KANTIN KEJUJURAN SEBAGAI PEMBELAJARAN ANTI KORUPSI SEJAK DINI


Ketika bel istirahat berbunyi, nampak para murid berhamburan keluar kelas. Salah satu tujuan favoritnya adalah kantin sekolah untuk membeli makanan dan minuman. Disana mereka dapat memilih berbagai menu makanan favorit sebagai upaya pelepasan lelah setelah dijejali berbagai pelajaran yang menguras otak dan pikiran.

Namun ada yang berbeda dalam pandangan mata di kantin ini, disini tidak ada yang namanya penjaga atau penjual kantin. Yang ada hanyalah para murid yang mengambil makanan sendiri, membayar makanan sendiri dengan memasukkan uangnya dalam sebuah wadah jika butuh uang kembalian murid dapat mengambil uang kembaliannnya sendiri di wadah uang tersebut.

Saya agak kaget menyaksikan hal tersebut, karena tidak biasa terjadi. Saya kemudian mencoba bertanya pada pengurus sekolahnya tentang hal tersebut. Pengurus sekolah menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dilakukan sejak lama dan dilakukan untuk pembelajaran bagi para murid agar mengkedepankan kejujuran dalam berbagai hal salah satunya dalam pembelian makanan.

Didalam kantin yang diberi “Kantin Kejujuran” ini menurut pengurus sekolah para murid harus punya keimanan dan kejujuran yang tertanam dalam dada masing-masing dan harus dipupuk sejak dini. Mereka secara tidak langsung diajari agar tidak keliru atau pura-pura keliru memasukkan makanan kedalam perutnya agar berkah bagi kesehatan tubuh dan pikirannya.

Dengan adanya “Kantin Kejujuran” ini pihak sekolah berharap para muridnya belajar jujur untuk diri sendiri dan orang lain yang kelak akan berguna saat besar nanti. Untung rugi dalam kantin tiada dipersoalkan yang penting adalah bisa mendidik para murid dengan praktek langsung agar jujur serta tidak korupsi dan terus diterapkan sampai dewasa.

Andaikan di negeri ini semua sekolah menerapkan program kantin kejujuran ini, maka generasi Indonesia kedepan dapat dipastikan akan bebas korupsi dan dapat diandalkan untuk meneruskan bangsa ini kearah yang lebih baik dan membanggakan. Negeri ini tidak akan lagi dikenal sebagai paling banyak korupsinya.

Foto-0149
Edukasi Kantin Kejujuran

Dengan adanya “Kantin Kejujuran” akan melatih para murid bertindak jujur dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak dapat dipungkiri masih ada sedikit yang berlaku curang namun setidaknya jumlahnya dapat dikurangi  dari waktu kewaktu. Hasil dari evaluasi kantin kejujuran akan dapat mengukur tingkat kejujuran di suatu tempat/instansi sekolah. Jika banyak kerugian berarti tingkat kejujuran di tempat tersebut sangat rendah, sebaliknya jika menuai keuntungan dapat dipastikan orang-orang didalamnya adalah orang-orang yang penuh kejujuran.

Kantin kejujuran akan berhasil jika ada komitmen bersama dari semua pihak di sekolah bukan hanya atas dasar inisiatif Kepala Sekolah maupun guru saja namun butuh kesadaran dari semua pihak akan pentingnya sebuah kejujuran. Kantin Kejujuran di sebuah sekolah juga perlu keteladanan sebuah kejujuran dari semua unsur sekolah, bisa dimulai dari penjaga sekolah, tenaga TU, unsur komite sekolah dan lain-lain. Semua harus bersinergi bersama demi mensukseskan keberhasilan sebuah Kantin Sekolah. Secara makro keteladanan mempunyai fungsi psikologis yang luas dan berdampak memunculkan motivasi eksternal sehingga murid tumbuh kesadaran diri untuk berbuat jujur sebagai timbal balik dari contoh yang mereka terima.

Yang terpentung dari adanya “Kantin Kejujuran” ini adalah adanya sosialisasi mendalam kepada para siswa tentang konsekuensi atas perbuatan yang mereka langgar.  Para murid perlu ditanamkan rasa takut atas pelanggaran yang mereka buat dengan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT. Selain siksa/adzab di dunia yang akan diperoleh juga akan mendapat siksa di Akherat. Penanaman sejak dini tentang konsekuensi tersebut akan membekas di sanubari dan melekat hingga dewasa nanti.

One Comment

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!