Belajar Sejarah Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Secara etimologi, sejarah berasal dari bahasa Arab, syajaratun, yang artinya pohon. Kata tersebut kemudian berkembang secara luas dan dapat diartikan sebagai peristiwa di masa lalu yang dapat dipelajari dan diambil manfaatnya di masa kini.

Pelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah – sekolah formal. Setiap peristiwa yang sudah terukir sebagai sejarah akan berdampak besar terhadap perubahan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan politik masyarakat. Sejarah juga mengajarkan berbagai pengalaman dan pelajaran baru bagi semua orang yang mengetahuinya.

Belajar sejarah

Dengan belajar sejarah kita dapat mengetahui kesalahan-kesalahan pendahulu kita di masa lalu dan mengetahui kunci keberhasilan mereka dahulu. Kita juga bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan orang orang di masa silam lewat sejarah. Hal itu berguna sebagai pembelajaran di masa sekarang. Jika baik atau berhasil bisa ditiru dan jika jelek atau gagal kita tidak lagi mengulanginya.

Baca juga : Pengalaman Baru Naik KA Maharani

Sejarah berguna untuk menjalani hidup di masa kini dan menyusuri kehidupan di masa yang akan datang. Belajar tentang sejarah dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana-rencana di masa depan, sebagai bahan evaluasi dan juga dapat digunakan sebagai pembanding kehidupan masa lampau dengan masa kini.

Di dalam kitab suci Al-Quran terdapat banyak kisah sejarah yang dapat dipelajari. Disana terdapat kisah perjuangan para Nabi dan rasul dalam menegakkan tauhid di muka bumi. Selain itu, juga ada kisah hikmah yang dapat menjadi teladan hidup bagi seluruh umat manusia, contohnya adalah kisah Luqman yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya, kisah Nabi Ibrahim dan putranya yang penuh kesabaran dan masih banyak lagi lainnya. Kisah-kisah seperti ini perlu diketahui dan diteladani.

Baca juga : Kisah Rasulullah SAW : Air Sedikit Menjadi Berlimpah

Sejarah kehancuran umat terdahulu juga diceritakan dalam Al-Quran, seperti kisah hancurnya Kaum ‘Ad, Tsamud, Saba’, dan balatentara Fir’aun. Sejarah seperti ini bukan untuk dicontoh, namun hanya untuk dipelajari dan dijadikan rujukan jangan sampai kita seperti mereka.

Sudah terbukti, mendelegitimasi sejarah berdampak fatal bagi peradaban manusia. Kita dapat terjerumus kedalam kegagalan karena tidak mengindahkan sejarah. Sejarah dapat dijadikan sebuah jendela untuk melihat apa yang terjadi sebelumnya, baik kisah tentang kesuksesan, kegagalan dan proses-prosesnya. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran berharga yang pastinya sangat berguna untuk kehidupan ke depan.

Dalam mempelajari dan belajar sejarah, kita tidak hanya perlu belajar sejarah orang lain saja, tapi kita juga bisa belajar dari pengalaman masa lalu diri kita sendiri. Baik pengalaman indah maupun pengalaman buruk, gagal atau berhasil, semuanya bisa kita jadikan pelajaran berharga untuk menatap masa depan.

Dari kegagalan setidaknya kita bisa belajar supaya tidak jatuh lagi ke lubang yang sama. Kita bisa tahu mana yang lebih baik. Sedang dari kesuksesan kita bisa belajar tentang apa yang kita lakukan hingga bisa berhasil dan dapat ditingkatkan lagi. Apapun yang terjadi tetap jangan lupakan sejarah. Dengan belajar sejarah kita bisa menata masa depan dengan lebih baik.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia.

#ODOPOKT1

10 Comments

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!