Pembiasaan Sholat Dhuha pada Anak, Bentuk Karakter Islami

Dalam dunia pendidikan Islam, pembiasaan sholat Dhuha menjadi salah satu strategi terbaik untuk menanamkan karakter mulia pada anak sejak usia sekolah dasar. Sholat sunnah ini bukan hanya mengajarkan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan. Tidak heran, banyak lembaga pendidikan mulai memasukkan kegiatan Dhuha sebagai rutinitas pagi sebelum pembelajaran dimulai.

Sholat Dhuha

Apa Itu Sholat Dhuha?

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu pagi, mulai matahari naik sekitar pukul 07.00 sampai menjelang Dzuhur. Waktu ini adalah momen yang menenangkan, sehingga sangat cocok bagi anak-anak untuk memulai hari dengan ibadah yang memberi ketentraman hati.

Dasar perintah sholat Dhuha juga sangat kuat. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

> “Kekasihku (Nabi Muhammad ﷺ) mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha dua rakaat, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits lain menyebutkan bahwa sholat Dhuha bernilai seperti sedekah untuk seluruh sendi tubuh manusia setiap hari.

Keutamaan Sholat Dhuha untuk Anak

Banyak orang tua mencari informasi tentang keutamaan sholat Dhuha dan bagaimana manfaatnya bagi perkembangan karakter anak. Beberapa manfaat paling besar antara lain:

1. Melatih Disiplin dan Ketepatan Waktu

Sholat Dhuha mengajarkan anak untuk bangun lebih pagi, bersiap, dan melaksanakan ibadah pada waktu tertentu. Rutinitas ini sangat baik untuk membangun karakter disiplin.

2. Menumbuhkan Rasa Syukur

Anak belajar bahwa tubuh yang sehat adalah anugerah Allah sehingga wajib disyukuri. Rasa syukur ini membentuk pribadi rendah hati, tidak mudah mengeluh, dan selalu menghargai kebaikan.

3. Menenangkan Hati dan Pikiran

Pagi hari adalah waktu paling kondusif. Dengan melaksanakan sholat Dhuha, anak menjadi lebih tenang, fokus, dan siap mengikuti pelajaran. Rutinitas ini dapat menjadi soft therapy untuk membangun ketenangan emosional.

4. Membangun Kemandirian dan Keikhlasan

Karena sholat Dhuha bersifat sunnah, anak belajar untuk beribadah bukan karena paksaan, melainkan keinginan sendiri. Inilah bentuk kemandirian spiritual yang sangat penting dalam pendidikan karakter Islami.

Pada beberapa kegiatan pembinaan karakter, guru juga bisa merujuk struktur dan pembagian tugas lembaga tertentu seperti yang dicontohkan pada halaman https://dlhkabbrebes.org/struktur/ untuk membantu penyusunan program pembiasaan yang lebih terarah.

Mengapa Pembiasaan Sholat Dhuha Penting dalam Pendidikan Karakter Islami?

Dalam konsep pendidikan Agama Islam, karakter tidak dibentuk hanya melalui teori, tetapi melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Rutinitas sholat Dhuha adalah contoh terbaik pendidikan berbasis amaliyah. Anak tidak hanya diberi tahu tentang pentingnya disiplin, kesabaran, dan rasa syukur, tetapi langsung mempraktikkannya.

Keutamaan ini menjadikan sholat Dhuha sebagai salah satu ibadah pembentuk karakter yang paling mudah diterapkan di sekolah maupun rumah.

Cara Membiasakan Sholat Dhuha pada Anak

Agar pembiasaan sholat Dhuha menjadi efektif, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  1. Melaksanakan sholat Dhuha bersama di sekolah minimal dua kali seminggu.
  2. Membuat jurnal sholat Dhuha sebagai alat pemantauan rutin.
  3. Memberikan teladan: guru atau orang tua ikut sholat bersama anak.
  4. Menyampaikan hadits-hadits ringan tentang manfaat sholat Dhuha.
  5. Memberikan apresiasi non-materi kepada anak yang konsisten.

 

Pendekatan positif dan konsisten membuat kegiatan Dhuha menjadi sesuatu yang dinanti, bukan dibebani.

Pembiasaan sholat Dhuha bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi sebuah proses pendidikan karakter Islami yang sangat kuat. Anak yang terbiasa sholat Dhuha tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bersyukur, tenang, ikhlas, dan mandiri. Dengan mengintegrasikan sholat Dhuha dalam kegiatan sekolah maupun keluarga, kita membantu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan akhlak.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher Contact Person : email : sy4r0h@gmail.com Twitter : @Munasyaroh_fadh IG. : @Muns_Fadh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas
error: Content is protected !!