Menulis artikel tidak selalu harus dimulai dari membaca banyak referensi. Kita juga bisa menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Pengalaman sehari-hari dapat menjadi bahan tulisan yang menarik jika dikembangkan dengan sudut pandang dan pembahasan yang tepat.

Banyak orang sebenarnya memiliki pengalaman yang bisa dibagikan, tetapi tidak tahu bagaimana mengubahnya menjadi artikel. Padahal, pengalaman mengikuti kegiatan, menggunakan suatu produk, melakukan perjalanan, mengajar, bekerja, belajar, atau menghadapi suatu masalah dapat menjadi bahan tulisan.
Menulis artikel dari pengalaman sendiri juga memiliki kelebihan. Penulis lebih memahami kejadian yang diceritakan sehingga proses menulis biasanya lebih mudah. Namun, pengalaman tetap perlu disusun dengan baik agar artikel tidak hanya menjadi cerita pribadi, tetapi juga memberikan manfaat kepada pembaca.
Apa Itu Artikel dari Pengalaman Sendiri?
Artikel dari pengalaman sendiri adalah tulisan yang menggunakan pengalaman penulis sebagai bahan utama pembahasan. Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi informasi, cerita, tips, pembelajaran, atau sudut pandang yang dapat dipahami pembaca.
Artikel seperti ini berbeda dengan catatan harian. Catatan harian biasanya hanya ditujukan untuk mencatat kejadian yang dialami. Sementara artikel dari pengalaman sendiri perlu memiliki pembahasan yang lebih jelas dan relevan bagi pembaca.
Misalnya seseorang pernah mengikuti pelatihan membuat blog. Pengalamannya dapat dikembangkan menjadi artikel berjudul “Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Blog”. Dengan cara tersebut, pengalaman pribadi berubah menjadi informasi yang dapat digunakan orang lain.
1. Pilih Pengalaman yang Layak Ditulis
Tidak semua pengalaman harus dijadikan artikel. Pilih pengalaman yang memiliki informasi, pelajaran, masalah, solusi, atau sudut pandang yang dapat dibagikan. Coba ingat kembali kegiatan yang pernah dilakukan. Bisa berupa pengalaman bekerja, belajar, mengikuti kegiatan, menggunakan layanan, mengunjungi suatu tempat, atau mencoba sesuatu yang baru.
Pengalaman sederhana pun dapat menjadi artikel selama memiliki pembahasan yang jelas. Jangan merasa harus memiliki pengalaman yang luar biasa untuk mulai menulis.
2. Tentukan Sudut Pandang Tulisan
Satu pengalaman dapat menghasilkan beberapa artikel dengan sudut pandang berbeda. Karena itu, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dibahas dari pengalaman tersebut.Misalnya Anda pernah mengikuti kegiatan pelatihan menulis. Pengalaman tersebut dapat ditulis menjadi “Pengalaman Mengikuti Pelatihan Menulis”, “Hal yang Saya Pelajari dari Pelatihan Menulis”, atau “Tips Mengikuti Pelatihan Menulis untuk Pemula”.
Ketiganya berasal dari pengalaman yang sama, tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Menentukan sudut pandang akan membuat artikel lebih fokus dan tidak melebar ke berbagai pembahasan.
3. Tentukan Manfaat untuk Pembaca
Sebelum mulai menulis, tanyakan satu hal sederhana: apa yang bisa didapatkan pembaca dari pengalaman saya?
Pertanyaan ini penting agar artikel tidak hanya berisi cerita dari awal sampai akhir. Pembaca perlu mendapatkan informasi atau pembelajaran yang dapat mereka gunakan. Misalnya Anda menulis pengalaman mengikuti sebuah kegiatan. Jangan hanya menjelaskan kapan kegiatan berlangsung dan siapa saja yang hadir. Jelaskan juga apa yang dilakukan, apa yang dipelajari, kendala yang ditemukan, dan hal apa yang mungkin berguna bagi orang lain.
4. Catat Fakta dan Detail Pengalaman
Setelah menentukan topik, catat kembali detail pengalaman yang masih diingat. Tuliskan tempat, waktu, kegiatan, orang yang terlibat, masalah yang muncul, serta hal penting lainnya. Tidak perlu langsung menyusun kalimat yang sempurna. Buat saja daftar informasi yang ingin dimasukkan ke dalam artikel.

Catatan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat kerangka. Cara ini membantu mengurangi risiko lupa terhadap detail penting ketika mulai menulis.
5. Buat Kerangka Artikel
Kerangka membantu mengubah pengalaman menjadi artikel yang terstruktur. Susun informasi berdasarkan urutan yang mudah diikuti pembaca.Struktur sederhana dapat dimulai dari pengenalan pengalaman, alasan melakukan kegiatan, proses yang terjadi, masalah atau hal menarik yang ditemukan, kemudian pembelajaran atau kesimpulan.
Tidak semua artikel harus menggunakan urutan waktu. Jika tujuan tulisan adalah memberikan tips, pengalaman dapat digunakan sebagai pembuka kemudian dilanjutkan dengan beberapa poin yang lebih informatif.
6. Tulis dengan Bahasa yang Natural
Ketika menulis berdasarkan pengalaman sendiri, gunakan bahasa yang sesuai dengan gaya komunikasi Anda. Jangan membuat tulisan terlalu formal jika memang tidak diperlukan. Namun, bahasa natural bukan berarti tulisan dibuat tanpa memperhatikan struktur. Tetap gunakan kalimat yang jelas, paragraf yang tidak terlalu panjang, dan kata-kata yang mudah dipahami.
Hindari memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berhubungan dengan topik. Fokus pada pengalaman yang mendukung pembahasan utama.
7. Jangan Membesar-besarkan Pengalaman
Salah satu kekuatan artikel berdasarkan pengalaman sendiri adalah keaslian. Karena itu, tuliskan pengalaman sesuai fakta yang memang terjadi. Jika ada kekurangan atau kendala, tidak masalah untuk menyampaikannya. Justru bagian tersebut dapat membuat artikel lebih informatif bagi pembaca.
Namun, tetap perhatikan privasi orang lain. Jangan mencantumkan informasi pribadi seseorang tanpa izin, terutama jika informasi tersebut tidak berkaitan langsung dengan tujuan artikel.
8. Gabungkan Pengalaman dengan Informasi Pendukung
Pengalaman sendiri dapat menjadi bahan utama, tetapi bukan berarti artikel tidak membutuhkan referensi. Jika tulisan membahas data, aturan, teori, istilah tertentu, atau informasi yang dapat berubah, gunakan sumber yang terpercaya sebagai pendukung.
Misalnya Anda menulis pengalaman menggunakan suatu aplikasi. Anda dapat menceritakan pengalaman sendiri, kemudian melengkapi informasi mengenai fitur aplikasi berdasarkan sumber resmi.
Kombinasi pengalaman dan informasi pendukung membuat artikel lebih lengkap. Pembaca mendapatkan sudut pandang pribadi sekaligus informasi yang dapat diverifikasi.
9. Buat Judul yang Sesuai Isi
Judul artikel harus menggambarkan pengalaman atau pembahasan yang akan diberikan. Hindari membuat judul yang terlalu berlebihan hanya untuk menarik perhatian. Jika artikel membahas pengalaman mengikuti kegiatan, gunakan judul yang spesifik. Misalnya “Pengalaman Mengikuti Pelatihan Menulis untuk Pemula”.
Jika ingin memberikan tips berdasarkan pengalaman, judul dapat dibuat seperti “Cara Menulis Artikel dari Pengalaman Sendiri”.
Judul yang jelas juga membantu pembaca mengetahui apakah artikel tersebut sesuai dengan informasi yang sedang mereka cari.
10. Optimalkan Artikel untuk SEO
Artikel dari pengalaman sendiri juga dapat dibuat SEO friendly. Tentukan keyword yang sesuai dengan topik sebelum artikel ditulis. Misalnya keyword utama artikel adalah “cara menulis artikel dari pengalaman sendiri”. Gunakan keyword tersebut secara natural pada judul, bagian pembuka, beberapa subjudul jika sesuai, dan bagian penutup.
Gunakan juga kata atau frasa yang masih berkaitan dengan topik. Namun, jangan mengulang keyword secara berlebihan. Kualitas isi dan manfaat artikel tetap menjadi prioritas.
11. Edit Sebelum Dipublikasikan
Setelah artikel selesai, baca kembali dari awal sampai akhir. Periksa apakah alur pembahasannya sudah jelas dan setiap paragraf masih berhubungan dengan topik utama. Periksa juga kesalahan ejaan, tanda baca, kalimat yang terlalu panjang, serta informasi yang berulang. Jika ada bagian yang tidak memberikan manfaat, Anda dapat menghapusnya.
Sebaiknya baca artikel sebagai seorang pembaca, bukan hanya sebagai penulis. Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui apakah tulisan tersebut sudah mudah dipahami oleh orang lain.
Pengalaman Pribadi Bisa Menjadi Sumber Artikel
Pengalaman sendiri merupakan salah satu sumber ide tulisan yang cukup mudah ditemukan. Kita tidak perlu selalu mencari topik baru dari internet karena banyak bahan tulisan yang sebenarnya sudah ada dalam kehidupan sehari-hari. Kuncinya adalah menemukan sudut pandang yang tepat. Satu pengalaman bisa menjadi artikel cerita, artikel tips, artikel pembelajaran, maupun artikel opini.
Jadi, ketika sedang kehabisan ide menulis, coba lihat kembali pengalaman yang pernah Anda jalani. Pilih satu pengalaman yang memiliki informasi atau pelajaran untuk dibagikan.
Kemudian tentukan sudut pandangnya, buat kerangka, tulis dengan bahasa yang jelas, tambahkan informasi pendukung jika diperlukan, lalu lakukan editing sebelum dipublikasikan. Dengan cara tersebut, pengalaman pribadi tidak berhenti sebagai cerita yang hanya tersimpan dalam ingatan. Pengalaman tersebut dapat berubah menjadi artikel yang bermanfaat dan bisa ditemukan oleh pembaca melalui mesin pencari.
