​BEGINI CARA MENGELOLA BANK SAMPAH 

Sampah memang selalu menjadi masalah dimana saja baik masalah lingkungan, kebersihan maupun kesehatan. Dewasa ini berbagai pihak telah gencar mengkampanyekan gerakan lingkungan pengelolaan sampah. Salah satunya yang paling berhasil adalah dengan mendirikan bank sampah. 


Apa Itu Bank Sampah?

Bank sampah adalah sebuah wadah/tempat/ perkumpulan yang yang diperuntukan untuk mengurangi volume sampah dengan cara mengelola dan memanfaatkan sampah sebagai sumber penghasilan tambahan. Cara kerja dari bank sampah adalah dengan mengumpulkan sampah kering/non organik sebanyak-banyaknya dan dijual kepada petugas atau pengepul yang ditunjuk.

 

Sebelum membahas lebih lanjut, Anda bisa membaca hal ini terlebih dahulu Langkah Pembuatan Bank Sampah

Pengurus dari bank sampah biasanya akan membuatkan buku tabungan untuk masing-masing anggotanya, sehingga administrasi keuangan bisa lebih transparan dan terorganisir. Biasanya sampah yang disetorkan tidak langsung ditukar/diwujudkan dengan uang namun dicatat terlebih dahulu didalam buku tabungan tersebut. Pengambilan disesuaikan dengan kesepakatan, bisa saat mencapai jumlah tertentu atau pada periode tertentu. Oleh karenanya para penyetor sampah diharuskan mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota agar lebih mudah dalam administrasinya.

Bank sampah yang baik adalah bank sampah yang memiliki sistem administrasi yang baik, pengepul tetap, para anggota dan juga pengurus/petugas yang bertanggung jawab.

Baca juga Pengalaman ikut Lomba pengelolaan sampah

Adapun administrasi kelengkapan yang harus dipunyai oleh bank sampah diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Buku tabungan untuk anggota
  2. Buku daftar anggota 
  3. Buku induk besar keuangan Bank sampah
  4. Buku rekap penyetoran anggota
  5. Daftar hadir anggota yang menyetorkan sampah

Sementara untuk pengelolaannya diperlukan beberapa orang sebagai petugas dan pengelola Bank sampah yang bertanggung jawab dalam pengoperasiannya.

Petugas sampah dan pengadministrasiannya

Pada prakteknya yang dibutuhkan dalam pengoperasiannya Bank sampah adalah :

  1. Petugas penimbang sampah
  2. Petugas pencatat jumlah sampah yang disetorkan tiap anggota.
  3. Petugas pengelola tabungan yang  menulis hasil setoran kedalam buku tabungan, buku rekapan dan buku induk 
  4. Petugas pengelola sampah yang melakukan negosiasi dengan pengepul dan mengawasi proses pengepulan sampah sekaligus menerima uang dari pengepul dan melaporkannya pada petugas lain.

Proses penyetoran sampah di bank sebelumnya harus terjadwal dengan baik. Misalnya seminggu sekali atau dua Minggu sekali. Pada saat hari penyetoran sampah, langkah umum yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Anggota yang datang menyetorkan sampah harus mengisi daftar hadir
  2. Setelah mengisi daftar hadir, anggota memperlihatkan sampah yang disetorkannya kepada petugas. Jika sampah masih tercampur belum dipilah sesuai jenisnya, maka anggota dengan dibantu petugas memilah-milah sesuai jenisnya. Barang bekas yang dari besi dijadikan satu dengan barang besi lain, yang terbuat dari plastik di satukan dengan sesama plastik. Begitu juga dengan jenis lainnya seperti karet, kertas dan kardus harus disatukan dengan jenisnya tidak boleh dicampur. 
  3. Jika sampah sudah dibedakan berdasarkan jenisnya, sampah itu kemudian ditimbang satu-satu oleh petugas penimbang menurut jenis masing-masing. Hal ini dilakukan karena harga dari masing-masing jenis sampah berbeda. Sampah besi biasanya harganya lebih mahal daripada sampah kertas atau sampah plastik.
  4. Hasil penimbangan baik jenis dan timbangannya dicatat oleh petugas pencatatan dalam kertas kecil dan diserahkan ke anggota. 
  5. Anggota tersebut kemudian menyetorkan catatan kecil itu pada petugas pengelolaan tabungan. Dan petugas pengelolaan tabungan ini menuliskannya di dalam tabungan anggota serta di buku induk Bank sampah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesemrawutan saat proses penimbangan. 
  6.  Sampah yang telah ditimbang kemudian dimasukkan kedalam karung-karung atau wadah besar sesuai dengan jenisnya masing-masing. 
  7. Seusai penimbangan dan pencatatan berakhir dan sampah yang terkumpul sudah cukup banyak. Petugas yang ditunjuk dapat segera menghubungi pengepul sampah untuk ditimbang kembali sesuai jenisnya dan ditukarkan dengan uang.
  8. Jika ingin lebih bernilai lebih lagi, sampah-sampah yang terbuat dari plastik atau kertas bisa didaur ulang dengan dibuat atau dibentuk menjadi aneka kerajinan dan bernilai jual tinggi. 
Aneka kreasi kerajinan dari daur ulang sampah

Baca juga Contoh Proposal Pengelolaan sampah
Keberadaan bank sampah dilingkungan masyarakat sudah terbukti ampuh meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Karena sampah tidak lagi dibuang di mana-mana tapi bisa dijadikan sumber rupiah. Demikianlah uraian tentang Cara mengelola Bank Sampah, semoga bisa bermanfaat.
Jika anda punya pertanyaan, atau tambahan lain terkait cara Operasional Bank sampah bisa ditambahkan ke komentar. Anda juga dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat bagi orang lain.

12 Comments

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!