Mau ke Prancis? Ini Jenis Visa yang Wajib Kamu Urus Sebelum Bepergian

Belakangan ini saya sedang punya keinginan untuk pergi ke Prancis. Rasanya seru juga kalau suatu saat bisa melihat langsung suasana Paris dan menjelajahi beberapa kota di sana. Tapi sebelum memikirkan itinerary, ada satu hal yang langsung saya cari tahu, yaitu ke Prancis pakai visa apa?

Tiket visa

Saya sudah sibuk mencari penginapan dan tiket, tetapi malah belum tahu visa yang harus diurus. Setelah mencari tahu, ternyata ada beberapa jenis visa yang perlu diperhatikan, mulai dari visa Schengen hingga visa jangka panjang. Jadi, kalau kamu juga sedang bertanya “Kalau ke Prancis pakai visa apa ya?”, jawabannya akan bergantung pada tujuan dan lama perjalananmu.

Karena saya juga sedang mencari tahu soal ini, saya ingin membagikan informasi yang saya temukan. Mulai dari jenis visa, proses pengajuan, dokumen yang perlu disiapkan, sampai waktu pengajuannya.

Kalau kamu punya rencana pergi ke Prancis, simak pembahasannya sampai akhir, ya. Siapa tahu bisa membantu persiapan perjalananmu nanti.

Ke Prancis untuk liburan? Kamu Membutuhkan Visa Schengen

Kalau tujuanmu ke Prancis adalah untuk liburan dengan masa tinggal kurang dari 90 hari, jenis visa yang perlu diperhatikan adalah visa Schengen jangka pendek. Visa ini umumnya digunakan untuk wisata, kunjungan keluarga, perjalanan bisnis, hingga kegiatan singkat lainnya.

Untuk kunjungan singkat, masa tinggal di wilayah Schengen tidak boleh melebihi 90 hari dalam periode 180 hari. Jadi, durasi perjalanan tetap perlu diperhatikan sejak awal agar tidak melebihi ketentuan yang berlaku.

Kalau dari awal masih bingung ke Prancis pakai visa apa untuk liburan singkat, visa Schengen jangka pendek biasanya menjadi pilihan yang perlu dicek terlebih dahulu.

Secara sederhana, bisa melihat perbedaannya seperti ini:

Jenis Visa Tujuan Perjalanan Durasi
Visa Schengen jangka pendek Liburan, kunjungan keluarga, bisnis dalam durasi singkat Maksimal 90 hari dalam periode 180 hari
Visa Jangka Panjang Tinggal, bekerja, belajar, atau keperluan tertentu lainnya Lebih dari 90 hari

Kalau rencananya hanya jalan-jalan ke Paris selama beberapa hari atau mengunjungi beberapa kota di Prancis dalam satu perjalanan, visa Schengen jangka pendek menjadi jenis visa yang perlu kamu cari tahu lebih lanjut.

Tinggal Lebih dari 90 Hari? Kamu Perlu Visa Jangka Panjang

Lain halnya kalau kamu berencana tinggal di Prancis lebih dari 90 hari. Untuk kebutuhan tersebut, kamu perlu mengajukan visa jangka panjang sebelum keberangkatan.

Visa ini ditujukan untuk berbagai keperluan, seperti belajar, bekerja, mengikuti kegiatan tertentu, atau tinggal dalam jangka waktu yang lebih lama. Jenis visa yang diajukan akan bergantung pada tujuan dan kondisi masing-masing pemohon.

Karena itu, pertanyaan ke Prancis pakai visa apa nggak bisa dijawab hanya dari lama perjalanan. Tujuan kamu selama berada di Prancis juga ikut menentukan jenis visa yang perlu diajukan.

Sebelum mengajukan visa, penting untuk memastikan beberapa hal berikut:

  • Berapa lama kamu akan tinggal di Prancis?
  • Apa tujuan utama perjalanan?
  • Apakah selama berada di Prancis kamu akan melakukan kegiatan profesional?
  • Jenis visa apa yang sesuai dengan kondisi tersebut

Jangan sampai hanya berpatokan pada lama perjalanan tanpa melihat tujuan kunjungannya. Informasi yang kamu masukkan saat mengajukan visa juga harus sesuai dengan kondisi perjalanan sebenarnya.

Mulai dari France-Visas, lalu siapkan pengajuannya

Setelah mengetahui jenis visa yang kira-kira sesuai, langkah berikutnya adalah mencari informasi melalui France-Visas, situs resmi untuk pengajuan visa Prancis (https://france-visas.gouv.fr/en/web/france-visas).

Di dalamnya tersedia fitur untuk mengecek kebutuhan visa dan dokumen yang perlu disiapkan sesuai kondisi pemohon. Kamu cukup memasukkan informasi mengenai kewarganegaraan, tujuan perjalanan, serta situasi perjalanan. Setelah itu, sistem akan memberikan daftar persyaratan yang perlu diperhatikan.

Kalau setelah membaca penjelasan sebelumnya kamu masih mencari jawaban ke Prancis pakai visa apa, pengecekan melalui France-Visas bisa menjadi langkah yang paling aman. Hasil pengecekan akan disesuaikan dengan informasi dan tujuan perjalanan yang kamu masukkan.

Formulir aplikasi juga diisi secara online melalui France-Visas. Setelah selesai, dokumen seperti formulir dan tanda terima pendaftaran perlu dibawa saat jadwal penyerahan berkas.

Secara umum, alurnya seperti ini:

  1. Cek kebutuhan visa sesuai tujuan perjalanan
  2. Isi formulir aplikasi secara online melalui France-Visas
  3. Siapkan dokumen pendukung sesuai daftar yang diberikan
  4. Buat janji temu untuk menyerahkan permohonan
  5. Datang ke pusat pengajuan visa sesuai jadwal untuk penyerahan dokumen dan biometrik
  6. Tunggu proses pemeriksaan sampai keputusan visa keluar

Untuk pengajuan visa di Indonesia, pendaftaran dilakukan melalui France-Visas. Penyerahan berkas dan proses biometrik dilakukan melalui TLScontact di Jakarta (https://visas-fr.tlscontact.com/visa/id/idJKT2fr/home), sementara keputusan visa tetap menjadi kewenangan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan Visa?

Setelah mengetahui alurnya, bagian yang menurut saya nggak kalah penting adalah menyiapkan dokumen. Jangan sampai sudah mendapatkan jadwal pengajuan, tetapi masih ada berkas yang belum lengkap.

France-Visas akan memberikan daftar dokumen sesuai situasi dan tujuan perjalananmu. Untuk rencana liburan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Paspor dalam kondisi baik, diterbitkan kurang dari 10 tahun, memiliki setidaknya dua halaman kosong, dan masa berlakunya memenuhi ketentuan

  • Dua foto terbaru sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization)
  • Asuransi perjalanan yang berlaku di wilayah Schengen selama masa tinggal dengan nilai pertanggungan minimal €30.000 untuk biaya medis, perawatan rumah sakit, dan repatriasi medis
  • Bukti kemampuan finansial sesuai durasi perjalanan
  • Rekening koran 3 bulan terakhir yang dicap bank sebagai bukti kondisi keuangan
  • Surat Keterangan Kerja dari perusahaan atau dokumen usaha seperti SIUP/NIB bagi pemohon yang menjalankan usaha
  • Bukti reservasi tiket pulang-pergi sesuai rencana perjalanan
  • Bukti reservasi akomodasi selama berada di Prancis
  • Itinerary atau rencana perjalanan yang sesuai dengan tujuan kunjungan

Regulasi Lingkungan

Sebagai informasi, angka €30.000 yang tercantum dalam persyaratan visa bukan berarti kamu harus memiliki saldo sebesar itu di rekening. Nominal tersebut merupakan nilai pertanggungan minimal untuk asuransi perjalanan yang mencakup kebutuhan medis dan repatriasi selama berada di wilayah Schengen.

Sementara untuk kemampuan finansial, France-Visas mencantumkan patokan €65 per hari jika kamu menunjukkan reservasi hotel. Jika tidak menunjukkan reservasi hotel, patokannya menjadi €120 per hari. Jadi, angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai kemampuan finansial yang perlu dibuktikan sesuai kondisi perjalanan, bukan saldo minimum yang harus mengendap di rekening.

Jangan Asal Membeli Tiket Pesawat dan Hotel

Ada satu hal yang menurut saya cukup penting untuk diperhatikan sejak awal. Bukti perjalanan dan akomodasi perlu disiapkan untuk mendukung pengajuan visa, tetapi bukan berarti kamu harus langsung membeli tiket pesawat yang tidak bisa dibatalkan.

Untuk mengurangi risiko kerugian jika visa belum disetujui, kamu bisa mencari penginapan dengan pilihan Free Cancellation atau Pay at Property. Dengan begitu, reservasi tetap bisa digunakan sebagai bukti akomodasi tanpa harus langsung membayar penuh.

Untuk tiket pesawat, kamu juga bisa mempertimbangkan reservasi penerbangan sementara yang memang diperuntukkan sebagai bukti reservasi atau memilih tiket dengan ketentuan refundable. Hindari menggunakan dokumen atau reservasi palsu dalam pengajuan visa. Yang dibutuhkan adalah bukti reservasi yang benar dan sesuai dengan rencana perjalanan.

France-Visas sendiri mencantumkan bukti akomodasi dan tiket pulang sebagai bagian dari dokumen yang dapat diminta untuk menunjukkan kondisi perjalanan dan kepulangan.

Mengajukan visa di mana dan berapa biayanya?

Untuk pemohon yang mengajukan visa Prancis dari Indonesia, prosesnya tidak dilakukan dengan menyerahkan berkas langsung ke Kedutaan Besar Prancis. Setelah mendaftar melalui France-Visas, pemohon perlu mengikuti prosedur penyerahan berkas melalui TLScontact di Jakarta (https://visas-fr.tlscontact.com/visa/id/idJKT2fr/home).

Untuk visa Schengen jangka pendek, biaya visa saat ini adalah €90. Selain itu, ada biaya layanan TLScontact yang saat ini tercantum sebesar Rp518.700. Pembayaran dilakukan dalam rupiah dan jumlah biaya visa dalam rupiah dapat berubah mengikuti nilai tukar yang ditetapkan. Biaya tersebut juga tidak menjamin visa pasti disetujui dan pada umumnya tidak dapat dikembalikan jika permohonan ditolak.

Nah, kalau kamu tinggal di luar Jakarta dan cukup kesulitan datang ke Pusat Permohonan Visa, ada layanan Ajukan Di Mana Pun dari TLScontact (https://visas-fr.tlscontact.com/id-id/country/id/vac/idJKT2fr/services). Melalui layanan ini, petugas dapat datang ke lokasi pilihanmu, seperti rumah, kantor, hotel, atau tempat lain yang sesuai. Prosesnya mencakup pengecekan dokumen sampai pengambilan data biometrik.

Biaya layanan Ajukan Di Mana Pun untuk pemohon pertama berbeda berdasarkan lokasi

Wilayah Biaya
Jakarta, Banten Rp 1.900.000
Jawa Barat Rp 3.350.000
Jawa Tengah, Lampung, Yogyakarta, Sumatra Selatan, Bangka Belitung Rp 5.900.000
Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bengkulu, Jambi, Bali, Medan, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur Rp 6.750.000
Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah Rp 9.300.000
Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara Rp 11.000.000
Aceh, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo Rp 11.800.000

Ada juga pilihan lain kalau kamu sudah pernah mengajukan visa Schengen. Jika kamu memiliki data biometrik dari visa Schengen dalam kurun waktu 59 bulan terakhir dan visa tersebut memiliki keterangan VIS, kamu tidak perlu melakukan pengambilan biometrik kembali.

Dalam kondisi tersebut, pengajuan bisa dilakukan melalui perwakilan di Jakarta atau dengan mengirimkan dokumen beserta paspor melalui pos ke TLScontact Jakarta. Pengajuan melalui pos tidak dikenakan biaya layanan tambahan dari TLScontact, tetapi biaya pengiriman dokumen dan pengembalian paspor melalui kurir tetap menjadi tanggungan pemohon.

Jadi, kalau kamu tinggal jauh dari Jakarta, jangan langsung menganggap harus datang ke sana untuk mengurus visa. Cek dulu apakah data biometrikmu masih bisa digunakan atau pertimbangkan layanan Ajukan Di Mana Pun sesuai lokasi tempat tinggalmu.

Kapan Sebaiknya Mengurus Visa Prancis?

Bagian ini juga mulai saya perhatikan setelah mengetahui proses pengajuan visa. Jangan sampai itinerary sudah tersusun, tetapi jadwal pengajuan visa justru terlalu mepet dengan tanggal keberangkatan.

Untuk visa Schengen jangka pendek, pengajuan pada prinsipnya dapat dilakukan paling awal 6 bulan sebelum perjalanan dan paling lambat 15 hari sebelum tanggal kunjungan yang direncanakan. Namun, batas tersebut sebaiknya tidak dijadikan patokan untuk menunda pengajuan.

Di Indonesia, waktu mendapatkan janji temu dapat berubah tergantung musim dan jumlah pemohon. France-Visas juga menyarankan pemohon membuat janji temu sesegera mungkin setelah mengetahui tanggal keberangkatan.

Biar lebih mudah diingat, kira-kira perencanaannya bisa seperti ini:

Waktu Keterangan
Beberapa bulan sebelum berangkat Tentukan tanggal dan tujuan perjalanan
Setelah tanggal perjalanan diketahui Cek jenis visa dan dokumen melalui France-Visas
Sebelum pengajuan Siapkan reservasi tiket, akomodasi, asuransi, dan dokumen pendukung
Setelah dokumen lengkap Buat janji temu melalui prosedur yang ditentukan
Setelah pengajuan Tunggu proses pemeriksaan dan keputusan visa

 

Dengan mulai mempersiapkan semuanya lebih awal, kamu punya waktu untuk memperbaiki dokumen jika masih ada yang kurang atau menyesuaikan reservasi perjalanan.

Setelah Visa Disetujui, Baru Konfirmasi Penerbangan

Persiapan Naik Pesawat

Setelah semua dokumen disiapkan dan visa berhasil diajukan, saya tentu berharap prosesnya berjalan lancar. Jika visa akhirnya disetujui, barulah saya bisa lebih tenang untuk mulai memikirkan keberangkatan ke Prancis.

Saat itulah saya biasanya mulai membandingkan berbagai pilihan maskapai dan mencari tahu fasilitas yang tersedia selama penerbangan. Salah satu yang masuk dalam daftar pertimbangan saya adalah Singapore Airlines.

Selain pilihan kabinnya yang beragam, saya juga akan melihat berbagai fasilitas yang tersedia selama penerbangan. Melalui KrisWorld, sistem hiburan dalam pesawat dari Singapore Airlines, penumpang dapat menikmati berbagai pilihan film, musik, game, dan hiburan lainnya. Untuk penerbangan jarak jauh menuju Prancis, pilihan hiburan seperti ini tentu bisa membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Saya juga akan melihat berbagai promosi dan special offers yang tersedia untuk mengetahui apakah ada penawaran yang sesuai dengan rencana perjalanan saya. Selain itu, anggota KrisFlyer juga bisa menikmati berbagai manfaat selama penerbangan, termasuk akses Wi-Fi gratis sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dengan waktu terbang menuju Eropa yang tidak sebentar, berbagai fasilitas seperti ini tentu menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi saya. Setidaknya, waktu di pesawat bisa terasa lebih nyaman sambil menunggu tiba di tujuan.

Untuk sekarang, fokus utama saya tetap menyelesaikan seluruh persiapan yang diperlukan. Setelah semuanya beres dan jadwal keberangkatan sudah benar-benar pasti, saya tinggal memesan tiket Jakarta ke Paris yang paling sesuai dengan rencana perjalanan dan melanjutkan tahap berikutnya, yaitu menyusun itinerary dengan lebih detail. Mudah-mudahan, keinginan untuk melihat Prancis secara langsung suatu hari nanti benar-benar bisa terwujud.

 

 

Munasya

Blogger, Writer and Teacher Contact Person : email : sy4r0h@gmail.com Twitter : @Munasyaroh_fadh IG. : @Muns_Fadh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas
error: Content is protected !!