Ini Bahaya Membakar Sampah Plastik, Jangan Dilakukan!

Masyarakat yang membakar sampah plastik kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dalih mengurangi tumpukan sampah, mereka membakar plastik-plastik yang rusak dan tidak terpakai di tengah perkampungan atau pemukiman. Daripada menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap, sampah plastikpun dibakar.

Membakar sampah plastik

Dengan pembakaran, sampah memang berkurang. Sampah tersebut menyusut menjadi abu. Kelihatannya mudah dan sederhana, tetapi cara ini justru menimbulkan berbagai masalah baru bagi kesehatan dan lingkungan. Sampahnya memang hilang, namun masalah kesehatan dan lingkungan langsung datang.

Bahaya Membakar Sampah Plastik

Bahaya pembakaran sampah plastik adalah sebagai berikut:

1. Mengancam Kesehatan

Setiap proses pembakaran pastinya menghasilkan berbagai macam abu yang terbang kemana-mana. Partikel benda yang dibakar tersebut tidak hilang, namun akan menyatu dengan udara.

Bahan baku plastik lebih dari 99 persen terbuat dari bahan kimia petrokimia. Biasanya plastik terbuat dari minyak bumi dan gas alam yang disuling membentuk etilena, propilena, butena dan bahan dasar lainnya. Zat tersebut jika dibakar akan berubah menjadi zat yang berbahaya dan asapnya akan mencemari udara.

Jika udara tercemar, gangguan pernapasan tidak terelakkan. Paparan zat dioksin hasil pembakaran plastik apabila dihirup manusia dalam waktu singkat akan menimbulkan reaksi batuk, sesak napas, migrain dan sejenisnya. Gejala tersebut adalah respons organ tubuh saat terpapar zat berbahaya. Jika dihirup terus menerus, penyakit akan semakin parah dan bisa menyebabkan kematian.

2. Merusak Ozon dan Gas Rumah Kaca

Selain mengancam kesehatan, partikel karbondioksida yang terlepas saat pembakaran plastik akan merusak dan menipiskan lapisan ozon di atmosfer. Sampah Plastik Perusak Lingkungan Nomer Satu

Sampah plastik yang awalnya berbentuk padat, saat dibakar akan berubah menjadi partikel zat yang dapat merusak lapisan ozon. Jika lapisan ozon rusak, gas rumah kaca pun meningkat. Akibatnya terjadi, pemanasan global yang semakin parah. Bila hal ini terjadi, suhu bumi akan semakin meningkat dan es di daerah kutub akan mengalami pencairan. Daratan di bumi makin tidak nyaman untuk ditinggali.

3. Pencemaran lingkungan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, plastik terbentuk dari berbagai bahan kimia. Bahan kimia ini tidak akan terurai secara alami, baik dalam kondisi normal karena cuaca maupun karena dibakar. Saat dibakar, bahan-bahan kimia pembentuknya akan terlepas dan terurai lalu menghasilkan komposisi baru yang mencemari lingkungan.

Bahan kimia dari asap pembakaran tidak hanya terhirup oleh manusia, tetapi juga bisa menempel pada benda-benda yang ada di sekitarnya. Seperti tanaman, pohon pohon di jalan, permukaan tanah, dan sebagainya. Walaupun api pembakaran sudah padam, kita masih bisa teekena zat kimia hasil pembakaran sampah saat makan buah dan sayuran yang ditanam pada tanah yang terkena abu pembakaran. Lagi-lagi kesehatan kita mendapatkan masalah.

bagaimana cara mengelola sampah yang benar dan aman?

Setelah mengetahui bahaya membakar sampah plastik yang diuraikan di atas. Mulai saat ini, segera hentikan kebiasaan buruk tersebut dan beralihlah ke cara yang lebih aman dalam mengelola sampah. Bagaimana caranya?

Yang utama dari penanganan sampah plastik adalah dengan tidak menggunakan plastik terutama kantong plastik atau kresek dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak bisa menghindari penggunaan kantong plastik, minimal diet plastik dengan menggunakannya seminimal mungkin. Biasakan menggunakan kantong tas sendiri dari rumah untuk berbelanja atau membeli sesuatu. Pembelian botol air minum kemasan sekali pakai juga dihentikan, dan digantikan dengan membawa air minum sendiri dari rumah.

Sampah plastik
Sampah plastik yang bertebaran (sumber gambar : pixabay.com)

Plastik juga jangan langsung dibuang, tapi setidaknya bisa digunakan berkali-kali. Pelaksanaan diet plastik bisa dimulai dari diri sendiri mulai sekarang hingga seterusnya.

Jika sampah plastik terlanjur menumpuk, penanganan yang ideal adalah dengan membakarnya pada suhu 1000 derajat Celcius. Pada suhu ini plastik akan berubah menjadi abu tanpa melepaskan zat-zat berbahaya ke udara. Sehingga aman untuk semuanya. Pembakaran pada suhu ini, memang tidak bisa dilakukan di lingkungan rumah tangga. Suhu sepanas itu hanya bisa dihasilkan menggunakan teknologi industri atau insinerator.

Penanganan sementara adalah mendaur ulang plastik menjadi bahan kerajinan. Atau bisa juga dikumpulkan dan disetorkan di bank Sampah. Ini menjadi alternatif yang menyenangkan karena bisa menukar sampah dengan uang.

Baca juga : Langkah Membuat Bank Sampah

Kedepannya, Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan sampah plastik untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Seperti yang sudah banyak dibangun di negara-negara maju, salah satunya adalah Swedia. Di negara ini sampah sudah bisa dirubah menjadi energi alternatif.

Semoga permasalahan sampah plastik di Indonesia cepat terselesaikan. Pokoknya jangan lagi membakar sampah plastik untuk kesehatan diri dan lingkungan.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!