FILOSOFI KEHIDUPAN DUNIA AKHIRAT DARI BUAH PEPAYA

Semua orang pasti tahu buah pepaya. Di semua daerah buah ini pasti banyak dijumpai yang tentunya dapat dipetik dan dinikmati di semua musim. Buah Pepaya terkenal dengan kandungan gizinya yang cukup tinggi. Keistimewaan dari buah pepaya ini adalah cocok dimakan oleh semua orang tanpa terkecuali, baik yang sehat maupun yang sakit. Penyakit apapun yang diderita seseorang baik ringan maupun berat tidak ada pantangan jika mengkonsumsi buah pepaya. Harganya juga relatif terjangkau.

filosofi buah pepaya

Jika kita mengamati Buah Pepaya dengan seksama, baik dari bentuk maupun warna dan juga isinya akan bisa diambil sebuah filosofi yang dapat menjadi sebuah wacana berfikir.

Filosofi buah pepaya ini hanya sekedar terapan  yang semoga saja bisa menjadi pemacu untuk berbuat kebaikan atau agar kita bisa berubah lebih baik lagi.

Jika dilihat secara sepintas bin sekilas, warna hijau dari kulit buah pepaya dapat menggambarkan sebuah kedamaian, kemakmuran dan kesegaran yang akhirnya membuat banyak orang tergoda untuk menikmatinya isinya. Jika sudah sangat tergoda dan terbuai akan membuat kita setelah memetik terus membelahnya.

Saat buah pepaya sudah dibelah akan muncul warna  merah jingga dan juga ada biji hitamnya didalamnya. Warna daging buah pepaya yang merekah akan membuat semakin menggoda untuk segera mencicipi dan juga merasakan kelezatannua. Hmmmm pasti lezat dan nikmat.

Filosofi buah pepaya yang dapat diambil berkaitan dengan Masa depan kelak di kehidupan dunia akherat diantaranya adalah dari warna kulitnya yang Hijau bisa jadi adalah jebakan kehidupan dunia. Kehidupan dunia yang kita jalani sering kali membuat kita semua tergoda untuk berbuat berbagai macam hal sesuai keinginan. Seringkali rambu rambu / larangan ditabrak. Kadang malah tak menyadari bahwa itu hanya sebuah jebakan yang memancing hati dan juga nafsu untuk menikmati, padahal tidak tau halal atau tidaknya.

Warna daging buah pepaya dapat diibaratkan seperti nyala api Neraka, sedang warna Hitam dari bijinya adalah gambaran orang yang terpanggang terbakar dari api neraka.
Pelajaran yang bisa diambil dari filosofi buah pepaya adalah jika kita tergiur  dengan kemakmuran duniawi (kulit kehidupan yang hijau) kita terkadang lupa dengan kehidupan akhirat yang membuai kita sehingga jatuh dalam api neraka dan terpanggang didalamnya. Astaghfirullahhal’adhiim….

Marilah mawas diri dan tidak gampang tergoda dengan kemilauan dunia. Semoga kita terhindar dari siksaan api neraka. Selalu Waspada dengan segala hal yang kita lakukan adalah sebuah keharusan. Sesuatu yang enak/nikmat belum tentu juga berakibat yang baik. Ibarat  makanan yang kita lahap, senikmat apapun akan berakhir menjadi sampah dan terbuang di kamar belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RELATED POST

Distribusi Buku Untuk Anak Pedalaman Papua, Kontribusi Freeport Untuk Masyarakat

Bagi masyarakat kota atau daerah-daerah lain di Pulau Jawa, tentu sangat mudah memperoleh buku. Jika ingin membaca buku tinggal datang…

Menuju Puncak Lembah Menumbuhkan Asa Dalam Kelas Inspirasi Blora 3

"Apa cita-cita kalian??" tanya saya" Cita cita itu apa?" tanya balik dari seorang anak  "Cita-cita itu adalah sesuatu pekerjaan yang…

Pengalaman Bersama Kelas Inspirasi Bojonegoro 7

Kelas Inspirasi Bojonegoro menjadi pengalaman pertama bagi saya sebagai relawan pengajar di Kelas Inspirasi. Setelah 2 sebelumnya hanya bisa mengikuti…

Pentingnya Pembelajaran Literasi Digital di Masa Kini

Pembelajaran Literasi digital saat ini sangat penting untuk dilakukan. Literasi secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam membaca, menulis,…

error: Content is protected !!