Belanja di warung
Coret-coret Sosial

Serba Serbi Belanja di Warung Dekat Rumah

Serba serbi belanja di warung dekat rumah. Tepat di depan rumahku ada sebuah warung atau masyarakat sini menyebutnya sebagai toko kelontong. Warung atau toko kelontong tersebut menjual aneka kebutuhan sehari-hari. Mulai dari aneka jajanan anak, es krim perlengkapan sekolah, perkakas mandi hingga perlengkapan dapur, semuanya tersedia. Sayur, ikan dan bumbu-bumbu dapur juga ada.

Belanja di warung

Warungnya sendiri buka tiap hari dan nyaris tidak pernah libur. Kecuali jika ada keperluan urgent baru pemiliknya menutup warungnya. Kalau mau beli sesuatu tinggal melangkah saja, nyebrang jalan. Tidak perlu mengeluarkan uang bensin apalagi uang parkir. Kalau lagi malas gerak atau sesuatu hal yang bikin tidak bisa keluar rumah, terkadang langsung teriak saja. Nanti ada anaknya yang bantu ambilkan barang dan anterin ke rumah. Di rumah tinggal bayar.

Salah satu kelebihan belanja di warung kecil dekat rumah adalah saat lagi bokek gak punya duit sama sekali dan perlu suatu barang saat itu juga, kita bisa ngutang dulu. Bayarnya nanti kalau sudah ada rejeki alias saat punya uang. Sekali dua kali masih oke, gak berharap sih hutang terus terusan karena kasihan tidak ada perputaran buat modalnya. Ntar pemilik warungnya rugi. Disamping itu pasti sungkan kalau hutang terus.

Di satu lingkup RT ku ada 3 warung atau toko kelontong. Barang yang dijual satu sama lain hampir sama. Kalau misalnya stok barang di warung depan rumah kosong, biasanya aku ganti ke warung lain yang letaknya tidak terlalu jauh juga. Hanya beberapa meter saja. Kalau kosong juga, pindah ke warung lainnya. Kalau masih gak ada juga, nyari di Pasar Wage Desa Pucangro yang masih di satu desa. Pokoknya masih hemat tenaga dan biaya, nyari yang dekat rumah. Belanja di warung tetangga lebih menyenangkan.

Adanya warung-warung di sekitar rumah seperti ini tentunya sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gak perlu takut kantong bocor, karena pasti harganya ramah di kantong. Semua barang harganya sudah disesuaikan dengan masyarakat desa. Beda banget dengan mart-mart yg menjamur di luaran sana. Tempatnya memang terlihat bersih, teratur dan menyenangkan, namun harganya lebih mahal. Walaupun barangnya sama tapi harganya pasti berbeda.

Jika dipikir-pikir, memang belanja di warung itu banyak manfaatnya. Disamping harganya lebih murah, belanja di warung dekat rumah juga bisa menumbuhkan interaksi kekeluargaan di lingkungan masyarakat sekitar, serta bisa melancarkan perputaran uang di wilayah setempat. Membeli barang di warung tetangga merupakan bentuk kerja sama di bidang sosial dan ekonomi.

Saat belanja di warung, pastinya ada obrolan-obrolan ringan yang tercipta. Ada sapaan sapaan akrab yang bisa didengar dan ada kabar berita yang bisa di ketahui. Kita jadi makin akrab dan dekat dengan para tetangga. Bagaimanapun juga tetangga adalah keluarga yang paling dekat dengan kita. Kalau ada suatu hal baik susah maupun senang mereka yang paling cepat datang.

Belanja di Warung Dekat Rumah tanda disadari telah membantu meningkatkan perekonomian nasional. Dari lingkup perekonomian pemilik warung yang meningkat, akan merambah pada ekonomi sekitar dan pada akhirnya meluas hingga tingkat nasional. Para pemilik warung adalah pilar ekonomi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Memudahkan dalam transaksi dan pengadaan barang. Perputaran uang makin lancar.

Warung itu penting banget buat eksistensi diri dan keluarga. Dengan adanya warung bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cepat, tepat dan murah. Perputaran uang lancar di sekitar kita akan membuat kehidupan ekonomi ikut meningkat. Pada akhirnya keuntungan akan kembali pada diri sendiri.

Hal Lucu Yang Sering Terjadi

Membahas tentang belanja di warung, pasti banyak hal-hal aneh bin lucu yang bisa dikenang. Seperti pengalamanku saat kecil yang lupa mau beli apa saat sudah sampai di warung. Padahal sepanjang jalan sudah diingat ingat dan diucapkan mau beli apa. Karena ditanya orang di tengah jalan atau nunggu kelamaan, akhirnya yang dibeli salah. Barang yang dibeli tidak sama dengan yang dipesankan. Sampai akhirnya, kalau disuruh ke warung lagi aku di beri catatan kecil untuk diserahkan ke pemilik warung supaya tidak salah beli.

Belanja di warung

Saat masih kecil dulu, aku juga paling semangat kalau disuruh beli sesuatu ke warung. Hal itu karena uang kembaliannya jadi hakku dan boleh dipakai beli jajan. Kira-kira pembaca disini ada yang samaan gak??

Kedepannya aku berharap, warung di sekitar tempat tinggalku bisa berafiliasi dengan teknologi digital supaya belanja di warungnya makin semarak dan menyenangkan. Pembayaran mungkin bisa menggunakan QR Code atau menggunakan Flasscard. Eksistensi warung dijamin tak akan meredup jika dikembangkan dengan jaringan teknologi modern tersebut. Manfaat Belanja di warung tetangga akan kembali pada kita sendiri.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher
Contact Person :
email : sy4r0h@gmail.com
Twitter : @Munasyaroh_fadh
IG. : @Muns_Fadh

Anda mungkin juga suka...

4 Komentar

  1. Mas Endro says:

    Aku juga setiap hari menghabiskan waktu nongkrong di warung kopi. 1 gelas bisa sampai berjam jam. Selain melepas stres menurut aku ini juga bisa dijadikan media silaturahmi dengan tetangga. Salam kenal

  2. Karena aku hidupnya di desa jadi sudah biasa belanja ke warung atau toko kelontong dan juga pasar tradisional..
    Pernah beberapa kali beli ke supermarket dan pasti harganya jauh lebih mahal.

    Di warung Kesan kekeluargaan nya dapet karena belinya ke sesama tetangga. Trus lebih hemat pula karena harga asli nggak pake pajak.

  3. Ngerecehnya keren ini. Belanja di warung di era masa kini kayak nggak kekinian ya. Tapi manfaatnya justru menghemat. Kalau aku sih, tipe emak2 agak perhitungan kalau beli apa pun. Warung bisa jadi pilihan Mbak Muna. Hahahah… Jadi inget masa kecil, kembalian masuk saku baju

    1. Ternyata pengalaman di warung penuh kesan za, terutama saat kecil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *