Keuangan

Mengelola Keuangan Agar Tidak Besar Pasak Daripada Tiang

Mengelola Keuangan Agar Tidak Besar Pasak Daripada Tiang – Selama ini kita pasti sering bertanya-tanya, kemana saja sih uang yang di dapatkan. Mengapa keluarnya kok cepat sekali, sementara untuk mendatangkan uang sering merasa kesulitan. Memang mendapatkan uang adalah termasuk rejeki pemberian Tuhan yang sudah ada takarannya. Tapi untuk pengelolaannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita. Jangan sampai mengalami besar pasak daripada tiang.

Macam macam investasi jangka pendek

Terkadang ada suatu hal kronis yang membutuhkan keuangan lebih sehingga pendapatan kita tidak cukup untuk menambalnya. Tapi seringkali ada hal tertentu yang membuat keuangan kita cepat habis dan bokek di akhir bulan. Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pendapatan atau yang didalam paribahasa disebut dengan besar pasak daripada tiang merupakan kondisi keuangan yang kronis.

Berapapun pendapatan yang diperoleh seolah tidak mencukupi berbagai kebutuhan yang diperlukan. Hal ini pastinya membuat beban hidup teramat berat. Pada akhirnya hutang sana sini menjadi andalan. Kita semua tentunya tidak menginginkan hal yang demikian bukan? Oleh karena itu supaya tidak besar pasak daripada tiang ada baiknya menerapkan tips-tips mengelola keuangan berikut ini :

1.  Mengubah Gaya Hidup

Hal pertama yang dilakukan dalam pengelolaan keuangan supaya tidak besar pasak daripada tiang adalah mengubah gaya hidup. Bagaimanapun juga gaya hidup menjadi pemicu utama keborosan kita. Keseharian kita yang kerap menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak berguna menjadi pemicu utama habisnya pendapatan yang diperoleh.

Tanpa disadari kebiasaan kecil seperti membeli cemilan, membeli minuman di pinggir jalan hingga makan makanan di luaran sedikit demi sedikit menggrogoti keuangan. Coba fikiran jika kita tiap hari membeli makanan di luar seperti seblak, bakso, soto atau lainnya dan ditambah dengan minuman dingin kemasan kalau dihitung bisa menghabiskan minimal 20ribu sehari. Atau paling sedikit 600ribu sebulan. Itu paling sedikit lho…. Kalau habisnya 50 ribu sampai 100 ribu, nominal perbulannya pasti lebih besar. Memangnya kebutuhan kita hanya untuk jajan doang??

Oleh karena itu coba deh berbelanja bahan makanan dan memasaknya sendiri di rumah. Selain lebih hemat, masakan yang dibuat sendiri lebih terjamin kesehatannya. Kalau kemana-mana kita juga bisa membawa botol minum sendiri dari rumah, selain lebih hemat juga bisa dijadikan salah satu cara melindungi bumi dari kerusakan lingkungan.

Berdasarkan pengamatan selama ini, gaya hidup yang tinggi memerlukan biaya yang tinggi juga. Kalau pendapatan tidak cukup tinggi alangkah baiknya menahan diri dan bersikap sederhana supaya tidak mengalami besar pasak daripada tiang.

2. Mencatat Pendapatan dan Pengeluaran secara tertib

Cara terampuh mengelola keuangan adalah dengan melakukan pencatatan jumlah pendapatan dan juga pengeluaran setiap hari. Uang yang kita terima baik itu dari gaji, bonus dan lainnya dicatat dalam buku khusus untuk mengetahui seberapa besar uang yang diterima setiap bulan. Begitu juga dengan pengeluaran yang kita lakukan. Semuanya dicatat dari pengeluaran kecil hingga pengeluaran yang besar.

Pencatatan ini selain digunakan untuk mengukur kemampuan finansial kita, juga bisa dijadikan intropeksi di bulan-bulan berikutnya. Dalam catatan tersebut pasti bisa dilihat mana pos yang penting dan mana yang tidak. Kita juga jadi tahu kemana saja uang hasil pendapatan dihabiskan. kebutuhan yang benar-benar penting bisa dianggarkan lagi untuk bulan selanjutnya, sedangkan yang tidak penting dapat dieliminasi alias tidak perlu diulangi lagi. Dengan demikian kita jadi bisa meminimalisir pengeluaran supaya tidak besar pasak daripada tiang.

3. Mencari Penghasilan Tambahan

Meskipun sudah ubah gaya hidup dan mencatat pengeluaran serta pendapatan, ada kalanya pengeluaran tetap lebih besar daripada pendapatan. Jika demikian cara yang bisa ditempuh adalah dengan mencari penghasilan tambahan. Di era teknologi digital sekarang ini ada banyak sekali pekerjaan paruh waktu yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Coba cari tahu, kira-kira keahlian apa yang kita miliki dan bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan sampingan. Kita bisa mencari referensi dari internet dan mendaftar di situs lowongan kerja online sesuai keahlian kita. Jualan online juga lagi booming saat ini, tak ada salahnya mencoba jualan online untuk menambah penghasilan kita. Bisa lewat sosial media atau akun e-commerce.

4. Menabung dan Berinvestasi

Ada kalanya keuangan kita habis karena ada hal urgent yang tidak diprediksi sebelumnya. Ini dapat memicu hutang dan pada akhirnya membebani keuangan di masa-masa selanjutnya. Oleh karenanya sebelum hal itu terjadi, mulai sekarang sisihkan pendapatan kita untuk ditabung dan investasi.

Tabungan dan investasi bisa membantu kita dalam keadaan krisis. Kita tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan dana untuk saat-saat darurat. Setidaknya dengan adanya tabungan dan investasi kita punya dana darurat untuk berjaga-jaga. Baik tabungan maupun investasi masing-masing memiliki plus minusnya. Sebaiknya pilih keduanya untuk perencanaan keuangan di masa mendatang. Untuk lebih lengkapnya baca ulasan sebelumnya berjudul : Macam Macam Investasi Jangka Pendek Untuk Pemula

Nah demikian cara mengelola keuangan yang bisa Blog Coretan Dari Desa sajikan. Jika kita sudah melakukan hal-hal diatas penderitaan akibat besar pasak daripada tiang insyaallah gak akan menghampiri. So tetap cerdas mengelola keuangan yaaaa….

Munasya

Blogger, Writer and Teacher
Contact Person :
email : sy4r0h@gmail.com
Twitter : @Munasyaroh_fadh
IG. : @Muns_Fadh

Anda mungkin juga suka...

24 Komentar

  1. Point ke dua yg masih saya jalani kak.
    Mencatat pendapatan dan pengeluaran secara tertib..
    Karena dengan ini kita bisa mengetahui kebutuhan apa saja yang keluar..

  2. Pengennya berinvestasi tapi selalu terbentur sama kebutuhan sehari hari yang harus dipenuhi dulu

  3. Memang yang paling penting adalah menahan hasrat belanja dengan memilah apakah barang yang kita beli apakah sebuah kebutuhan atau hanya sebuah keinginan. Dan jadikan prinsip tersebut sebagai gaya hidup.

  4. Kalo kata pakar keuangan, find your latte factor. Temuin bocor2 alusnya dimana. Karena ternyata meskipun bocornya alus, bisa ngabisin budget yang lain.
    Untuk pencatatan keuangan, aku pakai app Money Manager. Praktis.

  5. Di era pandemi seperti sekarang ini, memang perlu sekali untuk bisa mengelola keuangan dengan baik, ya. Banyak sektor usaha yang kena dampaknya, sehingga kita juga harus menyesuaikan diri dengan mengelola keuangan sebaik mungkin

  6. Sejak pandemi ini saya mengubah total cara mengelola keuangan di rumah tangga. Lumayan signifikan sih hasilnya mba. Kami masih bisa makan dan sesekali jajan diluar. Bulan lalu masih bisa ganti smartphone suami yang sudah rusak. Bisa bayar tagihan bulanan tepat waktu. Alhamdulillah, semoga kita semua diberi kemudahan dalam mengelola keuangan ya mba.

  7. Menabung dan investasi ini yang masih dilakukan sedikit demi sedikit. Diusahakan banget walau masa pandemi, tetap ada dana untuk menabung ya kak. PEnting juga untuk mendapat penghasilan tambahan.

  8. Jaman sekarang memang harus pintar pintar mengelola uang bukan pintar pintar menghabiskan uang karena kita gak tau ke depannya barang” pokok jadi mahal

  9. Setuju mbak, penting banget mengatur pengeluaran dgn baik
    Agar tidak besar pasak daripada tiang
    Yg aku lakukan sekarang sih mulai mencoba investasi emas

  10. Saat pandemi kayak gini pengeluaran malah irit banget karena jarang mampir ke mall buat ngupi2 cantik, memang sih gaya hidup ini pengeluaran terbesar buat saya hehe, sebagai gantinya buat cemilan sehat di rumah yang bujetnya masih bisa ditekan

  11. Cerdas finansial emang penting nih. Gak cuma tahu gimana caranya cari uang tp jug adalah cara mengelolanya. Jangan sampai terjebak rat race ya. Semakin besar pemasukan semakin besar pengeluaran

  12. Wah iya, bahaya tuh kalo besar pasak daripada tiang. Jangan sampai lah ya. Lebih baik mengelola apa yg kita punya, ya seberapa yang kita punya aja, kan?

  13. Hendra Suhendra says:

    Wah, saya merasa tersentil, terpukul, terhajar setelah membaca postingan ini. Saya ini suka banget ngemil, sehari mungkin bisa spend uang sampe 20ribu – 40 ribu. Mau gimana lagi, hobinya memang ngemil, biar perut nggak rewel juga sih, hahaha…

    Kalo urusan mencari penghasilan tambahan adalah ngandelin sosmed dan blog sih

    1. Kalau penghasilan dari sosmed dan Blog bisa 200ribu hingga 400ribu perhari, jajan cemilan yg segitu pasti gak ada artinya

  14. Biar gak besar pasak daripada tiang, sebagai seorang istri lebih mengutamakan kebutuhan dari keinginan kita.
    Karena kebanyakan emak emak kalau dengar diskonan suka kalap belanja padahal benda yang kita beli nggak begitu digunakan, kan sayang uangnya.

    1. Kalau perlu kebutuhan dicatat dan ditempel biar gak kalap 🤭🤭

  15. Biaya hidup normal sebenernya murah ya. Yang mahal itu gengsi dan gaya hidup 😀

    1. Hal itu yg bikin kantong bolong

  16. Hehehe… Akutuh paling males kalau harus nulis keuangan tiap hari. Gam telaten.

    Tapi kalau disuruh cari uang tambahan buat jajan, aku siap. Semnagat malah ^^ haha

    1. Asalkan tambahan uangnya lebih banyak daripada pengeluaran, gak bakalan besar pasak daripada tiang

  17. Bismillah, yuk Insya Allah bisa mengelola keuangan dengan baik agar kedepannya bisa merasa lebih tenang. Mencari penghasilan tambahan dan melakukan investasi sepertinya sangat cocok untuk dilakukan, apalagi di era milenial saat ini.

    1. Sepakat kalau gini

  18. Bener banget sih poin pertama. Intinya sesuaikan gaya hidupmu dengan isi dompetmu. Prioritaskan kebutuhan bukan keinginan.

    1. Yg penting kebutuhan hidup bukan gaya hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *