Tongklek Seni Musik Lamongan, Berawal dari Musik Patrol

Di wilayah Kabupaten Lamongan, khususnya di daerah Pantura (Wilayah Kecamatan Brondong dan Paciran) saat ini telah berkembang seni musik baru yang digandrungi masyarakat. Namanya adalah Seni Musik Tongklek. Karena termasuk istilah baru, banyak orang yang tidak mengetahuinya. Tongklek seni musik Lamongan memang banyak yang belum mengenalnya. Saya sendiri juga merasa aneh saat mendengar nama seni musik ini, sampai akhirnya saat Agustusan kemarin, salah satu RT mendatangkan seniman musik Tongklek di Karnaval desa tahunan.

Seni musik Tongklek

Kesenian Tongklek adalah seni musik tradisional yang dimainkan oleh sekelompok orang. Alat musik yang dibawa tergolong sederhana, tidak seperti alat musik modern pada umumnya. Beberapa alat musik yang digunakan antara lain kentongan, drum bekas, galon bekas, Simbal, Gambang, angklung, gong serta peralatan lain. Dengan dipimpin oleh seorang tetua, para pemain musik tersebut memainkan berbagai jenis musik dan lagu yang tidak kalah dengan alat musik modern.

Anggota Tongklek bisa sampai 20 an orang. Kebanyakan mereka adalah anak usia sekolah mulai dari anak SD hingga SMA. Mereka ini tergabung dalam grup-grup Tongklek yang ada di desa-desa wilayah Pantura. Dalam satu desa terkadang ada yang memiliki 6 grup Tongklek. Ada yang kurang, ada yang lebih dari itu. Nama grupnya juga pastinya berbeda-beda.

Tongklek Seni Musik Lamongan bisa dimainkan dengan berkeliling berjalan kaki dan bisa juga dilakukan dengan berdiam diatas panggung. Ada atribut dan hiasan-hiasan unik yang diusung sehingga kehadiran rombongan musik ini menyita perhatian masyarakat. Yang saya lihat langsung kemarin berupa hiasan naga yang dipadu dengan atribut Jawa.

Pada saat Karnaval Desa Pucangro HUT RI ke 74 kemarin, Seni musik Tongklek ikut arak-arakan berkeliling desa dengan berjalan kaki. Meski menggunakan alat musik seadanya, alunan musik Tongklek punya kekhasan tersendiri dan enak di telinga. Sepanjang jalan, rombongan Tongklek memainkan berbagai macam lagu. Mulai dari lagu-lagu perjuangan, lagu anak-anak hingga lagu dangdut masa kini. Ada seorang penari yang lemah gemulai di depan instrumen musik sehingga penampilan makin semarak serta menarik.

Ketika malam pentas seni, rombongan musik Tongklek yang sama diundang lagi untuk menyemarakkan suasana. Musik Tongklek ini naik ke panggung, menata alat musiknya sedemikian rupa sehingga agak menyerupai orkes dangdut. Bedanya tidak ada keybord, gitar, bas dan sebagainya. Alat musik yang digunakan adalah alat musik tradisional khas Tongklek. Alunan musik dan suara yang dihasilkan tidak berbeda-beda jauh dengan musik orkes dangdut pada umumnya.

Seni musik Lamongan

Usut punya usut, ternyata seni musik Tongklek ini adalah pengembangan dari seni Patrol yang biasanya mewabah saat bulan Ramadhan. Di berbagai daerah di Indonesia pastinya sudah tidak asing dengan irama musik yang dihasilkan oleh anak-anak muda saat sahur Ramadhan tersebut. Dengan alat musik sederhana berupa kentongan, galon air, bak, ember atau lainnya, Patrol menjadi ciri khas yang dikangenin saat Ramadhan.

Asal kata Tongklek itu berasal dari bunyi alat musik kentongan yang menjadi ciri khas Tongklek atau Patrol. Kentongan jika dipukul pada bagian tengah yang berlubang biasanya akan berbunyi “Tong”. Sedang jika dipukul pada bagian bawahnya atau di ruas bambu akan terdengar bunyi “Klek”. Jika digabungkan maka berbunyi Tongklek. Itulah mengapa seni musik tradisional ini dinamakan Tongklek.

Berawal dari keinginan para pemuda yang ingin melestarikan kesenian Tongklek ini, akhirnya di beberapa desa wilayah Pantura menggelar festival tongklek. Festival yang awalnya hanya diperuntukkan untuk masyarakat setempat, ternyata meluas keikutsertaannya. Festival Tongklek di Kecamatan Brondong ternyata juga diikuti oleh warga Paciran, Solokuro dan juga masyarakat pantura Tuban.

Baca juga : 5 Tradisi Lebaran Unik Khas Desa

Pasca adanya festival Tongklek, kesenian yang dahulunya hanya ditampilkan atau dipertontonkan ketika bulan Ramadhan tersebut sekarang menjadi jenis kesenian tradisional yang digandrungi. Seni Musik Tongklek sekarang bisa ditemukan di berbagai kegiatan hajatan, event khusus bahkan pagelaran. Mulai dari hajatan perorangan, hajatan desa hingga pesta rakyat di tingkat Kabupaten.

Budget untuk menyewa seni musik Tongklek lengkap beserta pemainnya relatif murah. Hanya sekitar 1 sd 3 juta saja, kita sudah bisa menikmati alunan musik tradisional syahdu khas Lamongan. Harganya tentu disesuaikan dengan besar kecilnya event dan juga hari pelaksanaan. Hayooo siapa nih yang belum pernah lihat Seni Musik Lamongan ini ??

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!