Memahami Lebih Dekat Reksa dana Manulife Syariah

Pemahaman saya mengenai Reksadana  Dana kembali bertambah pasca mengikuti Kopdar Investarian Mami di Kaya Kafe & Resto Surabaya tanggal 13 Januari 2019. Pada pertemuan yang membahas lebih dalam mengenai Reksa Dana Manulife Syariah tersebut, makin banyak ilmu investasi yang saya dapatkan.

Kopdar Investarian kali ini merupakan kopdar ketiga yang saya ikuti. Di Kopdar Investarian pertama, saya sudah mengulasnya dalam artikel yang berjudul Kopdar Investarian Dari Blog Ke Investasi. Kopdar Kedua yang berlangsung pada Bulan September tahun lalu saya juga sudah mempelajari Penyiapan dana darurat dengan investasi reksa dana. Kali ini pembahasannya spesial dengan memahami lebih dekat Reksa Dana Manulife Syariah.

Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Syariah

Dalam sebuah Hadist yg diriwayatkan oleh HR Bukhori, Rosulullah SAW bersabda “Simpanlah sebagian dari hartamu untuk kebaikan masa depan kamu karena itu jauh lebih baik bagimu
Hadist diatas mengisyaratkan tentang pentingnya investasi untuk masa depan.

Melakukan investasi sesuai dengan hukum agama merupakan kebutuhan sekaligus keinginan banyak orang. Hanya saja banyak yang enggan berinvestasi karena takut tidak sesuai akidah dan syariah. Hadirnya Reksadana Syariah tentunya memberikan pencerahan buat pilihan investasi keuangan kita warga masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.

Hakekat Rejeki Kita

Sebelum membahas lebih dalam mengenai Reksa Dana Manulife Syariah,  Bpk Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen pada Kopdar Investarian Mami Ketiga mengajak para peserta untuk memahami konsep rezeki terlebih dahulu. Menurut Pak Leg, Sapaan akrab Pak Legowo, rejeki yang kita dapatkan sebenarnya adalah titipan Allah. Rejeki yang kita dapatkan itu juga bukan untuk kita sendiri, tapi ada hak orang lain juga didalamnya.

Disamping untuk diri sendiri dan pasangan (jika sudah menikah), rejeki kita itu juga ada haknya anak, haknya orang tua dan juga orang lain yang membutuhkan. Hak anak antara lain  adalah untuk keperluan biaya hidup sehari-hari dan biaya pendidikan mereka. Haknya orang tua kita berikan karena mereka telah merawat kita sejak kecil dan sekarang sudah tidak mampu lagi mencari nafkah Sebagai gantinya kita harus memberikan sebagian rejeki kita untuk biaya hidup dan perawatan kesehatan mereka. Selain itu jangan lupakan fakir muskin, anak yatim dan kaum dhuafa di sekitar kita. Mereka berhak mendapatkan rejeki kita melalui zakat, infak dan sedekah yang kita salurkan. Pokoknya kita harus adil dalam membagikan rejeki tersebut, tidak boleh di ambil untuk diri sendiri.

Konsep Rejeki kita seperti terlihat dalam gambar bagan dibawah ini :

Konsep rejeki

Sejak manusia lahir hingga masa tua tidak terlepas dari biaya keuangan. Setiap lini kehidupan membutuhkan biaya. Semakin banyak usia yg dijalani, semakin banyak biaya kehidupan yang digunakan. Sayangnya dibalik biaya hidup yang mengiringi sangat sedikit orang yang memikirkan masa pensiunnya. Kebanyakan orang termasuk saya pribadi selalu anggap remeh dan ah….. itu urusan nanti, masih bisa dipikirkan kapan-kapan.

Pentingnya Investasi

Kalau dipikir-pikir harapan hidup orang Indonesia itu rata-rata 70 tahun, sementara usia pensiun biasanya ada di usia 55 tahun. Itu berarti periode pensiunnya 15 tahun atau totalnya 180 bulan. Di 180 bulan tersebut, pertanyaan klasik yang ajaib pasti muncul  “Setelah pensiun biaya hidup kita dari mana??”

Hal yang terpikirkan pertama kali adalah mengandalkan belas kasih anak. Tapi kalau tidak punya anak atau anak kita sudah punya banyak tanggungan, akankah kita tega menjadi beban mereka???. Tunjangan dari anak tidak akan bisa mencukupi kebutuhan kita yang juga pastinya seringkali digerogoti masalah kesehatan di masa tua. Kita juga tidak bisa mengandalkan program jaminan sosial dari pemerintah maupun kekayaan rumah tangga. Bekerja lagi dan berwirausaha juga bukan pilihan yang tepat karena usia yang sudah tidak lagi produktif dan tenaga yang sudah habis.

Pilihan yang paling aman dan harus terpikirkan mulai saat ini adalah dengan berinvestasi. Rejeki yang menjadi hak kita dan pasangan yang kita dapatkan saat ini, alangkah baiknya dimasukkan dalam investasi. Manfaat dan keberkahannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan menyimpan di dalam brankas atau dibelikan barang mahal.

Reksa Dana Manulife Syariah
Bpk Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen pada Kopdar Investarian Mami Ketiga

Investasi bukan hanya bermanfaat untuk kita di masa depan, namun juga bermanfaat bagi orang lain di saat ini. Jika di masa depan kita bisa mengambil hasil dari investasi yang kita tanamkan dengan mengalahkan inflasi. Di masa kini, investasi kita bisa bisa diputar dan dapat dimanfaatkan orang lain untuk usaha tanpa perlu kita merasa kehilangan nominal maupun nilainya.

Tapi Investasi tidak sekedar investasi lhoo… harus pilih-pilih. Jangan sampai terkena investasi bodong yang memiliki ciri hasil tinggi dengan resiko rendah. Di Manulife Indonesia ada namanya Reksa Dana Syariah yang aman, amanah, terjangkau, likuid dan tentunya memiliki banyak keuntungan serta keberkahan didalamnya. Reksa Dana Manulife Syariah merupakan jenis investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan investasi masa kini.

Investasi Reksa Dana Manulife Syariah

Investasi Reksa Dana Syariah di Manulife memiliki ciri-ciri : Wakalah Mudharabah, DES, UPIS dan MAMI. Penjelasan ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:
Reksadana Manulife Syariah

Akad Reksa Dana Syariah yang meliputi Wakalah Mudharabah sudah sesuai dengan prinsip syariah. Hal itu sesuai dengan penjelasan DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) dalam fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001. Keharusan pengelola investasi Reksa Dana syariah yang harus memiliki Dewan Pengawas Syariah memberikan rasa aman bagi kita sebagai investor yang notabene adalah seorang muslim.

Keberadaan Dewan Pengawas Syariah dapat memastikan bahwa penghasilan dan keuntungan yang diperoleh investor Reksa Dana Syariah sudah sesuai kaidah syariah agama. Dana yang diinvestasikan tidak boleh dikelola pada pembelian saham industri barang-barang haram atau yang mengandung unsur najasy, risywah, zhuhm, mudarat, riba, maisir, gharar, tadiis, ikhtikar dsb. Seandainya Dewan Pengawas Syariah menemukan sedikit saja laba hasil investasi Reksa Dana Syariah yang tidak sesuai syariah, maka manajer investasi harus mengeluarkan saham-saham yang tidak sesuai syariah tersebut dengan segera. Jikalau sudah terlanjur masuk, dana harus dikeluarkan dalam bentuk charity agar pendapatan yang diperoleh benar-benar murni sesuai dengan aturan syariah.

Dengan adanya prinsip syariah yang diterapkan dalam Reksa Dana Manulife Syariah, investor tidak perlu khawatir modal yang dititipkan kepada manajer investasi akan dikelola dengan cara salah dan tidak sesuai syariah. Hasil rejeki yang didapatkan dengan cara syariah insyaallah halal dan membawa keberkahan dunia akhirat bagi pemiliknya.

PT Manulife Aset Manajemen Investasi atau yang dikenal dengan MAMI memiliki 4 jenis Reksa Dana Syariah. Jenis Reksa Dana tersebut adalah Reksa Dana Manulife Syariah Sektor Amanah (MSSA), Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dolllar AS (Mansyaf), Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), dan yang terbaru adalah Manulife Dana Kas Syariah (MDKS). Kita bisa memilih jenis Reksa Dana tersebut sesuai kebutuhan dan keinginan.

Jika masih bingung atau ragu mengenai investasi Reksa Dana Syariah, anda bisa langsung membuka www.klikmami.com. atau kepoin fansPage : Reksa Dana Manulife, Instagram : @reksa.dana.manulife, serta Twitter : @ManulifeRD.  Customer service Reksa Dana Manulife siap sedia melayani dan menjawab rasa keingintahuan anda.

Pengalaman Investasi di Reksa Dana Manulife Syariah

Saya sendiri sudah memulai investasi reksadana sejak beberapa bulan yang lalu untuk menjawab rasa keingintahuan saya dan juga sebagai wujud investasi saya di masa depan. Kebetulan yang saya pilih adalah Reksa Dana Manulife Dana Kas Syariah. Alhamdulillah perkembangan investasi saya tergolong lumayan. Dibandingkan dengan menabung uang di bank, investasi Reksa Dana jauh lebih menguntungkan. Ada penambahan saldo juga sebagai hasil investasi.

Walaupun jumlah investasi saya di Reksa Dana Manulife Syariah relatif kecil, namun tidak ada potongan administrasi sama sekali. Berbeda jauh dengan menabung di bank yang selalu ada potongan administrasi tiap bulan. Kedepannya saya berharap bisa menambah saldo investasi saya secara rutin sehingga permasalahan keuangan di masa depan langsung terselesaikan.

6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!