Kesehatan

Kapan Kita Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Kapan Kita Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19 – Virus Covid-19 masih merajalela. Dari hari ke hari terus terjadi peningkatan kasus inveksi virus tersebut. Meskipun sebagian besar sudah dinyatakan sembuh, namun angka kematian sebab Covid terjadi setiap hari. Di desa saya sendiri sudah ada 3 orang yang dimakamkan dengan prosedur Covid. Itu belum jumlah orang terkena paparan virusnya dan menjalani perawatan rumah sakit serta isolasi mandiri.

Corona di bidang pendidikan

Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai cara untuk menghentikan persebaran virus covid-19. Diantaranya himbauan 3M, sekolah daring, penutupan tempat wisata dan berbagi cara lainnya. Salah satu cara yang paling ditunggu masyarakat luas adalah pemberian vaksin Covid-19. Diharapkan dengan adanya Vaksin ini bisa memutus rantai persebaran virus dan membuat pandemi segera berakhir.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini sudah ada belasan vaksin yang telah dibuat. Mulai dari Johnson Pharmaceutical Companies, Moderna, hingga University of Oxford atau AstraZeneca. Dari beberapa vaksin yang telah ada, Indonesia memilih vaksin Sinovac-Biofarma dan Sinopharm (Kimia Farma-G42 UAE) untuk digunakan. Sebelum digunakan ada uji khusus halal tidaknya supaya masyarakat Indonesia mayoritas muslim dapat menerimanya dengan baik.

Alhamdulillah, saat ini vaksin untuk menanggulangi Corona sudah didistribusikan ke masyarakat. Namun karena tidak bisa dilakukan sekaligus pada seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah telah menyusun daftar Perioritas penerima vaksin covid-19. Urutan daftar penerima Vaksin tertuang secara resmi dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Jika Anda masih bertanya-tanya kapan akan diberikan vaksin, ada baiknya menyimak ulasan berikut ini :

Urutan Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

1. Garda Terdepan

Untuk urutan pertama penerima vaksin ditempati oleh para petugas medis yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19. Di samping itu ada asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Petugas pelayanan publik disini adalah mereka yang petugas yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti : petugas bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum. Jumlahnya diperkirakan mencapai 3,4 juta orang dengan kebutuhan sekitar 6,9 juta dosis.

2. Tokoh agama dan tokoh masyarakat

Setelah semua petugas garda terdepan mendapatkan vaksin, urutan berikutnya adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mulai perangkat daerah pusat hingga pemerintah desa mendapatkan vaksin di tahap kedua.

Pada tahap ini sebagian pelaku ekonomi pedagang di pasar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pelaku usaha lainnya juga mendapatkannya. Mereka yang memiliki kontribusi dalam pemulihan sektor perdagangan mendapatkan prioritas kedua supaya ekonomi Indonesia segera pulih. Diperkirakan jumlahnya sebanyak 5,6 juta orang dengan kebutuhan vaksin 11 juta dosis.

3. Guru atau tenaga pendidik

Selanjutnya yang menjadi prioritas pemberian vaksin adalah semua guru dan tenaga pendidik. Mula dari guru PAUD/TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Untuk kelompok ini diperkirakan penerimanya sebanyak 4,3 juta dengan total kebutuhan vaksin sebanyak 8,7 juta dosis.

4. Aparatur pemerintah:

Aparatur kementerian/lembaga, aparatur organisasi perangkat Pemerintah Daerah, dan anggota legislatif, menjadi proritas penerima vaksin Covid-19 urutan ke-empat. Jumlahnya diperkirakan sebanyak 2,3 juta orang dengan kebutuhan vaksin sebanyak 4,6 juta dosis.

5. Peserta BPJS PBI

Kelompok prioritas kelima adalah peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sekitar 86 juta orang dengan total kebutuhan vaksin 173 juta

6. Masyarakat dan pelaku perekonomian

Di urutan terakhir diterima oleh masyarakat sipil dan pelaku perekonomian lainnya yang berusia 19-59 tahun. Jumlah total sebanyak 57 juta orang dengan kebutuhan vaksin sekitar 115 juta dosis.

Vaksin Covid-19

Waktu Pemberian Vaksin

Karena keterbatasan sarana dan juga SDM, pemberian vaksin covid-19 di Indonesia dilakukan secara bertahap. Program vaksinasi virus covid-19 tahap 1 sudah selesai dilaksanakan. Program ini dimulai pada Rabu tanggal 13/1/2021 yang diawali oleh Presiden Joko Widodo dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Raffi Ahmad yang sempat menuai kontroversi pasca pemberian vaksin.

Selanjutnya pemerintah melaksanakan program vaksinasi COVID-19 tahap 2 mulai Rabu tanggal 17 Februari 2021 atau hampir sebulan sejak vaksin tahap pertama diberikan. Pada awal Maret 2021 sekarang ini pemberian vaksin sedang diberikan pada guru dan tenaga pendidik. Diperkirakan vaksinasi COVID-19 pada petugas di bidang pelayanan publik dan warga lanjut usia dapat terselesaikan seluruhnya pada Mei 2021.

Jika sampai sekarang anda belum mendapatkan informasi secara resmi kapan akan mendapatkan vaksin, harap bersabar. Pemerintah tentunya memiliki skala prioritas salam pendistribusiannya. Sementara menunggu giliran mendapatkan vaksin, jangan kendor untuk selalu terapkan protokol kesehatan dengan memakai masker ketika beraktivitas keluar rumah, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman. Jika terjadi gejala penyakit seperti demam, batuk, dan sesak napas, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.

Lewat aplikasi Halodoc, anda bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah. Halodoc adalah sebuah platform kesehatan yang berupa situs dan aplikasi yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anda dan keluarga. Halodoc menyederhanakan akses kesehatan dengan memanfaatkan sistem online. Anda dapat berinteraksi langsung dengan dokter, membeli obat, cek lab dan mengakses banyak sekali informasi kesehatan hanya dengan smartphone.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher
Contact Person :
email : sy4r0h@gmail.com
Twitter : @Munasyaroh_fadh
IG. : @Muns_Fadh

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *