Pendidikan Teknologi

Program Startup Studio Indonesia Dukung Ekonomi Digital

Program Startup Studio Indonesia Dukung Ekonomi Digital – Dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan program di startup studio Indonesia. Programnya sendiri diluncurkan sejak September 2020 dan saat ini sudah memasuki batch 2 yang berlangsung pada bulan Mei hingga bulan Juli 2021 nanti. Startup Studio Indonesia menjadi suatu program inkubasi intensif yang berfokus pada pemberdayaan early-stage startup di Indonesia.

Startup Studio Indonesia

Ada sekitar 1.063 startup dari 34 provinsi yang mendaftar menjadi peserta Startup Studio Indonesia batch 2. Dari jumlah tersebut telah terpilih 15 early-stage startup yang siap untuk #GoTheExtraMiles. Finalis batch kedua jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan tahap pertama yang memunculkan 20 finalis. Dari para finalis batch satu, dua dan batch-batch selanjutnya diharapkan nantinya dapat membangun pondasi industri startup nasional yang berdaya saing tinggi.

Apa itu Startup Studio Indonesia?

Istilah startup berasal dari serapan Bahasa Inggris yang berarti bisnis yang baru saja dirintis atau bisnis rintisan. Dari arti kata itu, startup dapat diartikan sebagai perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi dan masih berada pada fase pengembangan atau penelitian. Startup dibuat untuk menemukan pasar dan terus mengembangkan produknya.

Startup bisa berdiri jika punya 3 faktor yakni pendiri atau founder, investor atau pemilik dana, dan produk atau layanan. Dewasa ini startup lebih mengacu pada perusahaan dengan layanan produk berbasiskan teknologi. Saat ini perkembangan dunia startup di Indonesia cukup pesat. Beragam startup baru terus bermunculan dan membuat persaingan usaha semakin ketat.

Wagub Emil Dardak

Menyikapi banyaknya startup baru tersebut, Kemeninfo menggagas Startup Studio Indonesia yang merupakan sebuah program pengembangan startup digital secara intensif. Program Startup Studio Indonesia menyediakan akses mentoring dan networking bagi para pegiat startup digital yang ingin mengembangkan usaha serta menyiapkan talenta-talenta digital yang kompeten.

Ada enam sektor bisnis startup yang akan dikembangkan dalam program Startup Studio Indonesia ini. Keenam sektor industri tersebut adalah pendidikan, kesehatan, maritim, agrikultur, pariwisata dan logistik. Sektor-sektor tersebut merupakan sektor industri yang menjadi unggulan Indonesia dalam pengembangan sumber daya dan tingkat penyerapan tenaga kerja.

Baca juga : Ketika Content Creator Bertemu Wagub Emil Dardak

Program di Startup Studio Indonesia

Pada Program Startup Studio Indonesia, para pegiat startup digital dari seluruh Indonesia yang berminat mengikuti program dapat mendaftarkan diri dan nantinya diseleksi secara intensif. Pegiat Startup yang lolos akan dikumpulkan secara daring selama tiga bulan untuk memperoleh sesi bimbingan dan konsultasi langsung dari pakar industri digital. Mereka nantinya diharapkan bisa mendapatkan pendanaan yang memadai untuk lebih memajukan startup yang dirintisnya.

Jasa logistik e-commerce

Syarat startup yang dapat mengikuti program ini diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki minimum valuable product (MVP) dan traction selama minimal 3 bulan
  2. Sedang dalam proses validasi product-market fit
  3. Telah berbadan hukum,
  4. Dalam tahap pendanaan Angel, Pre-seed, Seed, Pre-Series A hingga Series A.

Ada sekitar 60 pendiri dan praktisi startup aktif terkemuka dari berbagai sektor bisnis yang akan membimbing dan menjadi mentor startup-startup terpilih dalam program. Sistemnya adalah Founder’s Camp dan 1-on-1 Coaching. Sebagian besar kegiatannya berupa diskusi berbobot membahas mengenai pengembangan skala bisnis mulai dari aspek fundraising, group marketing hingga teknologi development.

Startup Studio Indonesia diharapkan dapat menjawab tantangan utama early-stage startup dan membangun semangat kolaborasi antar pelaku startup untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem ekonomi digital nasional yang tangguh. Hal ini bisa dilakukan melalui transfer pengetahuan, membuka jejaring bisnis baru, serta membangun karakter dan kompetensi startup yang berdaya saing tinggi. Di akhir program, tiap startup terpilih akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan bisnis startupnya kepada para pemangku kepentingan yang menghadiri acara Milestone Day, yakni lembaga pemerintah, dan venture capital.

Program Startup Studio Indonesia batch pertama sebelumnya telah meraih hasil
yang positif. Para alumni telah mendapatkan kemanfaatan yang nyata dalam pengembangan usahanya setelah mengikuti program. Tiga dari 20 startup yang masuk Batch pertama telah berhasil mendapat penawaran investasi dari pihak Venture Capital. Selain itu 40% startup memiliki lebih dari 20 persen month-to-month traction growth, di atas rata-rata industri. Beberapa alumni juga telah berkolaborasi dan melakukan berbagai kerjasama komersial untuk pengembangan produknya.

Program di Startup Studio Indonesia sendiri telah memperkuat dan melengkapi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan NextICorn, program pemberdayaan startup digital yang diinisiasi Kominfo. Dari program Startup Studio Indonesia ini, Kominfo menargetkan untuk dapat mencetak 150 startup digital hingga 2024 yang berhasil mengembangkan skala bisnisnya dari segi jumlah pengguna, jumlah pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan dari Venture Capital.

Program Startup Studio Indonesia batch dua saat ini sedang berlangsung. Diharapkan hasilnya nanti juga sama positifnya dengan batch pertama. Kalau memungkinkan malah lebih bagus lagi supaya makin banyak yang mendapat kemanfaatan dan program terus berjalan hingga batch-batch selanjutnya.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher
Contact Person :
email : sy4r0h@gmail.com
Twitter : @Munasyaroh_fadh
IG. : @Muns_Fadh

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *