Biasakan Back-Up Data Untuk Mengurangi Resiko Kehilangan Data

Pengalaman kehilangan data yang saya alami 2 minggu yang lalu, masih menimbulkan kesedihan. Saat lagi asyik asyiknya dengerin musik Mp3 sambil lihat koleksi foto di smartphone, tiba tiba ada pop up pemberitahuan “ada kesalahan sistem”. Musik yang didengerin langsung mati, foto-foto tak terlihat lagi gambarnya. Reaksi pertama saya adalah mencoba untuk tenang, mungkin ada sedikit gangguan, ntar juga balik lagi.

Saya kemudian mengecek aplikasi file manager di smartphone. Setelah dibuka ternyata bagian file penyimpanan eksternal atau kartu memori tidak terlihat alias tidak terbaca. Hanya ada tampilan file memori internal. Sampai disini, rasa panik mulai menghampiri. Jangan-jangan semua filenya hilang. Saya mencoba cara dasar atau Mode Aman Perbaikan Ponsel dengan mematikan smartphone dan menghidupkannya lagi sambil berharap semua akan kembali normal.

Kehilangan data
Tampilan file manajer di smartphone setelah kehilangan data

Dalam penyimpanan data, saya memang mengandalkan kartu memori eksternal  karena penyimpanan internal kapasitasnya kecil serta tidak akan cukup menampung semua data penting. Daripada #DibuangSayang data berupa foto, video dan dokumen saya pindah ke kartu memori / penyimpanan eksternal. Penyimpanan internal hanya untuk aplikasi-aplikasi dan juga data tertentu yang tidak bisa dipindahkan.

Setelah mencoba mematikan dan menghidupkannya kembali, rasa panik langsung menghampiri. Ternyata file di kartu memori tetap tidak terbaca. Didalam kartu memori tersebut terdapat banyak data-data penting, mulai dari foto, video, hingga dokumen-dokumen penting lainnya yang biasanya saya gunakan untuk berbagai keperluan. Kalau data-data tersebut hilang, semua foto, video dan juga dokumen saya ikut musnah. Rasa penyesalan sekaligus kerugian jelas terpampang. Semua pekerjaan harus dimulai dari awal.

Baca juga : Perbaikan Smartphone Lebih Cepat, 1 Jam Selesai

Karena tidak mau kehilangan data-data dalam kartu SD memori tersebut, saya kemudian mencoba berbagai cara yang disarankan oleh Google dan juga teman-teman dekat untuk mengembalikan kondisi serta fungsi kartu memori eksternal. Siapa tau nanti ada yang berhasil dan bisa kembali seperti semula. Mulai dari penggantian ponsel, membersihkan kartu memori, mencolokkan ke laptop hingga mendiamkannya untuk beberapa lama sudah saya coba lakukan, namun ternyata hasilnya sama saja. Kartu memori sudah tidak terbaca dan sama sekali tidak berfungsi. Penyebabnya sendiri saya juga tidak tahu pasti. Dari situ rasa kesedihan langsung melanda.

Kartu memori yang sudah tidak bisa digunakan lagi

Ada penyesalan mendalam yang terasakan. Selama ini saya terlena dengan kemampuan kartu memori saya yang berkapasitas besar sehingga tidak pernah memikirkan resiko kehilangan data-data di dalamnya. Saya tidak pernah melakukan back-up data lagi di penyimpan eksternal karena menganggap disana sudah aman gak bakalan rusak. Tapi ternyata anggapan tersebut salah. Saya tetap bisa kehilangan data penting dalam sekejap.

Resiko Kehilangan Data

Permasalahan saya yang seperti ini ternyata juga dialami oleh banyak orang di Indonesia. Berdasarkan hasil studi tentang kebiasaan pengelolaan data seluler masyarakat Indonesia yang dilakukan oleh Western Digital Corp di sebutkan bahwasanya kehilangan data merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi pengguna smartphone di Indonesia. Studi yang melibatkan 1.120 responden dari 6 kota di Indonesia tersebut, memberikan wawasan serta pengetahuan baru yang menarik bagi saya.

Diantaranya hasil penelitian Western Digital Corp adalah sebagai berikut :

  • Sebanyak 97% responden dalam studi itu mengandalkan smartphone sebagai barang elektronik utama dalam keseharian mereka. Mereka menggunakan smartphone untuk berbagai keperluan. Mulai dari gaming, navigasi, video streaming hingga belanja online. Lebih dari 90% responden dalam studi itu ternyata juga lebih suka menggunakan ponselnya untuk mengambil gambar daripada untuk menelepon (87%) atau chatting (72%). Hal itu membuat data yang ada pada smartphone hampir seluruhnya terdiri dari foto dan video.
  • Masyarakat Indonesia yang diwakili 56% responden umumnya menggunakan smartphone dengan memori internal 16-32 GB. Namun, ternyata kapasitas ini tidak cukup untuk menampung simpanan foto serta video yang tiap hari terus bertambah. Akibatnya lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka terpaksa menghapus data untuk mengosongkan kapasitas penyimpanan.
  • Ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data mereka. Ada yang memorinya penuh sehingga mereka harus menghapus data, ada yang karena perangkatnya rusak, kena virus, atau filenya yang rusak. Ada juga yang kehilangan data karena kehilangan ponselnya. Semua faktor tersebut menimbulkan rasa kekesalan dan juga kesedihan pemiliknya.
  • Sebanyak 67% responden pernah mengalami kasus kehilangan data sebelumnya. Walaupun demikian ternyata hanya sepertiga dari mereka yang rutin melakukan pencadangan atau back-up data sebulan sekali.
Hasil studi Western Digital Corp

Dari pengalaman buruk yang saya alami dalam kehilangan data penting di smartphone pintar dan juga hasil studi dari perusahaan Western Digital Corp diatas, harusnya telah menyadarkan kita semua (khususnya saya) bahwasanya back-up data itu penting. Kita harus melakukan kebiasaan back-up teratur terhadap data jika tidak ingin kehilangan data penting didalam smartphone yang kita miliki.

Back-up data dapat dilakukan dengan cara mengcopy data-data dari satu perangkat ke media perangkat lain. Tujuan back-up adalah mengamankan data-data yang kita punya supaya memiliki cadangan jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Proses back-up data bisa dilakukan secara offline ataupun online. Masing masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Supaya tidak lagi kehilangan data-data penting di masa depan, mulai sekarang saya akan membiasakan memback-up data paling tidak sebulan sekali. Syukur-syukur kalau bisa sebulan 2 atau 3 kali. Back-up data offline lebih saya sukai karena lebih cepat, praktis dan juga murah. Apalagi sekarang sudah ada USB OTG SanDisk yang membuat transfer data menjadi lebih mudah dan cepat.
Dengan langsung mencolokkan USB OTG (On The Go) SanDisk ke smartphone, kita bisa mentransfer data tanpa perlu repot-repot mencari kabel data ataupun laptop.

Penyimpan data
USB OTG SanDisk yang dicolokkan langsung di smartphone

Apa itu USB OTG SanDisk ?

USB OTG SanDisk merupakan salah satu produk yang diluncurkan oleh Western Digital Corp. USB OTG (On The Go) menjadi solusi termudah untuk penyimpanan dan back-up data dari smartphone tanpa harus menggunakan laptop atau kabel data. Ada dua jenis USB OTG SanDisk yang telah diluncurkan Western Digital, yakni USB OTG SanDisk Dual Drive untuk smartphone Android dan USB OTG SanDisk iXpand Flash Drive untuk iPhone.

Perlu diketahui USB OTG SanDisk memiliki konektor Micro-USB di satu sisi dan juga konektor USB 3.0 di sisi lainnya. Konektor USB 3.0 sendiri memiliki kinerja yang cukup tinggi dan kecepatannya  hingga 150 MB/s. Hal ini memungkinkan kita mentransfer data besar atau file secara lebih cepat antara drive dan ke komputer. Desainnya ramping nan elegan sehingga tampak sedap dipandang mata.

USB OTG SanDisk

Sebelum meluncurkan produk terbaru ini, Western Digital Corp sudah melakukan berbagai riset dan penelitian yang serius. Kehadiran USB OTG SanDisk tentunya dapat memberikan solusi terbaik bagi pengguna ponsel pintar yang sering kehilangan data-data pentingnya.

Untuk itu, sebelum anda menyesal kehilangan data-data yang terbilang penting di smartphone seperti saya, lebih baik dibiasakan membackup data-datanya menggunakan USB OTG SanDisk. Hanya dengan modal sekitar 80 ribu rupiah, produk USB OTG SanDisk bisa dimiliki. Kapasitasnya up to 32Gb. USB OTG SanDisk bisa didapatkan dengan membelinya langsung di Official Store Sandisk #SanDiskAPAC atau bisa melalui marketplace kesayangan Shopee.

30 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!