MENGEMBANGKAN PEMUDA PEDULI BANGSA

​Apakah ada yang pernah mendengar istilah “The Power of Giving?” jika belum, perlu dijelaskan secara umum bahwa Itu adalah istilah yang menggambarkan tentang kekuatan dahsyat dari kegiatan berbagi yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Tanoto Foundation sebagai salah satu lembaga filantorpi yang memberikan beasiswa di Indonesia, ingin memberikan pesan tentang bagaimana arti pentingnya sebuah kata berbagi dalam pendidikan. Kisah tentang dahsyatnya dampak berbagi saat ini ingin Tanoto Foundation tularkan kepada seluruh penerima beasiswanya dengan tujuan untuk membantu mengatasi masalah pendidikan Indonesia.

Masalah Pendidikan Indonesia

Saat ini harus diakui, keterbatasan biaya menjadi salah satu problem di dunia pendidikan negeri kita. Banyak diantara masyarakat yang tidak mampu mendapatkan pendidikan layak dan bermutu karena mengalami keterbatasan bidang ekonomi. Oleh karenanya kehadiran organisasi/pihak swasta yang memberikan beasiswa bagi para pelajar disambut antusias oleh warga masyarakat. Salah satu organisasi tersebut adalah Tanoto Foundation.

Tanoto Foundation yang didirikan oleh seorang pengusaha bernama Sukanto Tanoto dan istrinya Tinah Bingei Tanoto, tidak sekadar memberi bantuan finansial belaka pada para pelajar yang membutuhkan. Mereka mempunyai misi lain terhadap para penerima beasiswanya yang dinamai dengan Tanoto Scholars.

Berbeda dengan program beasiswa lain di Indonesia, salah satu kegiatan Tanoto Foundation yang diberi nama Tanoto Scholars tersebut ingin menjadikan para penerima beasiswa sebagai pemuda yang memiliki kesadaran sosial dan peduli masyarakat. Tidak hanya sebatas pencapaian nilai akademik yang tinggi.

“Para penerima beasiswa Tanoto Foundation terpilih bukan hanya karena mereka memiliki nilai akademis yang baik, tapi juga karena memiliki potensi menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto.

Masalah Pendidikan Indonesia

Tanoto Foundation tahu persis bahwa pendidikan akademis saja tidak akan cukup untuk membentuk karakter seorang pemimpin. Pendidikan moral juga penting. Sebab, bagaimana bisa seseorang menjadi pemimpin bangsa yang bisa mengarahkan masa depan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik jika tidak punya sikap kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar?

Oleh karena itu Tanoto Foundation telah mengajak para Tanoto Scholars membentuk Tanoto Scholar Association (TSA) di berbagai daerah. Melalui TSA ini, mereka didorong berpartisipasi dalam beragam aksi sosial untuk masyarakat. Kegiatan ini mampu melahirkan para pemuda yang peduli pada masyarakat.

Awalnya memang banyak diantara mereka tidak mengikuti kegiatan sosial di masyarakat, namun lambat laun mereka sadar dan akhirnya merasa terpanggil untuk ikut berperan serta dalam kegiatan masyarakat. Salah satu contoh nyata adalah salah seorang anggota TSA dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang bernama Intan Ravanza.

Pada 8 November 2015, TSA UGM menggelar Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk anak-anak di Kampung Wisata Jetisharjo, sebuah kampung di bantaran Kali Code, Yogyakarta. Mulanya Intan menilai kalau menggambar dan mewarnai hanyalah sebuah kegiatan sepele. Namun, setelah melihatnya langsung, Intan melihat ada nilai-nilai penting yang diajarkan kepada anak-anak, yakni manajemen waktu, keberanian, dan kreativitas. Ia menjadi sadar dan kian termotivasi untuk berperan serta di masyarakat setelah mengikuti kegiatan TSA UGM.

Lembaga Beasiswa di Indonesia

Intan mencoba menceritakan sebuah kejadian yang dialami peserta kakak beradik Shifa dan Sheril. Sheril yang lebih muda kesulitan mewarnai. Ia akhirnya tidak merasa percaya diri untuk memamerkan hasil karyanya. Namun, Shifa mau membantu dan meminta rekan peserta lain agar tidak mengomentari negatif hasil karya Sheril sehingga Sheril percaya diri serta bangga dengan karyanya. Kejadian itu semakin membuat Intan sadar bahwa banyak pihak yang perlu dibantu. Kaum muda seperti dirinya harus mau terjun ke masyarakat untuk ikut memecahkan beragam masalah sosial.

“Selain bisa berbagi dengan adik-adik di Jetisharjo, kegiatan ini juga banyak mendatangkan manfaat bagi saya dan teman-teman TSA UGM yang lain. Kami bisa belajar bekerja sama dalam tim untuk mewujudkan kegiatan ini. Kami juga belajar dari adik-adik tentang bagaimana memberi dukungan dan memotivasi serta menumbuhkan rasa percaya diri orang lain,” papar Intan.

Sosok seperti Intan inilah yang ingin dikembangkan oleh Tanoto Foundation melalui berbagai kegiatannya, termasuk program beasiswa di Indonesia. Selain mengatasi masalah pendidikan Indonesia, mereka ingin melahirkan generasi muda yang peduli masyarakat. Diharapkan, generasi muda inilah yang akan menjadi pemimpin Indonesia yang tidak hanya memiliki beragam ilmu pengetahuan tapi juga kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi.

7 Comments

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!