KAJIAN TEORI GURU SEBAGAI PENDIDIK

Istilah guru lazim digunakan untuk menyebut orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan, sopan santun, budi pekerti, dan sebagainya. Berikut ini akan disampaikan beberapa teori tentang guru yang didapat dari berbagai literatur

Menurut Hamzah B. Uno (2008: 15), guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar dan membimbing peserta didik. Sehingga orang yang disebut guru adalah orang yang mempunyai kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pembelajaran.

kajian teori guru

Abdul Majid (2006: 123), mengemukakan bahwa guru adalah orang yang bertugas membantu murid untuk mendapatkan pengetahuan sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya, oleh karena itu guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencangkup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen pengertian guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Salah satu indikator dari suatu profesi adalah adanya keterampilan kerja. Namun, tidak setiap orang yang memiliki keterampilan kerja pada sesuatu bidang dipandang sebagai seorang profesional. Tingkatan keterampilan kerja ada dua, yaitu keterampilan teknis (keterampilan vokasional), yaitu keterampilan yang tidak perlu didukung konsep atau teori tertentu yang diperoleh dari suatu jenjang pendidikan tinggi, dan keterampilan profesional yang perlu didukung oleh konsep dan teori tertentu yang harus dikuasai melalui jenjang pendidikan tinggi.

Pendidik (guru/dosen) merupakan keterampilan profesional yang untuk menyandang profesi tersebut harus menempuh jenjang pendidikan tinggi pada program studi kependidikan. Pada saat ini profesi pendidik merupakan sesuatu yang ideal bila dibandingkan dengan profesi lain. Bila seorang dokter dapat menjalankan tugasnya sebagai dokter dengan prosedur kerja dan teknik yang baku dapat mendapatkan hasil yang jelas dan tepat, maka hal ini tidak ditemui pada profesi pendidik. Meskipun pendidik memiliki bekal pengetahuan tentang bagaimana menghadapi peserta didik yang bermasalah dan bagaimana mengelola kelas yang baik, namun bila diterapkan belum tentu diperoleh hasil yang diharapkan.

Suatu cara yang cocok digunakan untuk mengajar materi tertentu belum tentu cocok untuk materi yang lain. Demikian pula di tangan seorang pendidik mungkin suatu metode efektif, tetapi di tangan pendidik yang lain mungkin tidak efektif. Hal inilah yang menyebabkan profesi pendidik merupakan profesi yang sangat sulit dan tidak semua orang pandai yang bergelar sarjana dapat menjadi pendidik yang baik.

Pekerjaan sebagai pendidik/Guru seringkali menimbulkan ketegangan dan frustasi. Keadaan ini sangat dimungkinkan menimpa pendidik wanita, karena selain harus menjalankan tugas sebagai pendidik yang demikian berat, juga masih terbebani pekerjaan domestik yang juga berat. Terlebih jika pasangannya tidak mau tahu dan tidak meringankan beban pekerjaan tersebut.

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!