Perjalanan Ikut Sayembara Prakarsa Masyarakat 2014 (Presentasi)

Tulisan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yakni Perjalanan Seleksi dan juga Perjalanan menuju lokasi. Salah satu Tahapan terpenting dalam kompetisi ini adalah Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat yang sebelumnya sudah ditulis di proposal. berikut adalah perjalanan presentasinya.

Tepat Pukul 09.30 WIB kami sampai didepan Mall cito. Ternyata jam segitu mall masih tutup dan baru buka pukul 10.00 WIB. meskipun masih tutup, para pengunjung mall sudah banyak dan antri di depan pintu masuk. Agenda yang kami ikuti check in pukul 11.00 WIB. Berarti masih banyak waktu untuk menunggu.

Pukul 10.00 WIB, Mall buka dan para pengunjung masuk termasuk kami. Setelah tanya bu satpam letak atrium utama, kamipun langsung menuju lokasi.

Di Atrium utama sudah terpasang 2 panggung dengan latar belakang tulisan “Final 10 besar sayembara Prakarsa Masyarakat Jawa Timur 2014”. Panggung sebelah kiri berjejer kursi kursi untuk talk show acara TVRI dan sebelah kanan panggung kosong untuk presentasi dengan latar belakang layar putih yang cukup besar.

Hal ini jauh dari perkiraan. Bayangan kami layaknya sebuah acara resmi, Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat atau diskusi ini dilakukan di tempat tertutup agar lebih tenang dan bisa konsentrasi. Nyatanya presentasi peserta dilakukan di tempat terbuka yang bisa dilihat dan didengar semua orang yang masuk mall. Ini juga hal baru dan pengalaman pertama yang kami lakukan.

Waktu menunjukkan pukul 10.10 WIB, para panitia sudah siap diposisinya. Kamipun melakukan registrasi. Sebelum kami sudah ada 2 peserta yang melakukan registrasi dua-duanya dari kediri.

Ketika registrasi kami langsung mendapat tas yang berisi sertifikat untuk lembaga dan 2 kardus snack 2 minuman botol. Disamping itu kami disuruh ambil no undian untuk presentasi. Kami dapat undian dengan nomer urut 4.

Sambil menunggu acara dimulai kami mulai berkenalan dengan peserta lainnya. Dari kediri ada 2 wakil yakni dari Kota kediri Bu Endang Pratiwi dengan judul proposal : Penyelenggaraan Lingkungan yang Sehat, Hijau, Bernilai dan Lestari. Dari Kabupaten Kediri ada bu Lien Hartatik dengan judul : Pengelolaan Sampah di pemukiman bersama Bank Sampah Kartini. Dua peserta ini temanya hampir sama dengan kami dan mereka juga membawa produk daur ulang sampah yang telah mereka produksi. Kami sendiri tidak membawa apa-apa.

Baca juga : Langkah pendirian bank sampah

Kelompok Bank Sampah Kartini membawa lebih dari 10 anggota padahal ketentuannya hanya boleh 2 saja. Mereka juga memakai pakaian yang sama yakni kaos merah bertuliskan BANK SAMPAH KARTINI. Disamping membawa beberapa produk daur ulang sampah plastik, mereka juga membawa Tape dan Dodol yang akan diberikan ke dewan juri sebagai sampel produk. inilah aksi mereka.

 

Pukul 11.00 WIB, acara talk show dimulai. Tanya jawabnya seputar pembangunan tata ruang kota dan akan ditayangkan TVRI SURABAYA. Sayangnya tanya jawabnya tidak bisa didengar jelas karena soundnya kecil (khusus untuk siaran TV) dan kalah dengan suara keramaian mall.

Pukul 12.10 WIB acara talk show selesai dan dilanjutkan dengan presentasi penjurian proposal. Semua peserta sudah datang dan mengambil undian no urut. Menurut hasil undian tersebut peserta dari Trenggalek M.Indra Setiawan yang berjudul : Pengolahan Pemindangan Ikan di Kawasan Pantai Prigi Trenggalek mendapat undian pertama.

baca juga : Cara Mengelola Bank Sampah

Setelah acara pembukaan dan sambutan dari instansi terkait. MC acara memanggil peserta yang mendapat nomer urutan pertama. Ketika peserta sudah dipanggung dan memperkenalkan diri, tiba-tiba konsep acara diubah. Presentasi di bagi menurut kategori masing-masing. Yakni kategori sampah, kategori sungai, organik dan limbah.

Peserta yang sudah naik otomatis harus turun. Tidak ada penjelasan dari panitia maupun juri terkait perubahan ini. Undian no urut otomatis tidak berlaku.

Kelompok pertama yang maju adalah kategori sampah. 3 orang yang mewakili yakni berturut turut bu Endang dari Kediri, Bu Tien dari kediri dan kami dari Lamongan. Masing masing harus presentasi selama 7 menit. Jika waktu habis tidak boleh melanjutkan. Setelah presentasi dilanjutkan tanya jawab dengan dewan Juri. Pertanyaan untuk 3 peserta tersebut sama namun jawaban masing-masing tentunya berbeda.

Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat dan tanya jawab ini dilakukan di panggung atrium utama cito surabaya. Suara dari panggung ini dapat didengar oleh semua orang yang ada di mall baik peserta dan undangan acara, para penjual, penjaga maupun pengunjung mall, karena menggunakan pengeras suara milik mall tersebut beda dengan talk show sebelumnya.

Konsep acara hampir mirip dengan kontes Indonesia Idol, D academi dan sebagainya. Dimana ada para finalis yang presentasi di panggung dan dewan juri yang bertanya di depan panggung. MC acara juga sangat atraktif sehingga tidak membosankan. Ada kamera yang merekam dan kru yang membatasi waktu presentasi.

Pukul 13.30 presentasi dan tanya jawab peserta kategori sampah selesai. Semua peserta dan para undangan diperkenankan istirahat makan siang dan sholat. Pada waktu jeda istirahat ini ada kelompok band yang bernyanyi dan menghibur para pengunjung mall.

Pukul 14.00 WIB kegiatan Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat dilanjutkan kembali. Pada sesi ini ada talk show lagi dengan para ahli di bidang tata ruang dan pemukiman. Sesi ini berlangsung selama 30 menit. Sayangnya tidak ada tanya jawab dengan audiens jadinya agak membosankan. Kami yang wong ndeso agak susah mengerti dengan bahasannya.

Pukul 14.50 WIB, kelompok peserta kategori organik dipersilahkan untuk naik panggung dan mempresentasikan proposalnya. Mereka adalah Bpk Khoirul Anam dari Mojokerto dengan judul : Pengembangan Desa Organik Melalui Budidaya Sayur Organik di Lahan Sempit, dan Bpk.Toni Widjaya dari Surabaya dengan judul : Kampung Samba Jojoran Menuju Kampung Wisata Lingkungan. Mereka mempresentasikan proposal masing-masing dan melakukan tanya jawab dengan dewan juri.

Pukul 15.40 WIB, Kelompok kategori pengeloaan air diminta naik ke atas paggung. Mereka adalah : M.Saiful dari Mangrove Surabaya dengan judul Peningkatan Kualitas Lingkungan Melalui Kali Bersih, Penghijauan, Wisata Air dengan Nilai Tambah Ekonomi, Bpk Prigi Arisandi dari Karang Taruna Mojo Surabaya dengan judul : Desa Suaka ikan Kemitraan Multi Pihak dalam rangka konservasi Sumberdaya Perikanan Kali Surabaya dan Bpk Sugianto dari Trenggalek yang mengangkat judul : Konservasi Daerah Aliran Sungai berbasis Pemberdayaan Masyarakat.

Mereka ini juga mempresentasikan proposal masing masing dalam waktu 7 menit. Tanya jawab berlangsung seru.

Sudah semakin sore, namun waktu tidak terasa. Tinggal 1 peserta yang belum presentasi. Pukul 17.10 peserta dari Trenggalek yang sebelumnya sudah memperkenalkan diri di awal acara malah mendapat giliran Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat paling akhir. Meskipun sendirian dalam kategori limbah namun saat presentasi dan tanya jawab, dewan juri sepertinya sangat tertarik dengan Konsep proposal tersebut, yakni mengolah limbah pemindangan ikan nelayan pantai prigi Trenggalek menjadi barang yang bisa dijual. Produk yang dihasilkan adalah Petis dalam kemasan. Indra Setiawan dari Trenggalek ini membawa sampel petis yang dikemas dalam toples kecil dan dibagikan kepada para Juri.
Setelah presentasi kegiatan prakarsa masyarakat dan tanya jawab berakhir, ada break 1 jam untuk diskusi para juri dan mengumpulkan nilai. Para peserta istirahat untuk sholat dan refresing. Panggung diisi dengan tampilan band dan penyanyi.

 

Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat
para peserta Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat

Pukul 18.30 para peserta dipanggil ke atas panggung. Waktunya pengumuman pemenang dan 10 wakil peserta naik ke panggung. Tampilan peserta di atas panggung seperti pengumuman eliminasi di ajang indonesia idol atau D Academi.

 

Akhirnya diumumkan bahwa juara 3 diraih oleh Indra Setiawan dari Trenggalek (limbah pindang), juara 2 Lien Hartatik dari Kediri (Bank Sampah Kartini) dan juara 1 diraih oleh M.Saiful dari Surabaya (wisata air mangrove). Masing-masing pemenang mendapatkan trofi berbentuk telapak tangan dan uang tunai total 18 juta rupiah.

Kami dan 6 peserta lainnya yang tidak juara mendapatkan bingkisan dari panitia. Kebetulan yang kami peroleh adalah 3 kaos berkrah lengan pendek merk polo warna merah, biru tua dan biru laut (Alhamdulillah bisa dibuat oleh-oleh buat orang rumah).

Sebenarnya masih banyak cerita yg terlewat tapi biarlah jadi kenangan kami sendiri. Presentasi kegiatan prakarsa masyarakat ini akan jadi kenangan yang tak terlupakan.

Silahkan tinggalkan komentar, saran atau pertanyaan di bawah ini

error: Content is protected !!