Pengalaman Buka Bersama di Masjid Namira

Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momen umat Islam untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta, namun juga dapat menambah pahala dan mempererat kebersamaan dengan orang-orang di sekitar kita. Hal tersebut mengilhami pengurus Masjid Namira Lamongan untuk mengadakan berbagai kegiatan di bulan Ramadhan. Salah satunya adalah dengan mengadakan buka bersama di Masjid Namira Lamongan.

Masjid megah yang mengusung suasana Mekkah dan Madinah dan terletak di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamingan tersebut setiap hari tak pernah sepi dari kunjungan para jamaah. Di bulan suci Ramadhan, kunjungan para jamaah dari Kabupaten Lamongan maupun luar Kabupaten membludak. Mulai pukul 16.00 WIB jamaah mulai berdatangan. Ada yang sendirian dan ada banyak pula yang berombongan. Parkir mobil dan motor yang teramat luas membuat para jamaah tidak khawatir tidak mendapatkan tempat parkir.

Selama bulan Ramadhan ini, saya sendiri sudah datang 2 kali ke Masjid Namira Lamongan. Saya tidak sendirian datang kesana, namun bersama dengan rombongan dari TBM BINTANG BRILLIANT. Yang pertama bersama anak-anak kelas 3 & 4 beserta orang tuanya di minggu ke 3 Ramadhan. Lalu yang kedua bersama anak-anak TBM yang sudah duduk di bangku SMP dan SMA di minggu ke-4 atau minggu terakhir Ramadhan. 2 kali kedatangan saya ke Masjid Namira untuk berbuka puasa tersebut memberi pengalaman yang berbeda-beda. Beberapa bagiannya pengen saya bagikan disini.

Buka bersama di masjid Namira
Rombongan TBM Bintang Brilliant

Selain untuk ngabuburit menunggu saatnya berbuka puasa, kegiatan buka bersama di Masjid Nanira tersebut tentunya menambah keakraban, silaturrahmi dan juga pengalaman anggota serta Pengurus TBM Bintang Brilliant yang saya kelola.

Pada keberangkatan yang pertama, bersama 2 rombongan mobil sewaan, saya berangkat dari rumah pukul 15.30 WIB dan sampai disana kurang lebih 1 jam kemudian karena di beberapa jalan ada sedikit kemacetan. Pada keberangkatan kedua, berangkatnya agak molor sekitar pukul 16.00 WIB. Walaupun jumlah rombongan lebih sedikit yakni 1 mobil tapi waktu kumpulnya molor dari jadwal. Sampai di sana juga kurang lebih 1 jam perjalanan.

Setelah tiba disana dan mobil mendapatkan tempat parkir, saya dan rombongan kemudian berbaris untuk mendapatkan kupon buka bersama yang sudah disiapkan panitia Masjid Namira. Antrian barisan tidak terlalu lama karena ada pemisahan antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Yang laki-laki ada 2 barisan sedangkan yang perempuan ada 3 baris antrian. Keberangkatan pertama dan kedua tidak ada perbedaan yang signifikan Selain mendapatkan 1 kupon, masing-masing jamaah juga mendapatkan air mineral gelasan dan makanan kecil untuk takjil. Untuk anak-anak mendapatkan biskuit, sedangkan yang dewasa mendapatkan kurma manis.

Sebelum adzan maghrib tiba, para jamaah yang datang dan sudah mendapatkan kupon bisa masuk kedalam tenda besar yang sudah disediakan di sebelah barat Masjid serta duduk manis mendengarkan tausiyah dari Kyiai atau Syeh yang ditugaskan untuk itu. Antara jamaah laki-laki dan perempuan ada sekat yang membatasi, jadinya tidak berbaur jadi satu.

Baca juga : Kejutan Ramadhan Ekstra Dari Tokopedia

Setiap hari selama Bulan Ramadhan, pengurus Masjid Namira mengadakan taysiyah pengajian agama sebelum adzan Maghrib tiba. Tema dan pematerinya berbeda-beda setiap hari. Jadwalnya tersaji dengan jelas dan bisa dilihat serta dibaca di pintu masuk tenda tempat buka bersama. Tausiyah dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berakhir beberapa saat sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Pengajian Masjid Namira
Mendengarkan tausiyah agama di Masjid Namira

Saat Adzan Maghrib tiba, semua orang bergegas untuk membatalkan puasa dengan minum air dan memakan takjil yang sudah dibagikan. Setelah itu bergegas untuk wudhu dan melakukan Sholat Maghrib berjamaah. Karena yang datang sangat banyak, antrian di tempat Wudhu membludak dan berdesak-desakan. Alhasil tidak sedikit yang sholatnya ketinggalan karena harus gantian di tempat wudhu.

Bagi yang tidak membawa mukenah untuk sholat, di sebelah timur tempat wudhu ada ruangan khusus buat peminjaman mukena. Ada petugas yang melayani disana. Jumlahnya juga banyak, jadi gak perlu khawatir tidak kebagian. Sholat bisa dilakukan dengan khusyuk.

Baca juga : Petualangan di Bali Hari Keenam

Seusai Sholat Maghrib, kemudian saatnya untuk buka bersama. Disini lagi-lagi jamaah harus antri menukarkan kupon yang didapatkan sebelumnya dengan nasi kotak/nasi bungkus. Karena mempunyai niat yang sama dan berada dalam waktu yang sama, antrian pembagian nasi ini lumayan panjang dan lama. Harus sedikit bersabar untuk mendapatkannya.

Pada keberangkatan pertama, semua anggota rombongan saya yang kurang lebih 35 orang, mendapatkan jatah Nasi. Yang anak-anak mendapatkan Nasi Kotak khas M2M sedangkan yang dewasa dapat nasi bungkus. Namun pada keberangkatan kedua yang hanya 15 orang, ada 2 anggota rombongan yang tidak mendapatkan jatah nasi karena kehabisan. Mungkin yang datang terlalu banyak atau yang nyumbang makanan berkurang, saya sendiri tidak tahu. Saya sendiri sebagai ketua rombongan tidak enak hati.

Akhirnya setelah menunggu sangat lama (hampir Adzan Isya), ada kiriman susulan Nasi kotak M2M. Saya bergegas buat mengambilkan anggota rombongan yang tidak kebagian, tapi dari Panitia cuma dikasih satu, yang satunya harus ambil sendiri. Awalnya sih malu, tapi daripada dia kelaparan akhirnya dianya mau ambil sendiri. Buka bersama di Masjid Namira pun bisa dinikmati bersama-sama.

Buka bersama di masjid Namira
Buka bersama di masjid Namira

Pengalaman buka bersama di Masjid Namira memberikan banyak pelajaran berharga buat saya dan anggota rombongan lainnya. Pengalaman tersebut tidak membuat kapok, dan tahun depan ingin mengikutinya lagi. Semoga kita bisa bertemu Ramadhan tahun depan dan melakukan banyak kegiatan positif lainnya untuk menambah ketakwaan pada ALLAH dan menjalin silaturrahmi antar sesama.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!