan sekadar datang, duduk, mendengarkan pemaparan, lalu pulang. Ada suasana berbeda ketika bisa kembali bertemu teman-teman sefrekuensi dalam satu acara, ngobrol santai, bertukar cerita, sekaligus mendapatkan pemahaman baru tentang sesuatu yang sedang berkembang. Salah satunya teknologi AI yang dibenamkan langsung dalam sebuah laptop.
Buat saya, ini menarik. Sebab sekarang laptop bukan hanya tentang bisa digunakan untuk mengetik, membuat presentasi, membuka email, atau melakukan video call. Kebutuhan kerja semakin beragam. Apalagi bagi orang yang aktivitasnya berpindah-pindah, mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, dan membutuhkan perangkat yang bisa mengikuti ritme pekerjaan. Kalau ada AI yang langsung dibenamkan disana, pekerjaan jadi lebih mudah.
Di sinilah ASUS ExpertBook P5 G2 mulai menarik perhatian saya.
AI yang Tidak Selalu Bergantung pada Internet
Salah satu hal yang paling menarik dari ASUS ExpertBook P5 G2 adalah kemampuan AI yang dibawanya.
ASUS memiliki lini AI Series yang memanfaatkan NPU untuk menjalankan sejumlah proses AI secara langsung di perangkat. Artinya, tidak semua pekerjaan AI harus bergantung pada koneksi internet atau diproses di cloud. Ini tentunya sangat sangat penting.

Ketika pekerjaan membutuhkan bantuan AI, tentu akan lebih praktis jika sebagian proses bisa dilakukan langsung dari perangkat. Pekerjaan menjadi lebih efisien dan responsnya bisa lebih cepat untuk fungsi yang memang mendukung pemrosesan lokal.
ASUS ExpertBook P5 G2 sendiri menggunakan prosesor AMD Ryzen AI dengan NPU hingga 55 TOPS pada varian tertentu. Untuk varian ritel di Indonesia, tersedia AMD Ryzen AI 7 445 dengan akselerasi neural hingga 50 NPU TOPS.
Ada pula ASUS MyExpert yang dirancang sebagai asisten cerdas untuk membantu pekerjaan seperti penulisan, email, hingga peringkasan hasil rapat. Bertanya apapun, asisten AI juga langsung bisa menjawabnya
Jadi, AI di sini bukan sekadar tulisan yang ditempelkan pada kemasan produk. Ada fungsi yang memang diarahkan untuk membantu aktivitas kerja.
Data Pribadi Juga Perlu Dijaga
Hal lain yang membuat saya cukup memperhatikan laptop ini adalah aspek keamanannya. Dalam bekerja, perangkat bukan hanya menyimpan dokumen biasa. Ada data pekerjaan, file pribadi, bahan rapat, foto, hingga berbagai dokumen yang tentu tidak boleh sembarang orang akses.
ASUS ExpertBook P5 G2 membawa sejumlah fitur keamanan, termasuk sensor biometrik, TPM 2.0, serta Webcam Privacy Shield. Laptop ini juga mendukung Windows 11 Secured-core PC.
Untuk akses biometrik, pengguna dapat memanfaatkan autentikasi yang didukung perangkat. Jadi akses ke laptop tidak sekadar mengandalkan kata sandi. Buat saya, ini penting. Laptop bisa saja tertinggal di ruang kerja atau dibawa ke berbagai tempat. Setidaknya, ada lapisan keamanan tambahan untuk menjaga data yang tersimpan di dalamnya.
Ringan, tetapi Tidak Main-main Soal Performa

Saya juga cukup tertarik dengan bobotnya. ASUS ExpertBook P5 G2 memiliki bobot mulai dari 1,27 kilogram. Untuk saya yang cukup sering berpindah tempat, dari satu kota ke kota lainnya, angka ini terasa relevan. Laptop harus bisa masuk tas tanpa membuat bawaan terasa terlalu berat.
Namun, ringan bukan berarti mengorbankan kemampuan. Laptop ini dapat menggunakan RAM hingga 96GB DDR5 dan mendukung dua slot SSD M.2 dengan kapasitas penyimpanan hingga 6TB. Artinya, ketika kebutuhan pekerjaan bertambah, perangkat masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Selama ini males membawa laptop kemana-mana, karena beratnya. Beban hidup…. Eeee beban yang dibawa saat bepergian ke luar kota, biasane sudah banyak. Kalau ditambah laptop tentu makin berat. Biasanya saya masukkan kerjaan dalam drive, baru kemudian di buka lewat smartphone. Agak kecil sih dan tidak nyaman, namun tetap dilakukan. Kalau misalnya punya laptop seringan Asus ExpertBook P5 G2, gak ragu buat dibawa ke Jakarta, ke Surabaya maupun kemanapun saat kerjaan ada.
Laptop Panas Saat Dipangku?
Ada satu fitur yang mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menarik ketika dibicarakan dalam konteks penggunaan sehari-hari. ASUS membekali ExpertBook P5 G2 dengan teknologi ExpertCool untuk membantu mengelola panas perangkat.
Sistem pendinginan ini dirancang untuk membuang panas secara efisien sekaligus menjaga suara kipas tetap rendah ketika laptop bekerja dalam beban tinggi. Jadi ketika bekerja dalam posisi yang tidak selalu ideal, pengelolaan suhu menjadi bagian yang penting.
Saya sendiri cukup sering menggunakan laptop dalam berbagai posisi. Karena itu, laptop yang mampu mengelola panas dengan baik tentu memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman.
Port Lengkap, Tidak Harus Repot Bawa Banyak Dongle
Hal lain yang saya lihat langsung dari spesifikasinya adalah konektivitasnya. ASUS ExpertBook P5 G2 menyediakan USB4 Type-C, USB Type-C, USB Type-A, HDMI 2.1, audio jack, serta RJ45 Lan. Buat pekerja mobile, port lengkap seperti ini cukup membantu.
Kadang kita harus presentasi menggunakan HDMI. Di tempat lain mungkin membutuhkan koneksi LAN. Belum lagi perangkat USB yang masih sering digunakan. Dengan port yang tersedia langsung di laptop, kebutuhan membawa dongle tambahan bisa berkurang.
Ada Cerita tentang Lingkungan Juga
Menariknya, pembahasan ASUS dalam acara ini tidak berhenti pada performa dan teknologi. Ada pula perhatian terhadap aspek keberlanjutan. ASUS menyampaikan berbagai komitmen terhadap produk yang lebih ramah lingkungan. Dalam materi produk, ASUS juga mencantumkan berbagai standar dan sertifikasi lingkungan, termasuk EPEAT Gold Climate+, ENERGY STAR 9.0, TCO 10.0, FSC Recycle, WEEE, dan RoHS.
Dalam gathering, saya juga mendapatkan informasi mengenai upaya pengurangan karbon ASUS. Pada 2025, ASUS disebut telah mencapai pengurangan karbon sebesar 30%, dengan target menuju pengurangan yang lebih besar hingga 100% pada 2030.
Bagi saya, informasi seperti ini menarik karena perkembangan teknologi seharusnya juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Jadi, Kapan Punya?

Nah, ini yang agak bahaya dari datang ke gathering seperti ini. Niat awalnya cuma datang, bertemu teman-teman, mengikuti acara, dan melihat produk yang diperkenalkan. Setelah melihat ASUS ExpertBook P5 G2 dari dekat, malah jadi kepikiran, “Kayaknya enak juga kalau punya satu.”
Apalagi setelah melihat bagaimana laptop ini menggabungkan performa, AI, keamanan, desain yang ringan, pendinginan ExpertCool, sampai port yang lengkap. Buat saya, ini bukan sekadar laptop yang enak dilihat saat dipajang. Ada banyak fitur yang memang terasa dekat dengan kebutuhan kerja sehari-hari.
Harganya memang masuk kategori laptop profesional. ASUS ExpertBook P5 G2 tersedia dengan harga Rp19.799.000 untuk varian PM5406CKA dan Rp21.599.000 untuk varian PM5406CGA.
Kalau kebutuhan kita memang berkaitan dengan pekerjaan, bisnis, mobilitas, meeting online, pengolahan dokumen, sampai aktivitas yang mulai banyak memanfaatkan AI, rasanya investasi pada perangkat kerja memang perlu dipikirkan dengan matang.
Buat para pebisnis, profesional, korporasi, maupun pelaku UMKM yang sedang mencari laptop kerja dengan kemampuan AI, ASUS ExpertBook P5 G2 bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Dan kalau setelah membaca tulisan ini pembaca Coretan Dari Desa juga mulai penasaran seperti saya, tidak perlu menunggu sampai ada gathering lagi untuk melihatnya.
Produk ini bisa dicari melalui store resmi ASUS dan kanal penjualan resmi ASUS. Jadi, bisa langsung melihat varian yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pekerjaan masing-masing.
Saya datang ke gathering untuk bertemu teman-teman. Pulangnya malah membawa satu keinginan baru. Punya ASUS ExpertBook P5 G2 untuk menemani pekerjaan sehari-hari. 😄
