BERWISATA SEJENAK DI KAMPUNG JODIPAN MALANG YANG PENUH WARNA

Jodipan adalah sebuah nama kelurahan yang masuk di wilayah kecamatan Blimbing, Kota Malang Jawa Timur. Jika anda pergi ke kampung Jodipan 3 tahun yang lalu, tentu anda akan merasa jengah dan pengen cepat-cepat balik. Tapi hal itu tidak berlaku di masa sekarang. Berkat hadirnya delapan orang mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang yang sedang KKN di tahun 2016, perkampungan kumuh ini disulap menjadi sebuah kampung wisata yang penuh warna-warni.

Kampung Jodipan Malang
Pemandangan dari atas Kampung Jodipan Malang

Saat saya dulu masih kerja di Malang, Kampung ini masih terlihat kumuh dan bikin mata bosan. Namun saat ada kesempatan pergi ke Malang acara Bimtek Kepenulisan Sejarah akhir Februari kemarin, Kampung Warna Warni Jodipan menjadi destinasi wisata yang ingin saya dikunjungi. Tempatnya yang berada di area tengah kota Malang membuat tempat ini mudah dijangkau dari mana saja. Kampung Jodipan Malang yang dulu merupakan ‘pemukiman kumuh‘ sekarang menjadi tempat yang sangat menarik dan banyak dikunjungi wisatawan.

Kampung Jodipan Malang terbagi menjadi dua bagian. Yang satu bernama Kampung 3D (baca Tridi) dan satunya bernama Kampung Warna-warni. Kedua kampung ini dipisahkan oleh aliran Sungai Berantas. Antar kedua kampung dihubungkan oleh sebuah Jembatan Kaca yang instagramhable banget. Pemandangan dari atas Jembatan teramat sangat mengagumkan. Disana bisa melihat seluruh pemandangan kampung wisata Jodipan Malang.

Harga tiket masuk antara dua kampung ini berbeda. Kampung 3D saat saya masuk kemarin (Februari 2018) biayanya 3.000 rupiah, itu sudah termasuk souvenir berupa gantungan kunci. Sedangkan jika masuk kedalam Kampung Warna-warni biayanya 2.000 rupiah dengan souvenir yang berupa stiker. Jika di Kampung 3D biaya masuk di bayar tepat di pintu masuk kampung, di Kampung Warna-warni tagihan biaya masuk ditarik persis di bawah jembatan kaca.

Saya awalnya kaget saat ada penarikan biaya masuk di bawah jembatan kaca. Kirain itu ulah oknum yang ingin mendapatkan keuntungan sendiri, mengingat mereka seperti pengunjung kebanyakan yang tidak berseragam. Kesannya juga tidak ramah sama sekali. Hampir mirip seperti menodong. Namun setelah saya perhatikan lebih jauh dan berlama-lama di dekat mereka, saya akhirnya membayar juga, toh cuma 2.000 rupiah saja.

Kesempatan dekat dengan mereka saya gunakan untuk tanya-tanya seputar Kampung Warna Warni Jodipan. Ada banyak hal yang saya ketahui dari hasil tanya jawab ini. Kedepannya saya berharap, penjaga pintu masuk yang menarik tiket bisa lebih ramah lagi dan kalau bisa memakai seragam supaya terlihat lebih profesional.

Jembatan kampung Jodipan Malang
Jambatan Kaca Kampung Jodipan Malang

Ada Apa di Kampung Jodipan?
Di area Kampung Wisata Jodipan, semua rumah dicat penuh warna-warni. Setiap bagian yang tampak dari luar, dicat hingga sedetail-detailnya. Pagar, kusen jendela, tangga, atap, pintu dan lain-lain dicat sedemikian rupa sehingga tampak menyolok kala dipandang.

Sesuai namanya, di area Kampung 3D, akan banyak ditemukan tembok-tembok rumah yang dibuat dengan teknik 3D. Gambarnya tampak hidup dan nyata. Ada pula gazebo/gardu tinggi yang sengaja dibuat sebagai salah satu spot foto dan melihat areal kampung dari ketinggian.

Sementara di Kampung Warna-Warni, kesan terang benderang lebih terasa. Meskipun lukisan di tembok tidak sebanyak di Kampung 3D, namun pemilihan warna cat yang terang dan penuh warna bikin betah memandangnya. Semua bagian dicat dengan warna berbeda sehingga sehingga tampak menarik di gunakan sebagai background foto. Di beberapa bagian ada hiasan payung warna warni yang bikin pemandangan makin cantik.

Warna warni kampung Jodipan Malang
Kampung Warna-warni Jodipan Malang

Jika anda datang ke Malang dari arah Blitar menggunakan kereta atau sebaliknya, anda akan disambut dengan pemandangan kedua kampung yang penuh warna ini sesaat sebelum tiba/sampai di Stasiun Malang.

Jalanan di kedua kampung ini berupa gang-gang kecil yang hanya cukup dilintasi motor dan pejalan kaki. Mobil tidak akan bisa lewat sama sekali, karena disamping sempit, bentuk jalannya juga tidak rata. Ada banyak tanjakan dan turunan yang berbentuk undakan/tangga. Tidak disarankan memakai sepatu hak tinggi bila berada disini, karena dipastikan akan keseleo saat naik/turun di tanjakan. Walaupun jalannya tidak seperti jalan saat Petualangan di Bali Hari Keenam, namun lumayan bikin ngos-ngosan jika berjalan terlalu cepat.

Kampung Jodipan Malang
Fojus ke tangganya bukan ke orangnya

Gak usah takut bakal nyasar bila berada di kampung Jodipan Malang, karena ada banyak petunjuk di mana spot-spot yang bagus untuk foto. Jumlah pengunjung tiap harinya juga sangat banyak, terutama saat di akhir pekan. Pengunjung dapat berkeliling di dalam gang-gang sempit yang sudah disulap jadi sesuatu yang istimewa.

Berhubung saya tidak suka dengan background kartun atau tokoh-tokoh lain, background payung warna warni dan tumbugan hijau jadi pilihan saya.

Kampung Jodipan Malang
Selfie dengan aneka background warna warni

OMeskipun ada banyak wisatawan yang berkunjung, warga setempat tetap beraktivitas seperti biasa tanpa merasa terganggu sama sekali. Mungkin karena mereka sudah terbiasa. Wisatawan tidak perlu khawatir ketika harus mencari fasilitas umum. Fasilitas umum seperti mushalla/masjid, wc, kamar mandi juga tersedia banyak.

Secara garis besar Kampung Jodipan Malang bisa jadi alternatif liburan saat di Malang. Namun hal yang masih mengganggu pemandangan adalah masalah sampah yang masih terlihat menumpuk disana-sini. Ada banyak sampah botol yang berserakan. Mungkin kedepan pemerintah atau pengelola bisa mengatasi hal ini. Pendirian Bank Sampah bisa jadi alternatif yang bagus.

Lokasi Kampung Jodipan Malang
Letak Kampung Jodipan Malang yang berada di tengah kota memudahkan wisatawan atau pengunjung datang ke tempat ini. Ada banyak transportasi umum yang tersedia. Jika anda dari luar kota Malang, anda bisa menggunakan KA dan berhenti di stasiun Malang Kota Baru. Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit menuju kampung ini. Busa juga menggunakan becak, angkot atau ojek online jika tidak ingin capek. Jika dari Terminal Arjosari waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan. Lokasinya berada tepat di pinggir Jalan Gatot Subroto Malang.

Wisatawan dapat berkunjung ke Kampung Jodipan Malang ini setiap waktu. Namun jam berkunjung terbaik adalah saat pagi atau sore hari karena tidak terlalu panas dan hasil fotonya lebih bagus. Jika malam hari, hasil fotonya tentu kurang memuaskan. Ayo berwisata sejenak di kampung Jodipan Malang yang penuh Warna.

(Visited 38 times, 1 visits today)
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *