Akhirnya Bisa Menggunakan Flazz Card Di Desa

Pada bulan Oktober 2017 kemarin saya pernah menulis artikel yang berjudul : Susahnya menggunakan flazz card untuk berbelanja di desa/. Tulisan tersebut merupakan curhat saya kala menggunakan fasilitas Flazz Card yang ternyata belum menjangkau area pedesaan tempat tinggal saya. Setelah 9 bulan berlalu akhirnya saya bisa lho menggunakan Flazz card di desa.

Setelah menulis postingan tersebut, sebenarnya saya sudah agak malas untuk mencoba menggunakan Flazz Card di desa untuk berbelanja barang kebutuhan. Karena hampir semua minimarket di sekitar tempat tinggal saya sudah saya datangi. Semuanya tidak bisa. Saya lebih suka belanja online dengan aneka metode pembayarannya. Tapi harapan baru muncul kala ada ketentuan pembayaran tol yang harus menggunakan Flazz Card. Meskipun tidak bisa digunakan untuk berbelanja, saya fikir nanti masih bisa digunakan buat bayar tol saat bepergian bersama keluarga.

Pasca diberlakukannya e-toll, di beberapa minimarket di wilayah Kabupaten Lamongan sudah banyak yang memasang tulisan pembayaran/pengisian flazz. Beberapa kali berkesempatan berbelanja di minimarket, saya mencoba kembali bertanya tentang bisa tidaknya menggunakannya flazz card yang saya punya.

Di Alfamart Desa Kendal Kecamatan Karanggeneng Lamongan ternyata masih belum bisa. Begitu juga di Indomaret Desa Banjarmadu Karanggeneng dan Indomaret Desa Dibee Kecamatan Kalitengah. Meski di depan minimarket ada tulisan menerima flazz card tapi kenyataannya flazz card yang saya punya tidak bisa diterima. Alasannya karena Flazz Card saya bentuknya berbeda dan perlu alat bernama Reader untuk menggunakannya. Ternyata tidak semua minimarket memilikinya.

Oleh kasir Indomaret di Desa Dibee Kecamatan Kalitengah, saya dianjurkan buat datang ke Indomaret yang ada di Desa Karanggeneng Kecamatan Karanggeneng. Atas dasar itu, saya kemudian pergi ke Desa Karanggeneng beberapa hari pasca libur lebaran dan mendatangi minimarket disana.

Di Desa Karanggeneng, saya tidak menemukan Indomaret maupun Alfamart. Menurut informasi masyarakat sekitar, Indomaret di kawasan tersebut telah lama tutup karena suatu alasan dan sekarang berubah menjadi CV Tiara Mas Karanggeneng. Walaupun berbentuk CV, namun manajemen dan pengelolaan sama persis dengan Minimarket bertitel Indomaret.

Sebelum berbelanja, saya coba tanya ke kasirnya apa bisa menggunakan Flazz Card sebagai pembayaran? Kasirnya sih bilang bisa, namun dia tidak yakin. Mas kasirnya balik nanya apakah masih bisa digunakan dan kapan terakhir menggunakan. Saya jawab terakhir digunakan bulan September tahun lalu, kalau sekarang gak tau bisa atau tidak.

Mas kasir kemudian mengambil Flazz Card yang saya punya dan menempelkan pada alat yang bernama Reader. Ternyata mesinnya menyala dan menampilkan saldo Flazz Card yang saya punyai. Itu artinya Flazz Card bisa digunakan.

Baca juga : Cara Dapatkam Antrian Cepat di Kasir

Disinilah saya bersyukur, akhirnya saya bisa menggunakan Flazz Card di desa untuk berbelanja setelah sekian lama kartu tersebut nganggur di dalam dompet. Saya sendiri maklum, memang kondisi di desa jauh dengan kota. Baik dari segi teknologi, pemikiran maupun kebiasaan. Belanja menggunakan kartu elektronik belum booming di kalangan pedesaan sehingga pihak pengelola juga tidak menyiapkannya.

Tulisan ini bukanlah sponsor atau titipan, tapi murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Kalau akhirnya saya bisa menggunakan Flazz Card di sekitar Desa yang saya tinggali, ini tentu kemajuan yang luar biasa. Saya jadi tidak kapok lagi menggunakan Flazz Card untuk berbelanja lagi. Kalau bisa mungkin saldonya akan ditambah.

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!