BIMTEK 4 HARI SERASA KULIAH 4 SEMESTER

Ada banyak hal yang sudah saya dapatkan pasca mengikuti Bimtek Kepenulisan Sejarah di Kota Malang tanggal 19 – 23 Februari kemarin. Disamping mendapatkan banyak informasi, pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa, saya juga mendapatkan teman dan kolega baru. Pengalaman mengikuti Bimtek 4 hari yang diadakan di Hotel Kartika Graha tersebut, berasa seperti kuliah 4 semester.

Bimtek 4 hari
Peserta Bimtek Penulis Sejarah do Kota Malang Tahun 2018

Keinginan untuk menulis sejarah Lokal Desa Pucangro terasa lebih ringan pasca mengikuti Bimtek ini. Dari sekian banyak orang yang mendaftar, saya menjadi salah satu dari 50 peserta yang lolos mengikuti Bimtek 2018 di Malang. Sebagian besar peserta adalah guru yang sudah mempunyai banyak pengalaman mengajar, hanya ada beberapa orang saja, termasuk saya yang non pengajar. Namun kesemuanya memang tidak ada yang berlatar belakang pendidikan sejarah, karena ketentuannya yang demikian. Tapi mereka semua adalah orang yang mempunyai kemampuan menulis dan minat yang lumayan tinggi dalam menulis sejarah.

Baca juga : Belajar Sejarah Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Kegiatan hari pertama tanggal 19 Februari dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Namun saya sendiri baru datang pukul 15.00 karena memang perjalanan dari Lamongan ke Malang lumayan jauh. Sampai di hotel, saya langsung dapat kamar dan menaruh barang bawaan untuk selanjutnya masuk ke Aula mengikuti acara pembukaan (Gak sempet mandi dan ganti baju). Meskipun sedikit terlambat, namun tetap bisa mengikuti dan sedikit menyerap inti pembahasan.

Kegiatan Bimtek di Hotel Kartika Graha Malang tersebut dibuka oleh Ibu Triana Wulandari yang merupakan Direktur Sejarah Kemdikbud dan didampingi oleh Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Malang, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Setelah acara basa basi dan perkenalan (yang saya sendiri gak kebagian berkenalan karena terlambat datang), Ibu Triana menyampaikan tentang segala hal mengenai tujuan diadakannya Bimtek Kepenulisan Sejarah Tingkat Nasional ini.

Tujuan dari Bimtek ini menurut Bu Triana adalah untuk melahirkan penulis-penulis sejarah handal yang berasal dari pendidikan non sejarah. Dari Bimtek ini diharapkan dapat menginventarisasi tenaga kesejarahan yang berprofesi sebagai penulis sejarah.

Bimtek 4 hari
Salah satu pemateri Bimtek Kepenulisan Sejarah di Kota Malang

Sementara Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Malang, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya atas dedikasi dan minat peserta dalam mengikuti Bimtek ini. Peserta yang berasal dari beragam profesi sama-sama mempunyai keinginan yang kuat untuk menulis sejarah. Hal itu akan mencetak banyak sejarahwan baru.

Pasca pembukaan dan sambutan-sambutan, peserta digenjot dengan berbagai materi dan pembahasan ilmu kesejarahan. Kegiatan berhenti sejenak saat waktu Ishoma saja. Rasa menjadi mahasiswa dan mengikuti kuliah mulai muncul kembali dalam kegiatan Bimtek 4 hari ini. Ada 5 doktor bidang kesejarahan yang mengisi materi dan memberikan banyak ilmu serta pengetahuan baru bagi peserta. Narasumber yang berasal dari unsur akademisi ini menyampaikan beberapa hal penting yang dibutuhkan peserta terkait kepenulisan sejarah.

Baca juga : Hobi Yang Mengalihkan Duniaku

Narasumber Bimtek ini adalah Ibu Dr. Tri Wahyuning M Irsyam dari Universitas Indonesia, Pak DR. Sarkawi B Husein dari Universitas Airlangga, Pak Brahmantyo dari UI, serta Pak Iksan Rosyid dan Pak Adrian Perkasa dari UNAIR. Mereka ini adalah Guru Besar yang mumpuni di bidang Ilmu Kesejarahan. Bertemu dengan mereka merupakan kesempatan langka, terutama Bapak Sarkawi Husein yang merupakan penulis Buku Sejarah Lamongan Dari Masa Ke Masa.

Sampul Buku Sejarah Lamongan Dari Masa Ke Masa

Ada lima materi pembelajaran utama yang disampaikan dalam 2 hari pertama Bimtek Kepenulisan Sejarah. Materi tersebut mengenai Pengantar Ilmu Sejarah, Metode Sejarah, Sejarah Lokal, Penulisan Sejarah dan Materi Kepenulisan Bahasa Indonesia.

Dalam 2 hari tersebut, rasanya seperti mengikuti kuliah singkat 2 semester. Materinya benar-benar berbobot dan sambung menyambung. Peserta hanya bisa istirahat saat Ishoma di siang hari dan juga sore harinya. Jam Tidurnya diatas jam 10 malam, sehingga tidak ada waktu untuk berleha-leha.

Walaupun digenjot habis-habisan dan diberi banyak materi, ternyata peserta tidak ada yang mengeluh. Semuanya antusias dan terus mengikuti jalannya Bimtek. Tak jarang ada yang bertanya di tengah-tengah materi karena ingin tahu lebih mendalam mengenai materi yang diberikan. Tak heran mereka ini adalah orang orang yang haus pengetahuan dan pengen terus belajar, sehingga semangat untuk mengikuti kegiatan tak pudar. Saya yang terkadang merasa suntuk saat materi, ikut tertular virus ingin tahu mereka. Kalau gak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, kapan lagi bisa mendapatkan materi gratis dari guru besar sejarah seperti saat bimtek 4 hari ini.

Yang perlu digaris bawahi terkait ilmu sejarah adalah bahwasanya itu sejarah itu pokok bahasannya adalah mengenai manusia. Apapun yang diteliti dalam ilmu sejarah, semuanya tidak boleh lepas dari adanya unsur manusia. Teknik kepenulisan sejarah harus runtut dan sesuai kaidah yang berlaku. Mulai dari penentuan tema, menulis latar belakang, tujuan penulisan, rumusan masalah, ruang lingkup sampai metode sejarah dan sistematika penulisan, semuanya tidak boleh asal-asalan.

Dalam menulis sejarah juga tidak boleh terjebak pada asumsi-asumsi yang menjurus pada mitos atau legenda. Menulis sejarah harus didasarkan pada sumber-sumber primer, seperti catatan, buku, berita surat kabar dan lain sebagainya. Wawancara diperbolehkan tapi hanya sebagai penunjang saja. Dari sini saya baru sadar kalau pemikiran saya selama ini salah dan harus diperbaiki. Pembuatan Judul kepenulisan sejarah harus melibatkan peran manusia dan mencantumkan kronologi (waktu).

Setelah penyampaian materi ilmu sejarah dan metode penulisan sejarah, 2 hari selanjutnya diisi dengan kegiatan bimbingan penulisan sejarah. Kegiatan ini sama persis dengan bimbingan skripsi atau tesis di perguruan tinggi. Bedanya hanya pada waktunya. Jika di perguruan tinggi pada umumnya bimbingan skripsi kurun waktunya dalam 1 atau 2 semester, pada Bimtek 4 hari ini bimbingannya hanya 2 hari saja.

Bagaimana model bimbingan dan juga mekanisme kepenulisan sejarah yang saya buat dalam waktu 2 hari? Nantikan di postingan selanjutnya (Bersambung).

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!