Mencintai Rupiah tidak sekedar Ingin Memilikinya

Aku cinta rupiah, biar dolar dimana-mana Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia

Lirik diatas adalah penggalan lirik lagu Aku Cinta Rupiah yang dipopulerkan oleh penyanyi cilik Cindy Cenora era 1997-1998. Anak-anak zaman sekarang mungkin sangat asing dengan lirik lagu tersebut. Mereka lebih familiar dengan lagu-lagu dangdut koplo dan juga lagu bertemakan cinta-cintaan. Lagu yang seperti diatas terlupakan.

Membahas tentang rupiah tidak lepas dengan mata uang yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Siapa sih yang tidak suka dengan uang??? Hayo ngaku….. Pasti semua menyukainya ??. Semua orang ingin bekerja karena berlomba lomba mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dan menggunakan sesuai keinginannya. Mata uang yang sah di Indonesia adalah Rupiah, jadi semua orang Indonesia pasti menyukai rupiah.

Uang Rupiah
Uang Rupiah tampilan baru

Kalau sudah menyukai rupiah apakah juga mencintainya?

Definisi suka dan cinta itu memang mirip namun sangat berbeda. Suka adalah sebuah rasa yang bisa timbul dimanapun berada karena sebab tertentu dan membuat orang berambisi untuk mendapatkannya. Sedangkan cinta adalah sebuah perasaan yang berbeda yang melebihi rasa suka terhadap suatu hal. Rasa cinta bisa dikatakan sebagai sebuah perasaan yang lebih dalam, dimana kita tidak hanya ingin memilikinya, namun juga ingin menjaga dan melindunginya.

Jika dihubungkan dengan rupiah sebagai mata uang Indonesia, apakah ada yang menyadari bahwasanya rasa cinta terhadap rupiah sangatlah kurang?. Banyak yang sekedar menyukainya tapi ternyata tidak benar-benar mencintainya.

Cinta rupiah
Sudahkah mencintai Rupiah?

Secara kasat mata mungkin kita melihat semua orang cinta rupiah, bahkan banyak yang rela pergi pagi pulang pagi hanya untuk mendapatkan yang namanya Rupiah. Tapi, jika kita melihat lebih dalam, sebenarnya kebanyakan orang mencintai rupiah dari nilainya saja, tidak benar-benar mencintai rupiah secara utuh.

Coba lihat kondisi uang yang anda punya saat ini? Bagaimanakah kondisinya? Apakah masih mulus, terawat dan bagus? Atau malah kusut, ada lubang-lubang kecil dan banyak coretan disana sini? Saya rasa lebih banyak yang kondisinya memprihatinkan. Kalaupun ada yang bagus, itu pasti yang nominal/nilainya besar.

Orang-orang berlomba mendapatkan rupiah karena mereka menyukainya tapi ternyata tidak mencintainya. Jika semua orang mencintai rupiah, tentu tidak akan ditemui bentuk fisik rupiah yang buruk rupa, penuh lipatan bahkan ada yang tambalan pula. Mencintai Rupiah berarti tidak hanya sekedar ingin memilikinya, namun juga bisa menjaga dan melindunginya.

Seyogyanya mencintai rupiah tidak hanya menyukai dari segi nilainya saja, tapi juga mau menjaga dan melindungi fisiknya supaya tidak cepat rusak.

Uang rupiah dompet
Simpanan rupiah dalam dompet

Bentuk Sederhana Cinta Rupiah

Rupiah bukan hanya sebagai mata uang saja, namun rupiah adalah alat pembayaran yang sah sekaligus simbol dan identitas bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia, tentu cinta rupiah adalah sebuah keharusan dan merupakan bagian dari rasa nasionalisme.

Rasa nasionalisme terhadap rupiah dan bangsa Indonesia bisa kita tunjukkan dengan hal-hal sederhana yang kecil dan mendasar. Diantaranya dapat dilakukan dengan hal-hal berikut :

1. Memperlakukan Dengan Baik

Jika kita mencintai seseorang, tentu kita akan memperlakukannya dengan baik. Begitu juga dengan cinta rupiah, kita juga harus memperlakukan dengan baik sebagaimana mestinya. Cara untuk memperlakukan rupiah dengan baik adalah dengan tidak merusak bentuk fisiknya, tidak mencoret-coret atau menulisinya, tidak melipatnya, tidak menstaplernya, tidak meremasnya dan juga tidak membuatnya basah.

Perlakuan yang baik akan membuat rupiah terjaga dari kerusakan. Uang Rupiah yang rusak akan membuat uang sulit dikenali keasliannya dan itu sangat merugikan masyarakat pada umumnya serta merugikan bangsa dan negara.

Baca juga : Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Keutuhan RI

2. Tidak Membeda-Bedakan

Jika kita mau menunjukkan cinta kita pada rupiah, Berhentilah membeda-bedakan uang yang ada ditangan kita. Terutama untuk uang yang nominalnya lebih kecil, perlakukanlah sama dengan yang lainnya. Disadari atau tidak kita sering memperlakukan uang dengan tidak adil. Pada uang seribuan misalnya, kita sering semena-mena dan sembarangan meremas atau mencoret-coretnya sehingga penampilannya tidak karuan. Berbeda dengan uang seratus ribuan atau lima puluh ribuan yang selalu diperlakukan dengan baik. Kusut sedikit saja sudah dielus elus dan dibikin rapi.

Baik uang seribuan atau seratus ribuan itu sama-sama rupiah, kalau kita mencintai Rupiah mengapa mesti membedakannya?. Berapapun nominal rupiahnya, dari nilai terbesar hingga terkecil kita harus mencintai keberadaannya. Sekecil apapun nilai rupiah turut mempengaruhi ritme kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Menggunakan Rupiah Dalam Transaksi Sehari-hari

Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Indonesia. Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan Rupiah dalam melakukan transaksi sehari-hari di seluruh wilayah Negara Indonesia, mulai dari Sabang hingga Marauke. Termasuk didalamnya adalah transaksi tabungan.

Tidak perlu tergoda dengan iming-iming kurs mata uang asing karena dengan begitu kita sudah turut memperkuat nilai Rupiah. Bertransaksi dengan Rupiah memudahkan aktivitas sekaligus memperkuat kedaulatan negara.

4. Menulis Rupiah Dengan baik dan Benar

Salah satu cara sederhana mencintai mata uang Rupiah adalah dengan menuliskan nominalnya secara baik dan benar. Hindari menulis rupiah dengan singkatan atau penulisan lain yang terkadang membuat bingung. Misalnya saja, menuliskan 10K, atau sepuluh ribu saja tanpa embel embel rupiah untuk mata uang Rp. 10.000,-. Hal ini sama saja tidak menghargai rupiah sebagai simbol negara.

Baca juga : Limpahan Manfaat Dari Menulis

5. Peduli Dengan Keberadaan Rupiah

Jika kita mencintai Rupiah kita tentu harus peduli dengan keberadaannya. Kita tidak hanya sekedar ingin memilikinya, namun juga harus memberi perhatian lebih kepadanya. Mengecek keberadaan Uang Rupiah di saku baju dan celana sebelum mencuci menjadi salah satu cara sederhana peduli dengan rupiah. Bukan bermaksud apa-apa, hanya saja jangan sampai uang Rupiah ikut basah dan tercuci karena itu akan membuat Rupiah jadi rusak atau robek dan kemungkinan besar tidak dapat digunakan lagi.

Peduli dengan Rupiah juga dapat ditunjukkan dengan menukarkan uang yang rusak namun masih dapat dikenali keasliannya ke bank umum ataupun di Bank Indonesia. Dengan demikian kita masih bisa menyelamatkan nilai Rupiah tersebut dan mendapatkan gantinya. Melaporkan adanya uang palsu kepada pihak yang berwenang juga merupakan salah satu bentuk kepedulian dan cinta kita terhadap Rupiah.

6. Jangan Berhenti Mencintai

Setelah kita mengetahui cara-cara mencintai Rupiah diatas, jangan berhenti pada titik sekedar tahu, tapi harus konsisten menunjukkan rasa cinta tersebut terus menerus. Kita juga bisa mengkampanyekan pada orang-orang di sekitar kita tentang tata cara mencintai Rupiah baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai wujud sumbangsih kita terhadap bangsa dan negara. Mencintai Rupiah juga termasuk dalam upaya bela negara.

Baca juga : Penerapan 4 Pilar Dalam Kehidupan Sehari-hari

Rupiah adalah salah satu simbol kedaulatan negara yang merupakan sarana dan usaha untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan mencintai Rupiah kita juga membantu menjaga kedaulatan negara. Mencintai Rupiah tidak hanya sekedar ingin memilikinya, namun mencintai Rupiah sama dengan mencintai Indonesia. Sudahkah anda mencintai Rupiah??

36 thoughts on “Mencintai Rupiah tidak sekedar Ingin Memilikinya

  1. Setuju banget kalau kita harus memperlakukan rupiah dengan baik, Mbak. Suka sedih dapet rupiah dengan kusut ga karuan. Trus ditambah ada corat coret pesan cinta gitu.
    Sementara kita begitu dapat mata uang asing malah dijaga jangan sampai kelipet.

  2. Iya donk aku cinta rupiaah
    Haduh PR niy, masih suka pake tulisan 35k, 100k hahahaa kebiasaan menghitung traffic di kerjaan sebutannya suka gituh, wkwkkww
    Baiklah, makasih udah ngingetin yaaa

  3. Aku pribadi termasuk orang yang nggak mau punya uang lusuh, termasuk uang kertas. Maka dari itu aku selalu merawat dan menjaganya. Bahkan kalau punya uang yang baru, sampai sayang untuk menggunakannya..hehe

    Untuk nyelengin juga aku ada beberapa tipe, ada yang di celengen biasa pada umumnya, di celengan bekas botol aqua. Itu khusus yang receh biasa aku taro di aqua kecil. Di pisah satu persatu, misal satu botol ini isinya uang 100, botol kedua uang 200, botol ketiga uang 500 dan begitu seterusnya. Intinya terpisan satu persatu.

    Begitu juga dengan uang kertas. Bukannya kenapa, aku pikir dengan begitu malah akan mudah kalau mau digunakan. Misalnya yang receh, beberapa warung atau toko sering membutuhkan. Aku ambil misal botol yang mana, dari situ akan lebih mudah menghitung jumlah uangnya dibandingkan dengan dicampur.

  4. Banyak orang yg memperlakukan uang rupiah kurang bijak misalnya mencoret2 atau melipat2 sehingga lusuh.. bandingkan dengan duit dollar ketika lusuh atau tertekuk nilainya akan turun.. Makanya perlakukan duit rupiah dgn baik agar nilainya pun jadi tinggi..

  5. aduh kesentil nih, aku suka melipat lipat uang jadi kusut, tapi kalau uang baru sih iya, dikekepin jangan sampai lecek, hihi.. Iya aku pun gak suka kalau ada yg jualan online nulisnya 10K, bingung artinya apa, kenapa juga gak nulis 10,000 gitu. Makasih ya info-infonya, bermanfaat. Mari cintai rupiah

  6. Tapi kalau sudah gajian pas mau memisahkan mana pengeluaran wajib, tagihan dan sebagainya rasanya kepengen tuh dipisah pisah terus di lipat berdasarkan jenis kebutuhan piye mba

  7. Bener juga ya mba.. banyakan orang cuma suka doang, tp nggak cinta sama rupiah..kadang klo receh aja digletakin sembarangan.. padahal klo dikumpulin, receh kan jadi banyak juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RELATED POST

Distribusi Buku Untuk Anak Pedalaman Papua, Kontribusi Freeport Untuk Masyarakat

Bagi masyarakat kota atau daerah-daerah lain di Pulau Jawa, tentu sangat mudah memperoleh buku. Jika ingin membaca buku tinggal datang…

Talkshow FUNancial Bareng Home Credit

Sebuah talkshow bertema CEO in The Making: Financial Tips to Transform Your Passion Into a Business telah diselenggarakan di Boncafe…

6 Hal Yang Bikin Kangen Kota Malang

Sekitar tahun 2010 hingga 2013 saya pernah bekerja di Malang. Saat itu saya mendapatkan kontrak kerja dari salah satu instansi…

Rahasia Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Walaupun Wira Wiri Antar Kota

Minggu kemarin menjadi hari yang padat dan penuh kesibukan. Selama 3 hari, yakni tanggal 22, 23 dan 24 November saya…