6 Hal Yang Bikin Kangen Kota Malang

Sekitar tahun 2010 hingga 2013 saya pernah bekerja di Malang. Saat itu saya mendapatkan kontrak kerja dari salah satu instansi pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena perjalanan dari Lamongan-Malang lumayan jauh, saya kemudian ngekost di kota yang dijuluki sebagai kota pelajar di Jawa Timur tersebut. Selama 3 tahun ada banyak pengalaman dan juga hal-hal baru yang saya dapatkan selama menjadi warga perantauan di Malang.

Kangen Kota Malang

Menginjak tahun 2020 saat ini, atau sudah hampir 7 tahun berlalu, hal-hal baru yang dulu saya dapatkan ternyata bikin saya kangen kota malang. Hal Apa saja yang bikin kangen dari Kota Malang? berikut jawaban versi saya :

1. Makanan khasnya

Makanannya favorit saya adalah Bakso. Makanan Khas di Kota Malang yang paling dikangeni tentunya adalah Bakso Malang. Meskipun di mana mana ada yang namanya Bakso, namun Bakso Malang yang langsung disantap di kota asalnya yakni Malang memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri. Rasa baksonya pasti berbeda dengan rasa bakso dari daerah lainnya.

Varian di dalam Bakso Malang bukan hanya Pentol saja. Tapi ada gorengan, tahu putih, tahu coklat, siomay, Mie Bihun, Lontong, dan juga sayur kol. Kita bisa pilih sesuai selera. Hal yang unik adalah kalau di daerah lain, saat beli bakso kita tinggal bilang ke penjual bakso dan terima apa adanya sesuai menu racikan penjual. Di kota Malang, sedikit berbeda. Saat membeli bakso kita bisa mengambil sendiri varian yang disediakan penjual baksonya. Bisa ngambil beberapa pentol, beberapa tahu, atau beberapa gorengan. Harga baksonya di sesuaikan dengan apa yang dipilih.

Bakso malang
Bakso malang

Dulu saat pertama kali mengetahui hal ini saya sedikit bingung dan masih ragu-ragu untuk mengambil sendiri varian bakso di gerobak penjualnya. Namun setelah beberapa waktu akhirnya sudah terbiasa. Hal sepele seperti ini, kadang bikin kangen juga. Karena di kota lainnya tidak bisa melakukannya.

Selain Bakso Malang, ada banyak makanan khas yang berasal dari Kota Malang. Diantaranya ada bakso bakar, rujak cingur, tahu telur, menjes, tempe kacang, sempol, nasi empok atau nasi jagung, kripik tempe dan lainnya. Di samping itu ada juga minuman sari apel, kripik buah dalam aneka rasa yang cocok untuk oleh-oleh. Tak ketinggalan tentunya sayur-sayuran dari malang yang segar dan murah meriah.

2. Banyak tempat wisatanya

Tidak dapat dimungkiri, Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang paling banyak memiliki destinasi wisata. Dari wisata alam, wisata sejarah, wisata edukasi hingga wisata kuliner. Semuanya lengkap. Dulu saat hari libur dan kebetulan tidak bisa pulang, saya selalu menyempatkan wisata ke beberapa tempat di Malang bersama teman-teman yang ada disana. Banyaknya pilihan wisata membuat saya memiliki banyak pilihan mengisi waktu luang saat tidak bekerja.

3. Hawanya Yang Sejuk

Malang merupakan daerah pegunungan, tak heran jika hawanya relatif dingin dan sejuk. Kipas angin atau AC sangat jarang di gunakan oleh masyarakat Malang. Saat musim kemarau yang panas seperti beberapa bulan ini, hawa sejuk dari Kota Malang benar-benar bikin saya kangen. Walaupun kadang-kadang hawa dinginnya kebangetan dan bikin malas mandi, namun tetap saja hawanya menjadi alasan yang bikin kangen kota Malang.

4. Ketersediaan transportasi umum

Bagi yang tinggal di Malang atau pernah di Malang tentu sangat femiliar dengan inisial AG, GA, ABG, GG, MM, DA dan lainnya. Yup, itu adalah kode angkot di Kota Malang. Akses transportasi umum yang banyak di kota Malang sangat memudahkan warga Malang dan juga pendatang untuk pergi ke suatu tempat. Bahkan di pelosok desa atau perumahan, banyak transportasi umum yang tersedia. Tarifnya dulu sama untuk jauh-dekat, gak tau kalau sekarang.

Deretan Angkot

Dulu belum ada transportasi online, sehingga keberadaan transportasi umum sangat membantu saya pergi kemanapun. Ketersediaan angkutan umum hampir 24 jam, sehingga bepergian di kota Malang selalu merasa tenang tanpa khawatir kemalaman.

5. Bahasa Gaulnya

Alasan lain yang bikin kangen Kota Malang adalah bahasa gaulnya. Malang memiliki bahasa gaul bernama bahasa walikan yang tidak dimiliki tempat lain. Dalam bahasa Walikan, penulisan atau pengucapan kosakata baik dalam bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia di balik susunan hurufnya. Kata Malang dibalik menjadi Ngalam. Kata Arek dibalik jadi Kera. Arek Malang dibalik menjadi Kera Ngalam.

Saya sendiri tidak paham asal muasal dan juga sebab musabab adanya bahasa walikan ini. Namun dengan bahasa walikannya, Malang menjadi kota yang unik dan menarik.

6. Fasilitas Pendidikan Lengkap

Selain terdapat beragam tempat wisata dan juga banyak transportasi umum, Kota Malang memiliki institusi pendidikan yang lengkap. Dari yang negeri hingga swasta. Dari jenjang Pra Sekolah hingga Universitas.

Malang sangat terkenal dengan universitasnya. Seperti Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, UIN Syarif Hidayatullah dan masih banyak lagi yang lainnya. Mahasiswa dari berbagai daerah berbondong bondong pergi ke Malang untuk belajar di universitas yang ada disana. Kehidupan pelajar dan mahasiswaya sangat menyenangkan.

Rencana Mengobati Kangen Kota Malang

Karena sudah lama sekali saya tidak ke Malang, di tahun depan saya memiliki rencana untuk ke kota Malang untuk berwisata ke berbagai tempat sekaligus menyempatkan diri kilas balik mengunjungi tempat yang dulu pernah saya singgahi. Karena sudah tidak punya tempat ngekost, menginap di salah satu hotel di Malang menjadi alternatif yang akan saya lakukan.

Melakukan perjalanan ke Malang akan mengobati rasa kangen saya pada kota ini. Baru merencanakannya saat ini saja, hati ini sudah menghangat. Saat sudah sampai disana, pasti ada rasa puas dan bahagia yang menghampiri. Apalagi jika mendapatkan diskon 70% dari OYO Hotel Indonesia, makin semangat untuk pergi kesana. Jaringan hotel Oyo sudah menyebar di mana-mana. Fasilitas yang oke, harga yang ramah di kantong dan pelayanan yang mumpuni membuat pengalaman menginap di hotel/penginapan Oyo lebih menyenangkan.

Oto malang

Rencana saya saat sampai ke Malang nanti adalah pertama-tama menuju kedai bakso untuk mengisi perut sekaligus bernostalgia dengan rasa Bakso Malang asli di Malang. Kemudian pergi ke hotel/penginapan buat chek in dan menaruh barang-barang keperluan pribadi sekaligus mandi dan bersih-bersih. Habis itu, dengan naik angkutan umum yang ada disana, saya akan pergi ke beberapa tempat wisata. Seperti Kampung Warna Jodipan, Alun-alun, Kawasan bundaran tugu, Jalan Ijen, dan beberapa Museum di kota Malang.

Sambil menikmati hawa Malang yang sejuk, saya akan bernostalgia menikmati dialek bahasa walikan khas Malang di tempat-tempat yang saya kunjungi. Setelah puas berkeliling di hari pertama, kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat. Keesokan harinya sebelum balik ke Lamongan, saya ingin mengunjungi beberapa teman/tetangga yang menimba ilmu di berbagai universitas di Malang untuk bersilaturahmi sekaligus melihat sejenak kehidupan mahasiswa di masa sekarang.

Jika waktu masih memungkinkan, ingin rasanya untuk tinggal lebih lama di Kota Malang. Destinasi wisata di sana, gak cukup dijelajahi dalam satu atau dua hari. Namun karena kesibukan saat ini hal itu tidak mungkin dilakukan. Pergi beberapa hari sudah lumayan cukup mengobati kangen Kota Malang.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!