KOMPOSTER RUMAH TANGGA (KRT) SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH

Dewasa ini limbah dari rumah tangga yang berupa sampah telah membuat momok yang menakutkan di sebagian masyarakat. Bagaimana tidak, sampah yang dihasilkan setiap hari menumpuk dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Timbunan sampah juga menyebabkan terjadinya banjir di mana-mana. Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) kian hari makin menggunung dan kapasitasnya tidak lagi memadai.

Sampah rumah tangga yang menumpuk
Sampah rumah tangga yang menumpuk

Untuk mengurangi timbunan sampah yang menggunung tersebut, alangkah baiknya jika kita dapat mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat. Salah satunya adalah dengan membuat kompos. Kompos era sekarang ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi para pecinta tanaman. Kompos digunakan sebagai media tanam sekaligus bahan yang menyuburkan tanaman.
Kompos sendiri ada yang beraneka ragam,  salah satunya yang akan saya informasikan disini adalah kompos yang dibuat dari komposter KRT.

Komposer KRT merupakan sebuah alat yang terbuat dari tong plastik yang diberi pipa untuk masuknya udara dan dapat digunakan untuk memproses sampah basah yang mudah membusuk menjadi kompos.

Jenis sampah yang diolah dalam komposter KRT:
1. Sampah organik mudah membusuk diantaranya sisa dapur (sayur, nasi, ikan, buah, tomat, wortel dsb)
2. Sampah kebun yang berwarna hijau
3. Makanan basi, makanan kadaluarsa dll (bukan yang mengandung daging).

Kemampuan Komposter Dapat difungsikan untuk keluarga dengan anggota keluarga 4 – 6 orang dan dapat digunakan sampai jangka waktu 8 bulan.

Komposter KRT harus diletakkan di atas bak resap dengan Ukuran bak resap 80×80 cm atau 1×1 m. Kemudian isi bak resap pasir dan kerikil, taruh dibawah komposter.
Komposter KRT ini harus terhindar dari panas matahari langsung (harus ada teduhan pelindung atau ditaruh di bawah pohon sehingga sinar matahari tidak dapat masuk).

Cara mengolah sampah organik dengan komposter KRT :

  1. Masukkan sampah organik yang sudah membusuk diantaranya sisa dapur misalnya buangan sayur, buah, tomat, wortel, sampah kebun yang berwarna hijau, makanan basi dan lain sebagainya. Sampah sisa dapur dipilah terlebih dahulu. sisa makanan yang berkuah ditiriskan.
  2. Sampah yang berukuran besar dirajang kecil-kecil (ukuran 2 – 5 cm). Yang kecil dibiarkan saja dan langsung dimasukkan.
  3. Masukkan sampah dapur dan sampah sampah yang telah dirajang lalu tutup komposter dengan rapat agar tidak kemasukan air hujan.
  4. Lakukan pengisian tiap hari, apabila sudah hampir penuh yakni sampai bagian pipa atas, pengisian harus dihentikan.
  5. Lakukan sesuai dengan prosedur atau tahap tahapnya agar diperoleh hasil kompos dengan kwalitas bagus.
  6. Setelah penuh tutuplah KRT dengan rapat dan biarkan sampai 30 sampai 60 hari.
  7. Setelah 30 sampai 60 hari, kompos sudah matang dan siap dipanen. Ciri dari kompos yang sudah matang dan siap digunakan adalah adanya perubahan warna dari bahan kompos yang beraneka rupa menjadi coklat kehitaman, teksturnya juga lunak dan tidak berbau menyengat.  Apabila masih terasa basah dapat dikeringkan dengan cara di jemur atau diangin-anginkan supaya hasilnya berkualitas.
    Kompos yang sudah jadi dapat diaplikasikan atau digunakan untuk media tanam yang sangat menyuburkan.

Ayo hidup bersih !!!

One Comment

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!