lingkungan

Penyebab Pencemaran Laut di Indonesia Yang Harus Dihindari

Penyebab Pencemaran Laut di Indonesia Yang Harus Dihindari – Negara Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki luas laut lebih besar dibanding luas daratan. Keindahan dan kekayaan lautnya sangat mempesona. Namun disayangkan terjadi pencemaran laut yang merusak ekosistem. Laut yang indah menjadi penuh noda akibat pencemaran.

Pencemaran laut

Pencemaran laut yang sebagian besar karena ulah manusia tidak hanya merusak keindahan laut, tapi juga mengganggu kehidupan makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan yang berada di laut. Walaupun semua orang tau bahwa air menjadi kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan, namun masih banyak orang yang tidak peduli dengan lingkungannya dan menyebabkan pencemaran dimana-mana.

Untuk menciptakan lingkungan laut yang minim pencemaran, berikut ini adalah beberapa penyebab pencemaran laut yang mesti dihindari :

1. Sampah Plastik

Penyebab pencemaran laut yang paling memprihatinkan adalah tumpukan sampah terutama sampah plastik yang berada di lautan. Plastik adalah Monster Perusak Lingkungan Nomor satu. Ada banyak berita yang terdengar mengenai fauna laut seperti ikan paus, kura-kura dan lain-lain yang makan plastik atau perutnya terdapat sampah plastik didalamnya. Seekor ikan paus yang bangkainya ditemukan di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara kedapatan ada tumpukan sampah seberat 5,9 kg di dalam perutnya. Ada sampah botol plastik, kantong plastik, hingga sandal jepit yang termakan oleh ikan paus tersebut.

Adanya sampah plastik di laut pastinya karena ulah manusia sendiri. Sampah plastik dibuang sembarangan ke sungai setiap hari lalu terbawa hingga ke laut. Sampah plastik di laut bisa juga disebabkan oleh manusia yang membuang sampah plastik di laut dengan sengaja. Plastik adalah material yang sulit terurai, jika dibuang ke laut akan merusak keindahan laut selama ratusan tahun dan dapat mengganggu kehidupan ekosistem laut.

Sampah plastik
Sampah plastik yang bertebaran (sumber gambar : pixabay.com)

2. Pembuangan Limbah Industri

Sudah umum diketahui banyak sekali perusahaan yang membuang limbah industrinya ke laut. Meskipun ada larangan dari pemerintah melalui undang-undang dan sebagainya terkait pembuangan limbah industri ke perairan, tapi tetap saja banyak industri/pabrik yang membuang limbahnya ke sungai dan laut secara diam-diam tanpa diolah terlebih dahulu.

Limbah industri pabrik mengandung logam berbahaya, seperti arsenik, timbal, merkuri dan sejenisnya. Logam berbahaya ini menjadi zat yang tidak dapat diurai oleh organisme dekomposer yang berada di laut. Jika dibuang ke laut akan membuat berbagai makhluk hidup didalamnya mati. Walaupun ada makhluk laut yang bisa bertahan hidup, tubuhnya sudah tercemar oleh zat beracun dan tak layak dikonsumsi lagi. Parahnya, manusia tidak tahu kalau hewan laut yang dikonsumsinya mengandung zat beracun sehingga tanpa disadari berdampak pada kesehatan tubuhnya sendiri.

Ikan
Ikan hasil tangkapan seorang ibu di Sungai Bengawan Solo

3. Tumpahan Minyak

Pencemaran laut akibat tumpahan minyak juga kerap terjadi di Indonesia. Minyak yang tumpah ini bisa disebabkan oleh kebocoran kilang minyak yang memang sebagian besar berada di laut, bisa juga disebabkan oleh tumpahan minyak dari kapal tanker yang mengangkut minyak atau kapal kapal yang mengalami kecelakaan di laut.

Sifat minyak yang tidak mau tercampur dengan air mengakibatkan pencemaran laut. Berbagai macam makhluk laut yang terkontimasi tumpahan minyak di laut pasti akan mati. Begitu juga dengan terumbu karang yang indah bisa rusak kala bersentuhan dengan tumpahan minyak tersebut.

4. Pemasangan Pukat Harimau

Banyak sekali kapal-kapal besar yang menggunakan pukat harimau sebagai alat untuk menangkap udang dan ikan di dasar laut. Alat ini memang cukup efektif dan cepat menangkap udang ataupun ikan di laut, tapi alat ini juga sekaligus bisa menyebabkan kerusakan terumbu karang di dasar laut. Ikan-ikan kecil dan rumput laut juga ikut tersapu bersih.

Ikan-ikan tidak bisa berkembang biak karena tempat hidupnya rusak oleh pukat harimau dan ikan-ikan kecil ikut terangkat. Jika seluruh biota laut terjaring dan rusak, pencemaran laut tak terhindarkan lagi.

5. Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan

Selain pukat harimau, penggunaan bahan peledak untuk menagkap ikan juga ini dapat merusak ekosistem laut dan membuat ikan-ikan mati. Jika ikan-ikan mati, perjalanan rantai makanan di laut akan berhenti dan ekosistem laut rusak. Akibatnya pencemaran laut menjadi tak terkendali.

Walaupun sudah banyak larangan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan, namun hingga saat ini masih banyak yang melakukannya. Untuk itu diperlukan kesadaran dan upaya semua pihak untuk mencegahnya.

6. Coral Bleaching Akibat Global Warming

Pemanasan global atau global warming merupakan masalah yang sangat serius di era sekarang. Global Warming tidak hanya berimbas pada kehidupan manusia namun juga berimbas pada terumbu karang. Fenomena coral bleaching atau perubahan warna alami terumbu karang menjadi putih adalah salah satu dampak buruk akibat pemanasan global yang terjadi di lautan.

Pada dasarnya, warna terumbu karang yang indah berasal dari ganggang yang hidup di sekitar terumbu karang. Pemanasan global menyebabkan suhu air laut meningkat sehingga ganggang laut pergi meninggalkan terumbu karang. Kalau terumbu karang semuanya berwarna putih, laut jadi tidak indah lagi.

pasang surut air laut

7. Kontaminasi Detergen dan Pestisida

Detergen adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencuci sedang pestisida adalah bahan kimia yang dipakai untuk membunuh hama tanaman. Baik detergen maupun pestisida sekilas tidak mungkin bisa menjadi penyebab pencemaran laut. Tapi jika diperhatikan lebih mendalam, air laut asalnya dari air sungai. Coba hitung berapa banyak orang yang mencuci setiap harinya dan dialihkan ke sungai. Begitu juga dengan pestisida yang secara sengaja maupun tidak sengaja disalurkan ke sungai.

Jika air sungai sudah terkontaminasi oleh detergen dan pestisida, laut sebagai muaranya tentu ikut tercemar. Pada akhirnya ikan-ikan dan organisme yang hidup di air dapat mati. Kalaupun masih bertahan hidup, kandungan pestisida akan mengendap pada tubuh ikan dan ikan tersebut menjadi beracun. Ikan yang terkontaminasi pestisida itu mungkin akan ditangkap oleh nelayan, dijual di pasar, dan disantap oleh kita semua.

Baca juga : Membuat Pestisida Alami Untuk Tanaman

Dari banyak penyebab pencemaran laut diatas, hampir semuanya disebabkan oleh ulah manusia. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran diri dalam masing-masing individu untuk mencegah semua hal yang dapat mencemari laut dan juga lingkungan . Kelangsungan hidup laut berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup kita semua sebagai manusia.

Munasya

Blogger, Writer and Teacher
Contact Person :
email : sy4r0h@gmail.com
Twitter : @Munasyaroh_fadh
IG. : @Muns_Fadh

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *