Rencana dan Keinginan Menulis Sejarah Lokal Desa Pucangro

Setiap wilayah di Indonesia memiliki karakter-karakter tersendiri. Hal ini di sebabkan karena masing-masing wilayah di Indonesia terbentuk melalui sejarah panjang yang berbeda-beda. Sejarah tentang suatu daerah memuat suatu awal mengenai daerah tersebut seperti asal-usul daerah yang bersangkutan sampai kepada perkembangan daerah itu pada masa berikutnya. (Baca juga : Belajar Sejarah Untuk Masa depan yang lebih baik).

Sejarah lokal merupakan hal yang sangat komplek dan memiliki banyak aspek yang mendasarinya. Aspek tersebut meliputi aspek sosial, aspek budaya, agama, kepercayaan, teknologi, ekonomi, dan lainnya. Sejarah lokal yang identik dengan cerita rakyat sampai sekarang masih berkembang terus-menerus dan penyebarannya dilakukan secara turun temurun dari mulut ke mulut.

Namun ternyata, sejarah lokal yang diwariskan turun temurun kebanyakan hanya berupa tuturan lisan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi biasanya hanya dikenang atau diingat dalam bentuk nama saja. Tidak ada kronologis atau kejadian spesifik yang bisa diungkapkan. Seiring perkembangan waktu, sejarah lisan itu akan tergerus dengan banyaknya permasalahan yang terjadi. Sejarah lokal desa yang dapat dibaca dan diwariskan lewat tulisan amat sangat sedikit. Bahkan ada yang nyaris tidak ada. Salah satunya adalah sejarah Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan yang merupakan tempat domisili saya sekarang ini.

Desa Pucangro merupakan salah satu desa yang mempunyai luas wilayah yang besar dan jumlah penduduk yang teramat banyak. Hampir mencapai 2.500 jiwa. Selama ini belum ada yang meneliti ataupun menganalisis mengenai sejarah terbentuknya Desa Pucangro dan bagaimana perkembangan wilayahnya dari waktu ke waktu. Padahal itu teramat sangat penting ditinjau dari segala bidang.

Desa Pucangro sudah punya Pasar Wage sebagai sentra ekonomi lokal desa dan juga tradisi tahunan yang menarik. Namun terkait sejarah, Desa Pucangro saat ini masih menjadi misteri dan belum ada yang mengetahui secara pasti. Ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat tentang sejarah lokal di wilayahnya dan juga tidak adanya peninggalan fisik yang dapat dilihat. Banyaknya sumber penuturan tokoh masyarakat yang meninggal dunia juga menjadi penyebab sejarah Desa Pucangro tidak dikenal sama sekali.

Sedari dulu saya ingin sekali mengetahui sejarah Desa Pucangro, namun sayangnya tidak ada sumber tertulis yang bisa dibaca dan ditampilkan. Karena hal tersebut terbersit sebuah keinginan menulis sejarah lokal Desa dalam sebuah tulisan yang nantinya dapat dibaca oleh semua orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Hal-hal yang ingin saya ketahui dan ingin ungkap dalam penulisan itu adalah mengenai kronologis pemberian nama Desa Pucangro, Peristiwa sejarah apa yang pernah terjadi di wilayah Desa Pucangro dan juga bagaimana perkembangan Desa Pucangro dari segi wilayah dan administrasi pemerintahan Desa.

Penulisan Sejarah Lokal Desa tersebut bukan hanya berguna dan bermanfaat untuk saya pribadi namun tentunya dapat menjadi sumbangsih bagi khasanah pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Dengan adanya tulisan tentang sejarah desa diharapkan nantinya dapat membangun kesadaran akan potensi sumber sejarah yang ada dalam masyarakat Desa pucangro serta menghasilkan temuan yang dapat menumbuhkan rasa menghargai pada budaya dan kecintaan tehadap daerah pada khususnya dan kecintaan pada tanah air pada umumnya.

Berbagai upaya telah saya lakukan demi mencapai keinginan saya tersebut. Saya sudah mencoba mencari berbagai referensi juga melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat mengenai sejarah lokal Desa Pucangro. Kesempatan mengikuti kegiatan Bimtek tentang Ilmu Sejarah yang dilaksanakan oleh Dirjen Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan impian tersebut. Ilmu-Ilmu menulis sejarah yang sebelumnya tidak saya ketahui akan bisa saya dapatkan disini.

Harapan saya, penulisan sejarah lokal Desa Pucangro ini dapat segera terselesaikan secepatnya sehingga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh lapisan masyarakat. Mohon doa dan dukungannya.

(Visited 28 times, 1 visits today)
16 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!